Sisa-Sisa Tembok Theodosius di Istanbul

ImageBagian yang hancur di puncak menara tembok Theodosius itu akibat ditembak meriam pasukan kaum muslim di bawah pimpinan Fetih Sultan Mehmet. Waktu saya lihat tembok ini, tergambarlah betapa kuatnya pertahanan Konstantinopel yang mesti ditembus kaum muslim. Pantaslah kalau penakluk kota ini adalah komandan terbaik dan pasukannya adalah pasukan terbaik.

Advertisements

Act of Valor, Act of Coward

Image

Saya tidak berhenti mengerutkan kening dan mencibir ketika menonton film Act of Valor. Film perang yang dirilis bulan Februari 2012 itu bikin saya muak (walaupun muak saya tonton juga sampai habis :-P). Siapapun yang pernah menonton film itu pasti akan berdecak kagum tentang betapa luar biasanya angkatan bersenjata amerika. Di sana digambarkan prajurit-prajuritnya tangguh-tangguh dan berdedikasi. Senjatanya juga canggih-canggih, taktik dan strateginya brillian, alat-alat pendeteksinya akurat, serta mesin-mesin perangnya mematikan. Film yang disutradarai oleh Mike McCoy dan Scott Waugh ini berkisah tentang sekelompok tentara US Navy SEAL yang tergabung dalam Bandito Platoon saat mereka menjalankan berbagai tugas negara. Di sini terlihatlah betapa luar biasanya tentara amerika itu. Dan tentunya semua itu palsu.

Rasa muak saya semakin menjadi-jadi saat saya mengetahui bahwa musuh yang mereka hadapi adalah kelompok jihadist yang dipimpin oleh Abu Shabal. Dia adalah pejuang Chechen yang benci sekali kepada amerika. Sayangnya, entah Abu Shabal ini muslim macam apa, dia bekerjasama dengan seorang penyelundup narkoba bernama Christo dalam melaksanakan perjuangannya. Di sini terlihat bahwa film ini ingin menghadirkan kesan bahwa kaum muslim itu akan menghalalkan segala cara dan tak segan-segan untuk membunuh demi meraih tujuan mereka (padahal bukannya amerika yang biasanya begitu?).

Kenyataannya, tentara amerika tidak secemerlang apa yang ada di film-film. Departemen Pertahanan Amerika mengeluarkan sebuah laporan bahwa saat ini jumlah tentara amerika yang telah tewas di afghanistan mencapai angka 3000 personel. Padahal gerilyawan muslim yang mereka hadapi sebagian besar adalah milisi, yang tidak punya latarbelakang militer sama sekali. Persenjataan mereka pun amat sangat sederhana. Mereka mana punya tank, helikopter Chinook, dan pesawat tempur seperti amerika! Senjata pamungkas yang mereka punya hanyalah iman di dalam dada, dan tekad jihad yang tidak akan pernah padam sampai hari kiamat. Lantas di mana semua kegagahan tentara amerika ketika berhadapan dengan gerilyawan muslim yang kondisinya begitu memprihatinkan itu? Payah benar. Berdasarkan perkiraan seorang pejabat pemerintahan di Iraq, sebanyak 600 personel prajurit amerika telah bunuh diri di iraq sejak mereka menyerbu negara itu pada tahun 2003 lalu. Kenapa mereka bisa bunuh diri seperti itu? Sebagian besar karena stress dan depresi, sebab perlawanan kaum muslim terhadap mereka bukannya semakin mereda, malah semakin memanas. Dan mereka ketakutan.

Saya sendiri pernah menonton sebuah video yang dirilis Ar Rahmah tentang peperangan yang terjadi di iraq dan afghanistan. Ada para sniper muslim yang tak ubahnya malaikat pencabut nyawa bagi para prajurit amerika. Sehingga mereka tak akan pernah lagi menjejak bumi ini dalam ketenangan. Salah satu video pun memperlihatkan bagaimana seorang prajurit amerika bersenjata lengkap tiarap serendah-rendahnya di atas tanah, bahkan tidak sanggup mengangkat kepalanya lagi saking takutnya, dan bahkan sampai terkencing-kencing, ketika mujahidin memberondong mereka dengan senapan-senapan kuno. Tentara amerika itu cuma berani berperang melawan kaun perempuan, anak-anak, dan orang-orang jompo yang tak berdaya. Act of Valor, Act of Coward. Bullshitt… [Sayf]

“Buat Makan”

Suatu kali saya solat di sebuah masjid jami’ yang cukup besar di Medan. Ketika saya berjalan ke shaf depan saya melihat ada seorang lelaki (masih cukup muda) yang sedang duduk bersila kemudian memanggil saya. Dia meminta uang kepada saya sambil mengayunkan tangannya ke mulutnya. “Buat makan,” katanya. Waktu itu kawan saya yang memberi uang kepada orang itu.

Pada hari yang lain saya solat lagi di sebuah masjid (masih di Medan), lagi-lagi saya bertemu dengan orang yang meminta uang seperti cerita saya tadi. Bedanya, orang ini bilang bahwa uangnya untuk beli semir sepatu, sebab dia bekerja menyemir sepatu ke masjid-masjid. Alhamdulillah saat itu saya ada uang lebih, yang saya langsung serahkan kepada orang itu (yang langsung saja disambar oleh orang itu).

Pada kesempatan yang lain saya solat di mushola perpustakaan sebuah universitas negeri favorit di Medan. Ketika saya sedang asyik duduk melepas lelah di mushola itu, seseorang menghampiri saya. Dia bilang dompetnya ketinggalan, dan dia perlu uang untuk ongkos pulang. Saya rogoh kocek, ada uang lima ripu rupiah dan tanpa pikir panjang saya berikan kepada orang itu. Beberapa hari kemudian saya solat lagi di mushola yang sama, saat saya ngadem di masjid itu ternyata orang yang sama menghampiri saya lagi, dia minta uang pada saya dengan alasan yang sama dengan yang kemarin-kemarin, dompet ketinggalan, perlu ongkos pulang. Saya nyengir lebar di dalam hati, orang ini jangan-jangan setiap hari dompetnya ketinggalan lalu minta uang kepada orang-orang buat ongkos pulang. Saya katakan padanya, “Bang kalo nggak salah kemaren udah saya kasih buat ongkos pulang.” Tanpa berkata apa-apa orang itu pergi begitu saja.

Miris sekali saat melihat kondisi seperti ini. Mungkin saking bingungnya bagaimana cara mencari uang, cara apapun kemudian digunakan. Hal ini sangat jelas disebabkan oleh kondisi yang sangat berat seperti sekarang ini. Harga-harga kebutuhan pokok, barang dan jasa, semuanya telah terdongkrak naik akibat berbagai kebijakan zhalim pemerintah. Jumlah gelandangan dan pengemis meningkat pesat. Orang-orang setengah miskin akan jatuh menjadi miskin, dan yang sudah miskin akan jatuh menjadi lebih terpuruk. Dalam pidatonya di hadapan kader-kader Partai Demokrat, Presiden SBY mengatakan bahwa dirinya merasa tak aman pasca rencana penaikan harga BBM akan segera diwujudkan. ”Sekarang ini yang dijadikan sasaran tembak saya, SBY. Hari-hari saya, coba tolong dicek ke Ibu Negara yang menerima SMS-nya begitu. Di samping ada yang mendoakan baik-baik, ada yang memberikan selamat, bahkan ada yang mengancam keselamatan saya dan akan menjatuhkan saya di jalan,” ujar SBY. Padahal kurang aman apa? Pengamanan Paspampres berbaris-baris. Kalau kita mau jujur pada hati nurani, yang sebenarnya tidak aman adalah rakyat dengan adanya berbagai bijakan zhalim ini. Rakyat akan selalu terancam kemiskinan, kelaparan, kriminalitas, pelecehan, dan berbagai bentuk keburukan lainnya. Terlebih lagi dengan sikap pemerintah yang buta dan tuli terhadap kesengsaraan rakyat, dan demokrasi sudah tidak bisa diharapkan lagi. Survei LSI jelas-jelas membuktikan bahwa lebih dari 80% rakyat Indonesia tidak menyetujui kenaikan harga BBM, namun pemerintah tidak peduli. Perubahan harus segera dilakukan ke arah Islam, dengan menerapkan seluruh syariat Islam secara kaffah. Setelah sistem hasil buah pikiran manusia ini tidak lagi sanggup mensejahterakan manusia itu sendiri, kita wajib beralih pada sistem yang dituntunkan oleh petunjuk dari Allah, Tuhan seru sekalian, hanya Islam.

Kemerdekaan Aurat

Image

Sekarang ini lumrah sekali kalau ada perempuan yang berkata, “ini kan badan saya, mau saya tutup atau buka ya terserah saya dong!” Sehingga jika ada perempuan yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya di depan umum maka akan dibiarkan saja. Memang masyarakat kita sekarang sudah berjalan ke arah masyarakat individualis tak ubahnya seperti masyarakat barat. Hampir sudah tidak ada kepedulian lagi tersisa di dalam diri orang-orang yang ada di dalamnya. Hampir semuanya hanya mementingkan diri sendiri. Di negara-negara yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme, fenomena ini terlihat secara mencolok. Di Cina, misalnya, pernah ada seorang balita berusia sekitar tiga tahun yang melintas di sebuah jalan yang cukup ramai, karena kelalaian ibunya yang sedang berbelanja, anak ini bernama Yue. Tiba-tiba Yue tertabrak sebuah mobil, bahkan sampai tergilas. Pengendara mobil itu berlalu begitu saja, Yue sudah tergeletak di jalan, sementara ibunya masih asyik berbelanja. Cukup lama Yue tergeletak di tengah jalan, masih hidup, namun hampir semua orang yang melintas di jalan itu tak ada yang mau menolong Yue. Banyak kendaraan yang lewat tak ada satu pun yang berhenti untuk membawa Yue ke rumah sakit. Para pejalan kaki hanya menatap Yue sambil berlalu, hampir seperti tidak terjadi apa-apa, padahal seorang balita tergilas mobil di depan mereka. Akhirnya ada seorang pemulung yang lewat dan tergerak hatinya untuk menolong Yue. Ibunya sendiri baru tersadar bahwa anaknya telah menjadi korban tabrak lari. Yue dibawa ke rumah sakit, namun sudah terlambat, nyawanya tak tertolong lagi. Ini adalah sebuah fenomena individualisme yang sangat parah, hampir semua anggota masyarakatnya cuek bebek.

Dalam konteks aurat, fenomena ini pun terlihat dengan sangat jelas. Banyak perempuan yang memperlihatkan auratnya di muka umum (bahkan sangat atraktif) dan hampir tak ada satu orang pun yang mau berbicara tentang hal itu. Padahal tanpa sadar, jika aurat dipertontonkan di muka umum, akan terjadi banyak kerusakan yang nyata.

Sekarang ini sedang tren gaya baju super ketat dengan celana yang super pendek yang biasanya dipakai cewek-cewek sambil berboncengan naik kereta matic, sehingga kedua kakinya mengangkang. Cewek-cewek yang berpakaian seperti itu akan terlihat santai-santai saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal sebenarnya perbuatannya berbaju sexy itu tanpa sadar sedang membuat kejahatan baru. Siapa yang sangka, mungkin saja, ada seorang kakek yang terangsang birahinya karena melihat gaya pakaiannya yang seperti itu, kemudian si kakek tidak menemukan ‘tempat’ yang memadai untuk memenuhi ‘hajatnya’, lantas dia memerkosa anak tetangga yang baru berumur 6 tahun. Lihat saja, cewek berbaju sexy itu telah menjadi inspirator terjadinya sebuah kejahatan tanpa dia sadari.

Apakah memperlihatkan kemolekan tubuh telah menjadi tabiat perempuan? Sehingga seolah-olah perempuan akan merasa demam kalau sehari saja tidak mempertontonkan kemolekan tubuhnya? Mungkin jawabannya akan beragam. Namun kenapa pertanyaan itu sampai muncul, sebab penulis pernah melihat fenomena yang mengarah ke sana. Pada malam itu udara cukup dingin, baru saja habis hujan. Penulis sedang berjalan pulang. Di sanalah penulis melihat ada perempuan yang memakai baju sexy, baju model singlet, tanpa lengan, dan celana super pendek, sambil mengenderai kereta pula. Penulis berpikir, apa perempuan itu tak takut masuk angin?

 Pada titik inilah kita akan temukan bahwa pornoaksi tidak hanya terjadi di televisi, tapi sudah meluas di sekitar kita. Dan itu semua membuat kerusakan ini semakin menjadi-jadi. Perkosaan terjadi di mana-mana, kehamilan di luar nikah, HIV-AIDS, merebaknya penyakit menular seksual, dan aborsi.

Kapitalisme yang diterapkan oleh negara saat ini jelas tidak akan mungkin bisa menghentikan semua kerusakan itu. Karena sebenarnya biang keladi dari semua ini adalah kapitalisme. Paham liberalsme yang berasal dari sistem ini telah menetapkan bahwa setiap orang bebas melakukan apapun, bebas berpakaian jenis apapun, bebas mempertontonkan aurat atau tidak, bebas berhubungan dengan siapa dan dengan cara apapun, dan bebas melakukan apapun yang disukai selama tidak mengusik orang lain. Karena paham ini, kekacauan seperti sekaranglah yang terjadi.

Islam berpandangan lain. Dengan penerapan syariat Islam akan tercipta masyarakat yang bersih dan terjaga. Masing-masing orang akan menjaga aurat dan kehormatannya, dan saling mengingatkan untuk hal itu. Pornografi dan pornoaksi akan diberantas, perzinaan pun akan diberantas. Dengan syariat Islam akan tercipta kehidupan yang baik dan berkah.

Cuma Bercanda

Image

“Aku cinta kau,” kata seorang pemuda kepada kekasihnya. Di tangan pemuda itu ada sekuntum mawar merah merekah, yang siap ia serahkan kepada kekasihnya sebagai tanda cinta. Sang gadis mempercayai kata-kata pemuda itu. “Aku juga cinta kau,” katanya.

Tapi ternyata yang kemudian terjadi adalah sebaliknya. Setelah menyatakan cinta dengan penuh kesungguhan seperti itu, mawar di tangan pemuda tadi malah diberikan kepada gadis lain. Kira-kira bisakah kita membayangkan bagaimana remuknya perasaan gadis yang pertama tadi? Setidaknya ada dua kemungkinan yang akan muncul: pertama, sang gadis akan berpikir bahwa pemuda tadi bercanda. Kedua, sang gadis akan berpikir bahwa pemuda tadi berdusta. Dan kedua kemungkinan ini sama-sama keliru. Untuk hal seserius cinta kita dilarang bercanda apalagi berbohong. Dua hal tadi bisa membuat rusaknya kepercayaan cinta.

Sama halnya dengan grasi yang diberikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada si Ratu Ganja Corby. Di puncak acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Silang Monas Jakarta (26/06/2011), presiden mengatakan bahwa narkoba masih menjadi ancaman bagi generasi muda di Indonesia dan masyarakat internasional. Ia menyesalkan upaya pemberantasan narkoba masih belum berjalan maksimal. Oleh karena itu kepala BNN diminta lebih agresif memberantas kejahatan narkoba. Sayangnya, belum lagi setahun pernyataan itu dikeluarkan, presiden memberikan grasi kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby pada tanggal 20 Mei 2012. Terpidana 20 tahun penjara itu mendapat korting hukuman 5 tahun. Dengan adanya grasi tersebut, menurut Media Australia “ratu mariyuana” itu akan bebas pada bulan Agustus 2012. Artinya tak lama lagi.

Apa artinya ini? Setidaknya ada dua kemungkinan, persis seperti ilustrasi di atas. Pertama, presiden mungkin saja hanya bercanda dengan pernyataannya di silang monas. Buktinya, Corby malah mendapatkan grasi, padahal apa yang dilakukannya akan sangat berbahaya bagi generasi bangsa. Atau kedua, presiden berbohong dengan semua pernyataannya itu. Sebenarnya dia tidak serius dan tidak sungguh-sungguh memberantas narkoba. Buktinya? Kok ratu mariyuana malah dikasih grasi. Ini kan tidak masuk akal. Seharusnya pernyataannya di silang monas itu menahannya dari pemberian grasi.

Kita tidak tahu pasti, apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini. Padahal ada banyak terpidana narkoba yang lain, tapi mengapa Corby yang berasal dari Australia itu yang diberikan grasi? Mengapa bukan si Mamat, atau si Slamet, misalnya. Apakah ada tekanan Australia kepada presiden di balik pemberian grasi ini? Kalau memang benar terjadi, hal ini menunjukkan betapa lemah dan payahnya kita di depan Australia. Apa yang diinginkan Australia pasti diberikan. Kemana perginya harga diri bangsa.

Semua ini menunjukkan kepada kita bahwa sistem kapitalisme yang selama ini kita anut hanya akan membuat kita menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata di kancah dunia. Kita akan mudah dikendalikan dan dipermainkan oleh berbagai kekuatan politik di dunia. Kita tidak akan pernah mandiri. Buktinya sampai saat ini kita masih terjajah dengan  berbagai hutang yang dipaksakan oleh berbagai institusi internasional. Hanya dengan Islam sajalah kita akan menjadi bangsa yang merdeka sepenuhnya. Sekaligus menjadi bangsa yang disegani di kancah perpolitikan dunia.

Satu Negara Miskin Semua

Image

Kita memahami bahwa telah terjadi banyak kerusakan di negeri kita ini. Tentang fenomena kerusakan ini Allah swt. memberikan informasi di dalam Al-Quran surat Ar-Ruum ayat 41, “Telah terjadi kerusakan (fasad) di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kerusakan itu nampak di hadapan mata kita dengan berbagai bentuknya, dan seperti apa yang Allah sebut dalam Al-Quran, semua itu akibat ulah tangan kita sendiri. Memang ada berbagai bencana yang terjadi murni karena kehendak Allah, seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, angin puyuh, badai, topan, dan sebagainya. Tangan manusia tidak terlibat sedikit pun di dalamnya. Semua itu untuk menguji kesabaran dan keimanan kita. Namun banyak juga bentuk kerusakan yang lain yang sesungguhnya disebabkan oleh tangan manusia sendiri. Dan kemudian Allah menimpakan akibat dari perbuatan manusia itu, agar manusia kembali ke jalan yang benar (tidak berbuat kerusakan lagi dengan menerapkan aturan Allah dan menjauhi semua laranganNya). Ada banjir yang disebabkan oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan. Ada tanah longsor karena pembalakan liar. Ada pemanasan global karena polusi udara. Terganggunya rantai makanan karena penggunaan pestisida, dan banyak lagi.

Kita juga tidak boleh lupa, bahwa terjadinya bencana sosial yang merupakan salah satu bentuk fasad itu juga akibat ulah tangan kita sendiri. Angka kemiskinan yang tinggi, kriminalitas yang mengerikan, bertebarannya gelandangan dan pengemis di seluruh kota di negeri ini, kesenjangan ekonomi yang menganga, semuanya adalah fasad akibat ulah tangan kita sendiri.

Berbagai fasad yang berbentuk bencana sosial ini bisa kita kelompokkan ke dalam dua kategori: kerusakan kultural-individualistik, dan kerusakan struktural-sistemik. Poin pertama, kerusakan kultural-individualistik, cakupannya sempit dan indivudual, sifatnya parsial dan biasanya jumlahnya sedikit. Kalau di dalam suatu kota yang jumlah penduduknya 100 orang, jumlah orang miskinnya hanya 5 orang, maka masalah kemiskinan di kota itu adalah masalah kultural-individualistik. Bisa jadi yang 5 orang itu malas, atau cacat sehingga tidak bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya, atau sebatang kara. Cara menyelesaikan masalah ini terfokus pada 5 orang itu saja, bisa dengan membantunya mendapatkan pekerjaan, atau bentuk-bentuk solusi parsial lainnya. Tapi, jika dari 100 jiwa penduduk kota itu, lebih dari setengahnya menderita kemiskinan, maka masalah ini jelas masalah struktural-sistemik. Ada sebuah kesalahan besar dalam sistem dan struktur yang diberlakukan di kota itu sehingga membuat separuh penduduk kota menjadi miskin.

Itulah yang sedang terjadi di negeri kita ini. Menurut standar kemiskinan World Bank dengan pendapatan 2 USD sehari, separuh jumlah penduduk negeri ini berada di bawah garis kemiskinan. Sekitar 100 juta jiwa orang Indonesia menderita kemiskinan. Padahal di dalam angka 100 juta itu pastilah ada sarjana dan kalangan intelektual yang seharusnya tak pantas menderita kemiskinan karena valensi diri mereka. Inilah sebuah anomali (keanehan), satu negara hampir semua penduduknya miskin, itu tak masuk akal. Dengan demikian ada struktur dan sistem yang keliru yang diterapkan di negeri ini sehingga menyebabkan itu semua. Benar, karena sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, yang kaya akan terus menumpuk kekayaan, dan yang miskin akan semakin terpuruk dengan kemiskinannya. Sistem tidak adil ini memang harus segera dicabut dari akar-akarnya dan disingkirkan, kemudian diganti dengan sistem Islam.

CONFESSION

ImageDatanglah ke sini, Sayangku. Duduk bersamaku di dalam alam yang sunyi. Langit betapa sendu, dilapisi awan kelabu, dan hidup begitu biru. Ada senyum halus angin membelai sudut kerudung hitam-mu. Lantas berlalu, dan berbisik kepadaku agar selalu mencintaimu. Lihatlah ke muka, Sayangku! Itulah jalanku. Jalanku satu-satunya. Tanahnya terjal menanjak, ditingkahi ilalang lebat. Cadas pecah serupa kerikil, getir dan tidak peduli. Tempat daun-daun liar tumbuh berduri dan membuatnya menjadi jalan yang begitu ngeri. Kadang kala jangat terkoyak, tinggalkan nyeri tidak terperi. Lelah akan menjalar, sengsara seakan tak habis. Keringat bercucuran ditentang semangat, asap kelabu bernama putus asa demikian dekat. Namun apapun itu, datang seribu setan dari neraka menghalangiku, ke sanalah aku tetap akan menuju. Aku telah menyerahkan hidupku untuk menempuhi jalan itu. Hanyalah ke sana aku akan menuju. Di sana sangat sepi, sayangku. Tak banyak manusia mau melaluinya. Lantas aku dengar, ada sebisik tanya menyeruak dari sela-sela bibirmu: untuk apa??

Aku ingin berdiri tegak di puncaknya, sayangku! Berdiri tegak lebih tinggi daripada siapapun. Aku ingin melihat dunia ini sendiri, hanya dengan mataku. Memandang sampai batas langit dan pepohonan hanya dengan retinanya saja. Aku ingin melihat citra yang dahulu pernah dilihat oleh orang-orang yang berani. Aku tak sudi menghamba pada seorang pun. Aku hanya ingin merasakan hidup… Merasakan betapa manis dan mulianya hidup dari kekuatanku sendiri. Hanya itu!! Aku akan maju mendaki, apapun yang terjadi. Untuk itu aku akan jadi orang yang paling tidak peduli.

 

Dunia sungguh sepi, sayangku, bagi orang-orang seperti aku.! Aku berdiri di sudut bumi, bersandar pada sisinya yang keras. Manusia berkeliaran di hadapanku, bicara, meracau, berbisik, teriak, menjerit, namun aku tidak mengerti. Asing bahasanya di telingaku, dan mereka tidak mau peduli pada air mataku. Satu yang aku tahu, sudut mata mereka serupa belati berkilau meracuni hatiku. Menertawaiku, padahal aku tak kenal mereka semua. Lemah aku berlutut, sayangku, menerima kegetiran yang mereka bawa untukku, atas apa yang sudah aku pilih. Aku menerima semuanya, walau dunia ini tidak mau menerima orang-orang seperti aku.

Lemah aku berlutut, sayangku, hinaan sungguh pilu. Kurenggut dadaku menahan air mata, aku takut ia tumpah kepada dunia. Dan nun jauh di sana aku melihatmu. Sungguh baik dan mulia. Betapa suci tak tercela. Baru pertama aku rasakan senyum terkembang di wajahku, sebab kehadiranmu. Kau sudi percaya padaku saat semua ragu. Kau mau tersenyum padaku ketika manusia meludahiku. Kau mau berikan permatamu yang berharga. Dan tumpah air mataku…Tumpahlah sudah kepada dunia. Engkau sungguh jauh, sayangku…sungguh jauh. Aku tidak mampu meraihmu. Balutan kemuliaanmu penuh cahaya, sementara mataku silau dengan hitam jelaga. Langkahmu kuat menancap tanah, namun tanganku lunglai menahan kepedihan. Kaki-ku lemah, sayangku, hingga aku tak sanggup meraihmu. Kau sungguh jauh.!! Sungguh jauh!

Aku maju menerjang, dalam segala kelemahanku. Aku lawan setan bernama hidup dengan tanganku yang tirus. Aku tantang semua manusia di tegak-ku yang getir. Sebab aku ingin bersama-sama denganmu, sayangku! Sebab aku ingin dekat dan menjalani dunia bersamamu! Namun aku lemah. Aku tetap lemah.!!

Tapi, mundur adalah sebuah kekalahan! Aku akan terus melawan kalau pun hidup sungguh kejam. Aku akan terus maju dengan lemahnya lututku walau hanya melangkahi beberapa jengkal saja. Aku tidak akan berhenti percaya dan berharap, hingga terbanglah dia menembus angkasa membeberkan semuanya di hadirat Tuhan yang Kuasa. Aku lemah, sayangku! Dan akan tetap lemah. Namun aku percaya, akan datang masanya kudapat kekuatan dari Tuhan sendiri. Dengan kekuatan itu aku akan datang padamu, mempersunting jemarimu yang lembut, dan menggambar inai dengan tanganku sendiri. Selama kau teguh tegak di sana, tidak memalingkan tubuhmu meninggalkan aku. Dan waktu itu dekat. Aku percaya!! Percaya selamanya! Hanya kepada Tuhan saja aku akan menyerah. [Sekitar tahun 2008] [Tulisan untuk istri saya, sebagai pengganti kalimat “maukah kau menikah denganku”]