Menulis, Melawan


Kaum muslimin adalah umat terbaik yang dilahirkan di tengah-tengah umat manusia. Kenyataan ini sudah diketahui dunia. Gelar sebagai umat terbaik itu telah disematkan oleh Allah sendiri di dalam firmanNya, surat Ali Imran ayat 110. Namun dunia juga tahu bahwa kini kaum muslim tidak bisa dikategorikan sebagai umat terbaik sebagaimana yang disebutkan Tuhan. Dalam bukunya, Beyond The Inspiration, inspirator brilian Felix Siauw menyodorkan dua kemungkinan dalam memandang hal ini: apakah Tuhan yang salah dengan apa yang telah difirmankanNya dalam Al-Quran, ataukah manusia yang salah karena tidak mau menaati firman-firman dalam Al-Quran? Kemungkinan pertama sudah terbantahkan, sebab mahabenar Allah dengan segala firmanNya. Dengan demikian tinggal kemungkinan kedua, bahwa kaum muslimin adalah umat terbaik yang dilahirkan di tengah-tengah umat manusia, selama mereka mau menaati apa yang telah difirmankan Allah di dalam kitabNya.

Untuk menuju kepada gelar umat terbaik itu tentulah mesti melewati sebuah perjuangan yang berat dan besar. Sejarah telah mencatat bagaimana berat dan besarnya perjuangan Rasulullah Muhammad dan umat Islam generasi awal dalam menyebarkan dan menerapkan syariat Islam di muka bumi ini. Berlanjut dengan perjuangan para Khulafaur Rasyidin ketika mengokohkan pilar-pilar Khilafah Islamiyah, kemudian dilanjutkan oleh bani Umayyah, lalu bani Abbasiyyah, hingga bani Usmaniyah. Ketika Khilafah Islamiyah dihancurkan oleh Mustafa Kemal Pasha pada tahun 1924, bencana besar datang mangguncang kaum muslim hingga saat ini. Peristiwa itu mendegradasi kaum muslimin yang tadinya menempati posisi puncak sebagai umat terbaik, menjadi umat yang paling memprihatinkan. Kaum muslim ditelan bulat-bulat oleh penjajahan orang-orang kafir. Dan perjuangan yang berat serta besar yang dahulu pernah dilalui oleh Nabi, para sahabat, dan para Khalifah, mesti dilalui juga oleh kita, kaum muslim abad ini. Perjuangan untuk kembali menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyah, untuk mengembalikan posisi kaum muslim yang sebenarnya, sebagai umat terbaik yang dilahirkan di tengah-tengah umat manusia.

Gurita penjajahan kaum kafir terhadap kaum muslim telah menyebar ke mana-mana. Dan hanya ada satu kata untuk hal ini: MELAWAN. Dan sejak dulu, menulis adalah salah satu media perlawanan terhadap penjajahan. Menulis yang bukan sembarang menulis, melainkan menuliskan perjuangan Islam melawan penjajahan, menuliskan berbagai pemikiran Islam dalam melawan pemikiran-pemikiran kufur, dan menggubah fiksi serta sastra untuk mengobarkan semangat perlawanan. Bahwa hanya perlawanan melawan kekufuran, dan perjuangan untuk mengokohkan penerapan syariat Islamlah yang pantas untuk dituangkan di atas kertas. Mari terus menuliskan perjuangan!! Mari terus menuliskan perlawanan. Semoga setiap untaian kata dan kalimat yang sudah terukir menjadi saksi kita di akhirat kelak, bahwa kita telah mengajak kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, sekaligus menolong dan memperkokoh Islam. Allah berfirman dalam surah Fushilat, “Dan siapakah yang perkataannya paling baik, kalau bukan orang-orang yang menyeru kepada Allah, dan kepada perbuatan yang baik, dan berkata: sesungguhnya aku adalah orang-orang yang berserah.” [sayf]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s