Kemerdekaan Aurat


Image

Sekarang ini lumrah sekali kalau ada perempuan yang berkata, “ini kan badan saya, mau saya tutup atau buka ya terserah saya dong!” Sehingga jika ada perempuan yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya di depan umum maka akan dibiarkan saja. Memang masyarakat kita sekarang sudah berjalan ke arah masyarakat individualis tak ubahnya seperti masyarakat barat. Hampir sudah tidak ada kepedulian lagi tersisa di dalam diri orang-orang yang ada di dalamnya. Hampir semuanya hanya mementingkan diri sendiri. Di negara-negara yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme, fenomena ini terlihat secara mencolok. Di Cina, misalnya, pernah ada seorang balita berusia sekitar tiga tahun yang melintas di sebuah jalan yang cukup ramai, karena kelalaian ibunya yang sedang berbelanja, anak ini bernama Yue. Tiba-tiba Yue tertabrak sebuah mobil, bahkan sampai tergilas. Pengendara mobil itu berlalu begitu saja, Yue sudah tergeletak di jalan, sementara ibunya masih asyik berbelanja. Cukup lama Yue tergeletak di tengah jalan, masih hidup, namun hampir semua orang yang melintas di jalan itu tak ada yang mau menolong Yue. Banyak kendaraan yang lewat tak ada satu pun yang berhenti untuk membawa Yue ke rumah sakit. Para pejalan kaki hanya menatap Yue sambil berlalu, hampir seperti tidak terjadi apa-apa, padahal seorang balita tergilas mobil di depan mereka. Akhirnya ada seorang pemulung yang lewat dan tergerak hatinya untuk menolong Yue. Ibunya sendiri baru tersadar bahwa anaknya telah menjadi korban tabrak lari. Yue dibawa ke rumah sakit, namun sudah terlambat, nyawanya tak tertolong lagi. Ini adalah sebuah fenomena individualisme yang sangat parah, hampir semua anggota masyarakatnya cuek bebek.

Dalam konteks aurat, fenomena ini pun terlihat dengan sangat jelas. Banyak perempuan yang memperlihatkan auratnya di muka umum (bahkan sangat atraktif) dan hampir tak ada satu orang pun yang mau berbicara tentang hal itu. Padahal tanpa sadar, jika aurat dipertontonkan di muka umum, akan terjadi banyak kerusakan yang nyata.

Sekarang ini sedang tren gaya baju super ketat dengan celana yang super pendek yang biasanya dipakai cewek-cewek sambil berboncengan naik kereta matic, sehingga kedua kakinya mengangkang. Cewek-cewek yang berpakaian seperti itu akan terlihat santai-santai saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal sebenarnya perbuatannya berbaju sexy itu tanpa sadar sedang membuat kejahatan baru. Siapa yang sangka, mungkin saja, ada seorang kakek yang terangsang birahinya karena melihat gaya pakaiannya yang seperti itu, kemudian si kakek tidak menemukan ‘tempat’ yang memadai untuk memenuhi ‘hajatnya’, lantas dia memerkosa anak tetangga yang baru berumur 6 tahun. Lihat saja, cewek berbaju sexy itu telah menjadi inspirator terjadinya sebuah kejahatan tanpa dia sadari.

Apakah memperlihatkan kemolekan tubuh telah menjadi tabiat perempuan? Sehingga seolah-olah perempuan akan merasa demam kalau sehari saja tidak mempertontonkan kemolekan tubuhnya? Mungkin jawabannya akan beragam. Namun kenapa pertanyaan itu sampai muncul, sebab penulis pernah melihat fenomena yang mengarah ke sana. Pada malam itu udara cukup dingin, baru saja habis hujan. Penulis sedang berjalan pulang. Di sanalah penulis melihat ada perempuan yang memakai baju sexy, baju model singlet, tanpa lengan, dan celana super pendek, sambil mengenderai kereta pula. Penulis berpikir, apa perempuan itu tak takut masuk angin?

 Pada titik inilah kita akan temukan bahwa pornoaksi tidak hanya terjadi di televisi, tapi sudah meluas di sekitar kita. Dan itu semua membuat kerusakan ini semakin menjadi-jadi. Perkosaan terjadi di mana-mana, kehamilan di luar nikah, HIV-AIDS, merebaknya penyakit menular seksual, dan aborsi.

Kapitalisme yang diterapkan oleh negara saat ini jelas tidak akan mungkin bisa menghentikan semua kerusakan itu. Karena sebenarnya biang keladi dari semua ini adalah kapitalisme. Paham liberalsme yang berasal dari sistem ini telah menetapkan bahwa setiap orang bebas melakukan apapun, bebas berpakaian jenis apapun, bebas mempertontonkan aurat atau tidak, bebas berhubungan dengan siapa dan dengan cara apapun, dan bebas melakukan apapun yang disukai selama tidak mengusik orang lain. Karena paham ini, kekacauan seperti sekaranglah yang terjadi.

Islam berpandangan lain. Dengan penerapan syariat Islam akan tercipta masyarakat yang bersih dan terjaga. Masing-masing orang akan menjaga aurat dan kehormatannya, dan saling mengingatkan untuk hal itu. Pornografi dan pornoaksi akan diberantas, perzinaan pun akan diberantas. Dengan syariat Islam akan tercipta kehidupan yang baik dan berkah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s