Fetih Sultan Mehmet Tertarik Pada Kristen?


Ilustrasi Fetih Sultan Mehmet oleh Rizky Nugaraha (mahasiswa UPI Bandung)

Sejarah memang milik siapa yang menulisnya. Dengan kata lain, seperti apakah gambaran sejarah tentang suatu hal, bergantung dari sudut pandang serta latarbelakang penulisnya. Begitu juga halnya dengan sejarah Fetih Sultan Mehmet. Berbagai catatan sejarah, laporan, dan pandangan melingkupi tubuh penakluk besar Islam ini. Ada catatan-catatan sejarah yang baik dan mulia tentang dirinya, dan ada juga berbagai laporan yang buruk, terutama laporan dari kafir Barat. Dan terus terang, laporan-laporan sejarah tentang Fetih Sultan Mehmet yang berasal dari kafir Barat membuat saya shock. Mereka menggambarkan betapa buruknya sosok Fetih Sultan Mehmet. Dalam tulisan ini marilah sedikit kita bicarakan tentang bagaimana pandangan buruk kafir Barat terhadap diri Sultan Mehmet yang telah dinobatkan oleh Nabi Muhammad saw. sebagai komandan terbaik sepanjang masa.

Fetih Sultan Mehmet telah dianggap sebagai teror terbesar di dunia Kristen Eropa. Gerakan futuhat Sultan Mehmet yang amat agresif dan massif membuat orang-orang Kristen ketakutan setengah mati, sebab secara cepat mereka terus kehilangan wilayah-wilayah mereka. Karena hal ini, tiga orang Paus silih berganti mendeklarasikan Perang Salib kepada Sultan Mehmet. Kebencian yang sedemikian besar itulah yang amat memengaruhi berbagai catatan dan laporan dari Barat yang sedemikian buruk terhadap Sultan Mehmet.

Paus Pius II menyebut Sultan Mehmet sebagai “naga beracun”, dan pasukannya dia sebut “gerombolan haus darah” yang menyerbu dunia Kristen. Paus Nikolas V menyebutnya sebagai “putra Iblis pembawa kebinasaan dan kematian.” Terlihat sekali betapa bencinya kaum Kristen terhadap Sultan Mehmet.

Ketika Konstantinopel baru saja berhasil ditaklukkan, disebutkan bahwa Mehmet memerintahkan pasukannya untuk menjarah kota dan melakukan apapun yang disukai oleh pasukannya itu selama tiga hari. Karena hal ini kehancuran total terjadi di dalam kota. Orang-orang dibunuhi dan para wanita diperkosa. John Freely dalam biografinya tentang Sultan Mehmet mengutip bahwa para pencatat sejarah Yunani dan Italia menuliskan bagaimana tentara Turki membunuh mereka yang tidak diperbudak, dan merampok harta peninggalan di Aya Sofya dan gereja-gereja lainnya, menjarah istana kekaisaran dan rumah-rumah orang kaya. Kritovoulos, seorang pencatat sejarah asal Yunani, menyatakan bahwa hampir 4000 orang dibantai pada penaklukan itu dan setelahnya, lebih dari 50.000 orang warga diperbudak, kota itu hampir tak memiliki apa-apa lagi karena dijarah.

Padahal jika kita merujuk kepada catatan-catatan lainnya, kejadiannya tidak seperti itu. Ustadz Felix Siauw dalam karya brilliannya yang berjudul Muhammad al Fatih 1453 menggambarkan bahwa dengan kemurahan hatinya, Sultan Mehmet menebus para tawanan Bizantium dengan kocek dari kantongnya sendiri. Dr. Ali Muhammad ash Sholabi dalam karyanya Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyah pun menggambarkan bahwa Sultan Mehmet mengirimkan pasukan khusus Janisari untuk melindungi gereja, para warga, dan rumah-rumah, agar tidak dijarah dan bisa selamat dari huru-hara penaklukan. Sultan Mehmet pun tidak pernah melakukan pembantaian massal seperti yang dituduhkan itu. Warga sipil yang tidak terlibat di dalam perang dilindungi.

Podesta (semacam gubernur) Genoa, Angelo Lomellino, sebulan setelah Konstantinopel ditaklukkan, menulis surat kepada adiknya yang menggambarkan tentang kejatuhan Konstantinopel. “Kesimpulannya dia menjadi begitu kurang ajar setelah penaklukan Konstantinopel sehingga melihat dirinya tak lama lagi akan menjadi penguasa seluruh dunia dan bersumpah di depan umum bahwa dalam waktu kurang dari dua tahun dia berniat akan mencapai Roma dan … kecuali orang-orang Kristen segera mengambil tindakan kemungkinan besar dia akan melakukan berbagai hal yang akan membuat mereka terperangah.”

Mellissourgos mencatat bahwa Sultan Mehmet mengangkat Gennadios Scholarios sebagai pemimpin gereja Ortodoks Yunani setelah penaklukan dan memberikan Gereja Rasul Suci sebagai kantor bagi Gennadios. Beberapa kali Sultan Mehmet mengunjungi Gennadios dan berdiskusi tentang Kekristenan dengannya. Karena kunjungan-kunjungan inilah beredar kabar bahwa Sultan Mehmet tertarik dengan agama Kristen (padahal bisa jadi kunjungan-kunjungan Mehmet adalah untuk mendakwahi Gennadios agar memeluk Islam). Seorang Italia yang tinggal di Galata bernama Teodoro Spandugnino menyatakan bahwa Mehmet kerap kali menyembah relic peninggalan Kristen dan selalu menyalakan lilin di hadapan mereka. Laporan tentang ketertarikan Mehmet terhadap agama Kristen juga dilaporkan oleh Bapa George dari Muhlenbach yang menjalani hidupnya antara tahun 1438-1458 sebagai tahanan Turki. Bapa George menulis: “Para saudara Fransiskan yang tinggal di Pera (Galata) meyakinkan diriku bahwa dia [Mehmet] datang ke gereja mereka dan duduk di dalamnya untuk menghadiri upacara dan pengorbanan dalam Misa. Untuk memuaskan rasa penasarannya, mereka memesankan biskuit tidak suci untuknya berdasarkan permintaan tuan rumah, karena mutiara tidak boleh disajikan terhadap seekor babi.” Giovani Maria Angiollelo, seorang tahanan Italia di Turki, menuliskan bahwa Beyazit (anak pertama Mehmet) sering didengar mengatakan “ayahnya sangat dominan dan tidak percaya pada Nabi Muhammad.”

Jelas sekali semua pandangan ini mengada-ada. Karena keimanan kita kepada kenabian Rasulullah saw. akan dengan otomatis menolak semua pandangan itu. Dengan jelas Rasulullah bersabda bahwa komandan yang menaklukkan Konstantinopel adalah komandan terbaik dalam sebuah hadisnya yang sudah sama-sama kita ketahui. Maksud terbaik di sini pastinya bukan hanya terbaik dalam hal strategi militer dan pertempuran, tapi dalam ilmu dan keimanan. Berbagai sejarawan muslim menggambarkan betapa hebatnya keimanan dan ibadah yang dilakukan Sultan Mehmet. Beliau tidak pernah meninggalkan solat tahajud dan solat rawatib, beliau juga selalu dekat dengan para ulama. Dengan demikian tidaklah mungkin beliau  tertarik dengan agama Kristen.

Sejarawan Prancis, Phillipe de Commines, mengatakan bahwa Sultan Mehmet terlalu memuaskan hawa nafsunya dalam apa yang dia sebut “les plaisairs du monde”, dan dia mencatat bahwa “tidak ada cara persetubuhan yang tidak diketahui orang yang haus birahi ini.” Angiollelo mengamati bahwa sejak menginjak dewasa, Sultan Mehmet telah menderita penyakit encok selain beberapa penyakit lainnya yang disebabkan oleh pemuasan nafsu yang berlebihan itu. Katanya, Mehmet memiliki bengkak besar di salah satu kakinya, dan tidak ada seorang dokter pun yang bisa mengobati penyakit itu. Commines berkomentar lagi, dia bilang penyakit ini adalah salah satu hukuman tuhan atas kerakusannya yang tak ada habisnya (grande gourmandise).

Sangat jelas bahwa catatan dan komentar-komentar seperti ini didasari kebencian yang amat mendalam terhadap sosok Fetih Sultan Mehmet. Sebab dunia Kristen telah hancur lebur dan kacau berantakan hanya karena kehadiran seorang Fetih Sultan Mehmet. Beliaulah komandan yang dijanjikan oleh Rasulullah saw dan orang-orang Kristen Eropa merasakan betapa hebat dan tangguhnya orang yang telah dijanjikan Rasulullah saw. ini, sehingga yang ada di dalam hati mereka hanyalah kebencian.

Ketika Fetih Sultan Mehmet wafat pada tahun 1481, orang Kristen Eropa bersukaria karenanya. Mereka berkata la grande aquila e morto (elang yang perkasa itu sudah mati). Selama berhari-hari lonceng gereje berdentang, orang-orang berpesta pora, hanya untuk merayakan kematian seorang laki-laki yang kehadirannya telah menggentarkan kekufuran. [sayf]

Advertisements

2 thoughts on “Fetih Sultan Mehmet Tertarik Pada Kristen?”

  1. Tidak usah bicara agama, sekarang kita rasakan saja, kalo Indonesia mau diserang Amerika, kita dah dalam kekhuatiran tiba-tiba kita dapat kabar presiden Amerika meninggal, penyerangan ke Indonesia dibatalkan. Kira2 kita senang tdk? Tolong dijawab. Siar agama diera sekarang tdk perlu pake perang kawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s