The Black Cat and The Writer


Edgar Allan Poe (1809 – 1849)

Hitam sekali jiwa seorang pemabuk. Ketika cairan laknat itu telah menuangi jiwa seseorang, rasa kasih sayang akan cepat berganti dengan kebengisan. Rasa iba menguap entah kemana. Itulah yang terjadi pada seorang lelaki yang hidupnya –awalnya- begitu sempurna. Ia menyayangi binatang piaraannya dan begitu pula istrinya. Karena dia dan istrinya sama-sama penyayang binatang, maka mereka memelihara beberapa jenis binatang di rumah mereka. Ada kera, kelinci, burung, anjing, juga kucing. Dari semua hewan piaraannya, kucinglah yang paling disayanginya.

Kucing ini berbulu hitam pekat, Pluto namanya. Badannya besar dan manis sekali. Awalnya hubungan mereka begitu baik, namun semua berubah ketika jiwa lelaki itu menjadi semakin hitam karena alkohol. Setiap kali dia pulang dalam keadaan mabuk, dia menjadi kesal dan jijik pada kucing itu, hingga dia mengambil sebilah pisau kecil dari saku pakaiannya, kemudian mencungkil sebelah mata kucingnya. Ketika dia bangun pagi harinya, dia menyesali semua itu. Kucing kesayangannya telah terlanjur kehilangan sebelah mata. Yang tersisa hanya rongga kosong yang hitam, tempat di mana awalnya bola mata itu berada.

Sayangnya, kejahatan itu kemudian kambuh lagi saat alkohol menguasai dirinya, hingga dia tidak segan-segan menggantung kucing kesayangannya itu. Dan bukan hanya kucingnya, dia pun menanamkan sebilah kapak ke kepala istrinya. Mayat istrinya itu dibenamkannya di dinding ruang bawah tanah, di balik susunan batu bata dan semen. Kisah yang sungguh hitam dan gelap.

Cerita pendek yang mengerikan di atas adalah sebuah kisah klasik buah pena Edgar Allan Poe, yang berjudul The Black Cat. Namanya dinobatkan sebagai penulis kisah horor gothic terbesar, dan kisah hidupnya tak kalah misterius seperti kisah-kisah yang ditulisnya. Setidaknya ada satu hikmah yang bisa kita petik dari The Black Cat, mabuk adalah sebuah pintu yang lebar menuju kriminalitas dan kemaksiatan. Orang-orang yang baik sekalipun kalau dia sedang mabuk, dia bisa saja menjadi seorang pembunuh berdarah dingin, atau pemerkosa paling sadis. Lebih dari itu, tulisan Edgar Allan Poe ini hanya memanjakan orang-orang yang mungkin di dalam hatinya ada jiwa psikopat.

Edgar Allan Poe memang seorang pemabuk, mungkin dari sanalah dia mendapatkan inspirasi bagi kisah-kisahnya yang gelap dan hitam. Dia meninggal pada usia yang cukup muda, 40 tahun, di Washington College Hospital, setelah sebelumnya ditemukan di sebuah jalan di Baltimore dalam keadaan sangat buruk, pucat, lemas, dan mengigaukan nama Reynolds yang hingga kini tidak pernah diketahui siapa. Dia meninggal dalam keadaan miskin tanpa teman atau saudara.

Satu pelajaran berharga yang bisa kita petik adalah, Edgar Allan Poe tetap teguh menjadi seorang penulis, walaupun menjadi seorang penulis pada masanya amatlah berat. Pada paruh pertama abad ke-19 M berprofesi menjadi penulis amatlah terpinggirkan. Terkadang karya-karya seorang penulis dimuat begitu saja tanpa kompensasi, dan walaupun mendapat bayaran, jumlahnya sangat memprihatinkan. Semasa hidupnya, Poe sendiri tidak mendapatkan hasil apa-apa dari sekian banyak karya tulisnya (selain untuk hidup dengan amat sangat sederhana). Namun setelah kematiannya, dia dinobatkan sebagai salah satu penulis horor/suspens/teror/misteri terbaik yang pernah hidup. Gaya menulisnya berkali-kali ditiru dan dikembangkan orang. Dia dikenang umat manusia sebagai penulis yang hebat. Di sanalah kekuatan tekad.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita memiliki satu hal yang lebih berharga untuk kita tuliskan. Jauh lebih berharga daripada kengerian dan kebengisan yang diceritakan Poe. Hal berharga itu adalah perjuangan menegakkan ideologi Islam. Tuliskanlah perjuangan itu, tuangkanlah dia dalam aliran kisah-kisah, rangkaikanlah dia dalam rima-rima puisi, dan bentangkanlah dia dalam setiap argumentasi. Lakukanlah semua itu dengan penuh tekad, yang kelak akan menginspirasi. [sayf]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s