Satu Negara Miskin Semua


Image

Kita memahami bahwa telah terjadi banyak kerusakan di negeri kita ini. Tentang fenomena kerusakan ini Allah swt. memberikan informasi di dalam Al-Quran surat Ar-Ruum ayat 41, “Telah terjadi kerusakan (fasad) di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kerusakan itu nampak di hadapan mata kita dengan berbagai bentuknya, dan seperti apa yang Allah sebut dalam Al-Quran, semua itu akibat ulah tangan kita sendiri. Memang ada berbagai bencana yang terjadi murni karena kehendak Allah, seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, angin puyuh, badai, topan, dan sebagainya. Tangan manusia tidak terlibat sedikit pun di dalamnya. Semua itu untuk menguji kesabaran dan keimanan kita. Namun banyak juga bentuk kerusakan yang lain yang sesungguhnya disebabkan oleh tangan manusia sendiri. Dan kemudian Allah menimpakan akibat dari perbuatan manusia itu, agar manusia kembali ke jalan yang benar (tidak berbuat kerusakan lagi dengan menerapkan aturan Allah dan menjauhi semua laranganNya). Ada banjir yang disebabkan oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan. Ada tanah longsor karena pembalakan liar. Ada pemanasan global karena polusi udara. Terganggunya rantai makanan karena penggunaan pestisida, dan banyak lagi.

Kita juga tidak boleh lupa, bahwa terjadinya bencana sosial yang merupakan salah satu bentuk fasad itu juga akibat ulah tangan kita sendiri. Angka kemiskinan yang tinggi, kriminalitas yang mengerikan, bertebarannya gelandangan dan pengemis di seluruh kota di negeri ini, kesenjangan ekonomi yang menganga, semuanya adalah fasad akibat ulah tangan kita sendiri.

Berbagai fasad yang berbentuk bencana sosial ini bisa kita kelompokkan ke dalam dua kategori: kerusakan kultural-individualistik, dan kerusakan struktural-sistemik. Poin pertama, kerusakan kultural-individualistik, cakupannya sempit dan indivudual, sifatnya parsial dan biasanya jumlahnya sedikit. Kalau di dalam suatu kota yang jumlah penduduknya 100 orang, jumlah orang miskinnya hanya 5 orang, maka masalah kemiskinan di kota itu adalah masalah kultural-individualistik. Bisa jadi yang 5 orang itu malas, atau cacat sehingga tidak bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya, atau sebatang kara. Cara menyelesaikan masalah ini terfokus pada 5 orang itu saja, bisa dengan membantunya mendapatkan pekerjaan, atau bentuk-bentuk solusi parsial lainnya. Tapi, jika dari 100 jiwa penduduk kota itu, lebih dari setengahnya menderita kemiskinan, maka masalah ini jelas masalah struktural-sistemik. Ada sebuah kesalahan besar dalam sistem dan struktur yang diberlakukan di kota itu sehingga membuat separuh penduduk kota menjadi miskin.

Itulah yang sedang terjadi di negeri kita ini. Menurut standar kemiskinan World Bank dengan pendapatan 2 USD sehari, separuh jumlah penduduk negeri ini berada di bawah garis kemiskinan. Sekitar 100 juta jiwa orang Indonesia menderita kemiskinan. Padahal di dalam angka 100 juta itu pastilah ada sarjana dan kalangan intelektual yang seharusnya tak pantas menderita kemiskinan karena valensi diri mereka. Inilah sebuah anomali (keanehan), satu negara hampir semua penduduknya miskin, itu tak masuk akal. Dengan demikian ada struktur dan sistem yang keliru yang diterapkan di negeri ini sehingga menyebabkan itu semua. Benar, karena sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, yang kaya akan terus menumpuk kekayaan, dan yang miskin akan semakin terpuruk dengan kemiskinannya. Sistem tidak adil ini memang harus segera dicabut dari akar-akarnya dan disingkirkan, kemudian diganti dengan sistem Islam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s