Menengok Sejarah Perang Sabil Aceh


ImageSaya bukan orang Aceh, belum pernah ke Aceh, dan pengetahuan saya tentang sejarah Aceh pun belum begitu banyak. Namun hal itu tidak boleh menghalangi saya untuk menulis sesuatu tentang Aceh. Sudah beberapa tahun belakangan ini saya begitu terobsesi terhadap Aceh, dan saya begitu mencintai Aceh. Perjalanan cinta saya terhadap Aceh dimulai pada bulan September tahun 2009. Saat itu, habis subuh, saya membaca sebuah syair Aceh di sebuah majalah Islam yang bernama Eramuslim Digest. Syair itu adalah dododaidi.

Dulu, ketika saya belum membaca syair itu, saya tak punya perasaan apa-apa terhadap Aceh. Yang saya tahu, Aceh adalah propinsi paling barat Indonesia yang di sana pernah ada DOM dan kemudian terkenal dengan GAM-nya, cuma itu. Dan imej tentang Aceh di kepala saya berubah total ketika saya membaca dododaidi.

Saya menangis waktu itu (benar-benar menangis), saya tidak menyangka ada syair sedalam ini dari Aceh. Dododaidi, adalah nyanyian ninabobo anak-anak Aceh, di dalam setiap baitnya ada keteguhan dan keikhlasan, ada keberanian dan pengorbanan, ada keimanan dan jihad. Saya sungguh-sungguh terpesona, yang timbul kemudian adalah rasa cinta. Kemudian Allah berkenan memberikan inspirasi di kepala saya berupa ide cerita sebuah novel yang kelak berjudul SABIL. Novel itu kini telah diterbitkan oleh Mizan dan telah beredar di berbagai kota di Indonesia.

Sejak hari itu, Sabil dan peristiwa perang sabil di Aceh selalu membuat saya terbakar rasa ingin tahu. Saya telusuri sejarahnya, saya buru kisahnya dari internet, saya cari buku-buku tentangnya, seiring dengan semua itu saya menulis Sabil. Dan semakin saya menyelami sejarah perang sabil Aceh, semakin saya cinta. Saya semakin kagum dan menaruh hormat kepada muslim Aceh.

Mungkin sejarah hanyalah kumpulan kisah masa lalu, namun kisah-kisah masa lalu itu bukanlah kisah-kisah yang mati, di dalamnya terkandung semangat, nilai-nilai, dan nasihat. Allah sendiri memerintahkan kita untuk menengok ke belakang, kepada sejarah, kemudian mengambil nasihat darinya, lantas menata masa depan. Dan perang sabil Aceh akan selalu membekas di hati saya, seiring dengan rasa kagum dan rasa hormat. Ia telah banyak mengajari saya tentang keteguhan, dan tekad untuk mempertahankan keimanan, kehormatan, dan cita-cita. Jangan lupakan… (Sayf)

Advertisements

3 thoughts on “Menengok Sejarah Perang Sabil Aceh”

  1. Salam sejahtra…. saya merasa terharu dengan apa yang anda dapatkan dalamkehidupan anda yang telah memilih,menilai dan mengkaji sejarah Atjeh yang lebih dalam tentang syair atjeh yang telah menyentuh hati saudara, perlu anda ketahui syair tersebut adalah syair awal dari kehidupan bangsa atjeh yang bersifat mendidik anak dari sejak lahir hingga ke akhir hayat nanti. saya sebagai orang atjeh mengangkat salut untuk anda.semoga Allah memberikan ilmu yang lebih banyak lagi kepada anda..salam hormat saya Putra Atjeh..

    1. alhamdulillah novelnya sudah terbit sejak bulan September tahun lalu bang. Seri yang keduanya sedang dipersiapkan terbit. Sabil juga telah beredar di toko Gramedia di seluruh Indonesia. Kalau kesulitan mendapatkannya bisa pesan langsung dari saya di nomor 0815 734 66 857.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s