Cuma Bercanda


Image

“Aku cinta kau,” kata seorang pemuda kepada kekasihnya. Di tangan pemuda itu ada sekuntum mawar merah merekah, yang siap ia serahkan kepada kekasihnya sebagai tanda cinta. Sang gadis mempercayai kata-kata pemuda itu. “Aku juga cinta kau,” katanya.

Tapi ternyata yang kemudian terjadi adalah sebaliknya. Setelah menyatakan cinta dengan penuh kesungguhan seperti itu, mawar di tangan pemuda tadi malah diberikan kepada gadis lain. Kira-kira bisakah kita membayangkan bagaimana remuknya perasaan gadis yang pertama tadi? Setidaknya ada dua kemungkinan yang akan muncul: pertama, sang gadis akan berpikir bahwa pemuda tadi bercanda. Kedua, sang gadis akan berpikir bahwa pemuda tadi berdusta. Dan kedua kemungkinan ini sama-sama keliru. Untuk hal seserius cinta kita dilarang bercanda apalagi berbohong. Dua hal tadi bisa membuat rusaknya kepercayaan cinta.

Sama halnya dengan grasi yang diberikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada si Ratu Ganja Corby. Di puncak acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Silang Monas Jakarta (26/06/2011), presiden mengatakan bahwa narkoba masih menjadi ancaman bagi generasi muda di Indonesia dan masyarakat internasional. Ia menyesalkan upaya pemberantasan narkoba masih belum berjalan maksimal. Oleh karena itu kepala BNN diminta lebih agresif memberantas kejahatan narkoba. Sayangnya, belum lagi setahun pernyataan itu dikeluarkan, presiden memberikan grasi kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby pada tanggal 20 Mei 2012. Terpidana 20 tahun penjara itu mendapat korting hukuman 5 tahun. Dengan adanya grasi tersebut, menurut Media Australia “ratu mariyuana” itu akan bebas pada bulan Agustus 2012. Artinya tak lama lagi.

Apa artinya ini? Setidaknya ada dua kemungkinan, persis seperti ilustrasi di atas. Pertama, presiden mungkin saja hanya bercanda dengan pernyataannya di silang monas. Buktinya, Corby malah mendapatkan grasi, padahal apa yang dilakukannya akan sangat berbahaya bagi generasi bangsa. Atau kedua, presiden berbohong dengan semua pernyataannya itu. Sebenarnya dia tidak serius dan tidak sungguh-sungguh memberantas narkoba. Buktinya? Kok ratu mariyuana malah dikasih grasi. Ini kan tidak masuk akal. Seharusnya pernyataannya di silang monas itu menahannya dari pemberian grasi.

Kita tidak tahu pasti, apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini. Padahal ada banyak terpidana narkoba yang lain, tapi mengapa Corby yang berasal dari Australia itu yang diberikan grasi? Mengapa bukan si Mamat, atau si Slamet, misalnya. Apakah ada tekanan Australia kepada presiden di balik pemberian grasi ini? Kalau memang benar terjadi, hal ini menunjukkan betapa lemah dan payahnya kita di depan Australia. Apa yang diinginkan Australia pasti diberikan. Kemana perginya harga diri bangsa.

Semua ini menunjukkan kepada kita bahwa sistem kapitalisme yang selama ini kita anut hanya akan membuat kita menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata di kancah dunia. Kita akan mudah dikendalikan dan dipermainkan oleh berbagai kekuatan politik di dunia. Kita tidak akan pernah mandiri. Buktinya sampai saat ini kita masih terjajah dengan  berbagai hutang yang dipaksakan oleh berbagai institusi internasional. Hanya dengan Islam sajalah kita akan menjadi bangsa yang merdeka sepenuhnya. Sekaligus menjadi bangsa yang disegani di kancah perpolitikan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s