Pimple Simple


jerawat
jerawat gawat darurat

Huwaaaaa….!!!!! Seorang gadis tiba-tiba menjerit saat dia berdiri di depan kaca menatap wajahnya. Kenapa dia menjerit? Seharusnya dia bangga sebab wajahnya cantik! Kulitnya putih, hidung mancung, mata indah, alis bak semut sedang demonstrasi, dan semua bentuk yang akan membuat para lelaki menolehkan wajahnya kala si gadis lewat di depan mereka ada di wajahnya. Jadi apa sebab si gadis menjerit? Usut punya usut ternyata ada sebutir jerawat merah yang matang di jidat si gadis. Kalau jerawat sudah muncul, alamat gawat darurat. Apalagi sebentar lagi si gadis akan berkencan dengan teman prianya, kehadiran si jerawat benar-benar tidak diharapkan.

Tapi jangan kuatir, ada sang penyelamat. Siapa dia? Sebuah produk krim kecantikan yang akan membuat wajah putih seketika (bahkan dalam 7 hari, sangat bombastis), membuatnya mulus, dan bebas jerawat. Dengan krim itu, penampilan akan memukau, derajat kepercayaan diri akan naik sampai seratus persen. Teman pria akan sangat dimanjakan (kebayang banget betapa murahannya si gadis).

Apa yang diuraikan di atas adalah gambaran sebuah iklan krim pemutih wajah yang kesohor sekali. Bukan cuma di Indonesia, ternyata di luar negeri sudah lebih dulu kesohornya. Tidak jauh berbeda dengan iklan-iklan produk kecantikan yang lain, iklan krim pemutih kulit yang ini sebenarnya sedang menanamkan sebuah pemikiran di dalam benak orang-orang yang menontonnya. Dengan kekuatan modal yang dimiliki korporasi kecantikan internasional itu, mereka terus menanamkan pemikiran mereka, tiap detik iklan krim pemutih itu muncul di depan mata, setiap itu pula mereka menanamkan pemikiran mereka di kepala para penontonnya.

Dari tadi disebut “menanamkan pemikiran”, serumit itukah iklan-iklan produk kecantikan di televisi? Bukankah adanya iklan-iklan itu sekedar iklan biasa, hanya sekedar menawarkan produk kecantikan? Sesederhana itukah? Hampir semua iklan produk kecantikan di TV berusaha menanamkan sebuah pemikiran di kepala kita, “makna kecantikan”. Cantik adalah kulit putih mulus, wajah licin tak ada jerawat, tidak berbulu (iklan produk penghilang bulu terbaru di tv sangat menggelikan, semboyannya itu lho, “cantik itu kulit mulus bebas bulu”, gubrax), perut langsing, rambut panjang mengembang, bibir merah, dan semua kriteria yang sifatnya fisikal. Setelah pemikiran model begitu merasuk ke dalam otak kita, yang terjadi kemudian adalah, betapa parno-nya kita ketika muncul sebutir jerawat di jidat kita. Persis seperti anak gadis di dalam iklan krim pemutih itu. Di luar sana yang terjadi ternyata lebih parah lagi. Paris Hilton mesti diet ketat untuk mempertahankan berat badannya, agar tetap langsing, kemudian bisa berbikini ria. Demi main film, Laudya Cintia Bella juga diet ketat (Okezone.com). menurut survey yang dilakukan oleh TRESemme di Inggris, perempuan menghabiskan banyak uang lebih dari yang mereka pikirkan hanya untuk mempercantik rambut mereka. Menurut penelitian ini rata-rata perempuan Inggris menghabiskan 27.722,52 Poundsterling (kalau dirupiahkan bisa ratusan juta) hanya untuk rambut dalam hidup mereka. Jumlah itu setara dengan jumlah uang untuk menyekolahkan seorang anak sampai perguruan tinggi. Artis-artis Korea lebih gila lagi dalam upaya mereka mempercantik diri, mereka melakukan operasi plastik. Kaum perempuan di muka bumi ini menjadi pihak terjajah. Mereka dijajah oleh pemikiran yang ditanamkan oleh para kapitalis tentang kecantikan, setelah itu mereka berbondong-bondong membeli produk kecantikan para kapitalis itu tanpa pikir panjang lagi tentang apa itu cantik. Kekuasaan uang dan pengaruh media bermain untuk memuluskan semua ini.

Islam menyatakan bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang beriman, dan mempertahankan keimanannya mati-matian. Seperti yang disabdakan Rasulullah Muhammad sayyidul anbiya, bahwa budak perempuan yang muslim adalah lebih baik daripada perempuan kafir walaupun kecantikannya menarik hati. Bahwa dalam Islam kecantikan dilihat dari akhlak dan seberapa kuat seorang perempuan menggenggam agamanya, bukan dari seberapa putih wajahnya, atau seberapa mulus kulitnya, kakinya berbulu atau tidak, atau berapa ukuran bra-nya (^_^). Kalau cantik diukur dari hal-hal itu, kasihan sekali perempuan yang ditakdirkan lahir di Afrika, mereka akan jadi perempuan paling jelek sedunia. Kalau cantik dinilai hanya dari hal-hal itu kasihan sekali perempuan-perempuan yang terkategori kutilang darat (maksudnya cari aje sendiri ye).

Tapi jangan salah paham ya, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyerukan agar perempuan muslim tidak mempedulikan kecantikannya. Mempercantik diri untuk orang-orang yang memang berhak sangat disunnahkan. Bukankah perempuan terbaik adalah perempuan yang enak dipandang ketika suaminya memandangnya? Mempercantik diri adalah juga salah satu wujud rasa syukur perempuan terhadap nikmat kecantikan yang telah dianugerahkan Allah, asalkan jangan diumbar di depan umum. Jadi tetaplah yang luar biasa itu hanya Islam. [sayf]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s