Cinta dan Benci Pada Islam


Ada sebuah logika yang amat sederhana. Islam tidak akan pernah bisa menyatu dengan kekufuran. Islam dan kekufuran pastilah akan saling berbenturan dan saling mengalahkan, sebab Islam adalah haq dan kekufuran adalah bathil. Yang haq dan yang bathil tidak akan penah bisa bersatu. Sebagai sebuah konsekuensi dari kondisi ini adalah adanya sebuah suasana saling membenci antara orang-orang yang berpegang kepada yang haq (Islam) dan orang-orang yang berpegang kepada yang bathil (kekufuran). Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. dalam surah Al Baqarah ayat 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada kaum muslim sampai kaum muslim mengikuti millah (agama dan pandangan hidup) mereka. Itu juga yang digambarkan Allah dalam surah Ali Imran ayat 118. Dalam surah ini disebutkan bahwa telah nyata kebencian dari mulut-mulut orang kafir itu, dan apa yang disembunyikan hati mereka adalah lebih besar lagi. Dengan demikian kita dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat.

Kenyataan ini terlihat jelas ketika Konstantinopel baru saja ditaklukkan oleh Fetih Sultan Mehmet dan ketika wafatnya penakluk besar ini.

Ketika Konstantinopel ditaklukkan, Eropa dicekam teror. Aroma kebencian segera membuncah dari orang-orang Kristen Eropa. Kardinal Bessarion mengirim surat kepada Doge (pemimpin) Venesia, surat itu memuat kebencian terhadap Islam: “Sebuah kota yang begitu maju… Keindahan dan kejayaan timur… tempat perlindungan semua hal baik, telah ditaklukkan, dinodai, dibinasakan, dan benar-benar dijarah bangsa barbar yang paling tidak manusiawi… binatang liar paling kejam… bahaya besar mengancam Italia, selain daerah lainnya, bila serangan besar bangsa barbar paling ganas ini tidak segera ditanggulangi.”

Frederick III, Kaisar Romawi Suci, bahkan sampai menangis ketika mendengar berita ini dan kemudian mengurung diri di kamarnya untuk berdoa dan bermeditasi. Paus Nikolas V menyebut Mehmet sebagai “putra Iblis pembawa kebinasaan dan kematian.” Sang Paus pun mengeluarkan Papal Bull (surat keputusan Paus) yang menyerukan Perang Salib kepada seluruh Eropa untuk melawan bangsa Turki.

Kebencian besar ini juga terlihat ketika Fetih Sultan Mehmet wafat pada tahun 1481. Duta besar negara asing pertama yang mengetahui kematian Sultan Mehmet adalah bailo Venesia, Niccollo Cocco. Bailo mengirim surat kepada Doge Venesia yang segera mengumumkan berita gembira itu ke seluruh negeri dengan membunyikan lonceng besar keramat orang Venesia di puncak menara lonceng San Marco yang bernama Marangona. Lonceng itu hanya dibunyikan ketika ada momen khusus saja, seperti kemunduran pasukan musuh, kematian seorang doge, atau kemenangan republik Venesia dalam suatu kancah peperangan. Tak lama kemudian lonceng di seluruh kota berdentang bersama dengan Marangona untuk merayakan kematian orang yang mereka sebut Grande Turco.

Ketika ‘kabar gembira’ itu tiba di Roma, Paus Sixtus segera menembakkan meriam dari Castel Sant’ Angelo. Seluruh lonceng berdentang dan Paus memimpin Kolese Kardinal dan semua duta besar melakukan pawai dari Basilika Santo Petrus menuju  Gereja Santa Maria del Popoli. Malamnya, Roma terang benderang oleh kembang api. Orang-orang berpesta selama tiga hari. Semua perayaan itu dilakukan lagi di hampir seluruh Eropa.

Fetih Sultan Mehmet telah menunjukkan dan membuktikan kecintaannya kepada Islam. Beliau berjuang dan berjihad dengan harta, jiwa, dan raga, untuk menghilangkan berbagai rintangan fisik yang menghalangi sampainya dakwah Islam kepada umat manusia. Wajar saja kalau  orang-orang kafir merasa terancam dan kemudian jadi membencinya. Persis seperti yang Allah gambarkan di dalam kitabNya. Yang aneh adalah jika ada orang Islam yang sepak terjangnya malah dicintai oleh kaum kafir. Kiprah dan perannya justru ditunggu-tunggu oleh kaum kafir. Yang begini ini namanya pengkhianat umat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s