Cahaya Yang Kita Jelang


Ada sehelai hawa yang kelam, suram, dan sayu, menyaput seluruh bumi. Manusia sesak bergelimpangan, sebab angkara digelarkan. Mereka merintih, meratap, berdarah, lalu mati. Belas kasihan tak kenal lagi. Anak-anak bungkam seribu bahasa, mengulum cekam dalam diam. Semua yang ada telah dirampas, tak mengerti kemana lagi tempat pulang. Yang mereka tahu, hanya meratap pilu, pada mayat-mayat yang beku. Malaikat-malaikat maut bersayap hitam turun mengepung. Menyantap setiap nyawa, kemudian melarikannya kepada penguasa semesta.

Angkara murka menyelimuti dunia seperti kegelapan. Diantarkan setan-setan dari neraka. Pedang tajam dalam genggaman mereka. Hawa nafsu berkobar di dalam bola mata. Amarah terpancar dari setiap kepala, dan dendam menyeruak dari dalam jiwa. Mereka memancung setiap kepala, dan mempersembahkan kematian. Jerit tangis mengharu biru. Nasib dan hidup tersayat-sayat. Yang ada hanya kegelapan. Kematian! Darah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s