Pahlawan di Dalam Diri


Di sepanjang rentang peradaban umat manusia, di setiap zaman, selalu saja muncul orang-orang yang luar biasa dan unik yang disebut pahlawan. Para pahlawan dalam satu dan beberapa hal memiliki kelebihan daripada orang-orang kebanyakan, mereka memiliki sifat-sifat yang menonjol diantaranya dalam tekad, semangat, keberanian, dan keyakinan. Dari bangsa mana pun, dari agama mana pun, dari peradaban mana pun, biasanya para pahlawan memiliki sifat-sifat di atas yang sangat menonjol dalam dirinya. Walaupun mereka tetaplah manusia, sebagaimana kita.

Ketika itu, Inggris menjajah tanah Skotlandia, sekitar abad ke-13. Raja Edward The Longshanks mengirimkan pasukannya untuk menjajah Skotlandia. Ketika itu para bangsawan Skotland malah berselisih terhadap tahta dan remah-remah dari tanah Skotland yang telah dianeksasi Inggris. Para bangsawan itu rela hanya menikmati remah-remah dari penjajahan Inggris. Ketika itulah bangkit seseorang bernama William Wallace, ia adalah orang biasa, tak ada darah bangsawan mengalir di nadinya, namun ia memiliki keberanian, keyakinan, dan tekad yang kuat untuk meraih kemerdekaan Skotlandia dari Inggris. Tanpa menghiraukan para bangsawan yang hobinya berselisih, ia menggalang kekuatan rakyat Skotlandia untuk berjuang memerdekakan negerinya. Ia tidak sudi menikmati ampas tanah Skotland yang diberikan Inggris, ia dan rakyat Skotland adalah pemilik sah tanah Skotland bukan Inggris. Akhirnya ia memimpin rakyat Skotland untuk menyerbu pos-pos Inggris di tanah Skotland. Satu persatu pos Inggris berhasil ia kuasai, ia melayani Inggris berperang di Jembatan Stirling, Falkirk, dan medan perang lainnya. Bersama pasukannya ia mengacaukan patroli-patroli Inggris. Ia terus berjuang, tak kenal kompromi, hingga Inggris berhasil menangkapnya, ia dihukum mati, tubuhnya dimutilasi, dan dikuburkan di tempat-tempat strategis di kota London sebagai peringatan bagi siapa saja. William Wallace kemudian dinobatkan sebagai pahlawan nasional skotlandia.

Negeri ini pun sebenarnya tidak kekurangan orang-orang yang memiliki sifat-sifat kepahlawanan itu. Salah satunya bisa kita lihat di Aceh. Semasa Belanda melancarkan perang kolonialnya di Aceh, bermunculanlah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kepahlawanan itu, yang kemudian melancarkan perlawanan yang gigih terhadap penjajah belanda. Mereka tidak sudi negeri mereka diinjak-injak oleh tangan kotor penjajah. Apa yang diceritakan oleh Zentgraff (seorang wartawan Belanda) di dalam bukunya yang berjudul “Aceh” menggambarkan hal itu. “Orang-orang Aceh baik pria maupun wanita pada umumnya telah berjuang dengan gigih sekali untuk sesuatu yang mereka pandang merupakan kepentingan nasional atau agama mereka. Di antara pejuang-pejuang itu, terdapat banyak sekali pria dan wanita yang tidak kurang satrianya daripada bangsa-bangsa lain, mereka itu tidak kalah gagahnya daripada tokoh-tokoh perang terkenal kita,” tulis Zentgraff.

Aceh memiliki seorang ulama kenamaan, Teungku Syekh Saman di Tiro (Teungku Cik di Tiro), yang ketika itu menggalang dukungan untuk perang Sabil, yang menurut Zentgraff bisa mencapai angka sekitar 6000 prajurit. Syekh Saman menjadi musuh bebuyutan belanda. Dan bukan hanya Syekh Saman, tapi hampir semua anggota keluarganya turun berperang melawan Belanda. Mereka semua tak sudi menyerah, mereka lebih memilih mati syahid daripada hidup tapi terjajah. Hampir semua anggota keluarga Syekh Saman syahid ditembak belanda.

Selain tokoh-tokoh pria, Aceh juga memiliki pahlawan-pahlawan wanita yang tak kalah tangguhnya, seperti apa yang diungkapkan Zentgraff, “wanita Aceh, gagah berani, adalah penjelmaan dendam kesumat terhadap kita yang tak ada taranya serta tak mengenal damai. Jika ia turut bertempur, maka tugas itu dilaksanakannya dengan suatu energi yang tak kenal maut, dan biasanya mengalahkan prianya. Ia adalah pengemban dendam yang membara yang sampai-sampai ke liang kubur atau di hadapan maut pun masih berani meludah ke muka si kaphe (kafir).”

Kita mengenal tokoh wanita Aceh, Cut Nyak Din. Wanita pemberani dan bertekad baja ini pun telah mendemonstrasikan bagaimana seharusnya kita hidup dengan penuh kehormatan dan kemuliaan sebagai bangsa yang merdeka. Setelah wafatnya Teuku Umar (suami kedua Cut Nyak Din), dan semasa pecah perang pada sekitar tahun 1896, nama Cut Nyak Din sangat terkenal. Ia lebih suka hidup bergerilya di hutan-hutan daripada menyerah kepada musuh. Ia terus bertahan walaupun jumlah pengikutnya terus berkurang, sementara pasukan marsose tak henti-henti mengejarnya dari satu tempat ke tempat lain. Ia menjadi tua, matanya buta, namun semua itu tidak menjadi penghalang yang mematahkan semangatnya. Ia menderita kelaparan di hutan-hutan, sampai berminggu-minggu lamanya ia tak merasakan sesuap nasi, dan harus makan jantung pisang liar. Ia bertahan dalam keadaan demikian selama kurang lebih 6 tahun lamanya. Hingga karena pengkhianatan bangsanya sendiri ia kemudian ditangkap dan dibuang ke Sumedang.

Rasulullah Muhammad saw. pun telah menorehkan sejarahnya sendiri, dengan tekad baja dan semangat yang menyala-nyala untuk menegakkan cita-citanya, membangun peradaban Islam dan menebarkan rahmatnya ke seluruh dunia. Dengan semua sifat-sifat yang luar biasa itulah ia hidup dengan penuh kehormatan, dan hanya orang-orang yang hidup dengan sifat-sifat itulah yang akan hidup dengan penuh kehormatan.

Sejarah bukanlah sekedar catatan-catatan bisu tanpa makna. Ada emosi dan nilai di dalamnya, yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi kita. Jika kita ingin menjadikan semua sifat kepahlawanan yang luar biasa itu menjadi milik kita, maka tak ada cara lain selain membaca sejarah. Hanya dari sejarah sajalah kita bisa mengetahui bagaimana kehidupan dan sepak terjang orang-orang yang memiliki tekad baja dan hidup di atas jalan perjuangan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s