Kepada Siapa Presiden Kita Berpihak??


Pada tanggal 31 Oktober 2012 yang lalu presiden kita yang terhormat Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari Ratu Elizabeth II. Setelah makan siang di Blue Drawing Room di Istana Buckingham, Ratu Elizabeth II menyelempangkan selendang tanda penghargaan itu berikut bintang jasanya. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang telah melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa di dalam bidang militer dan sipil. Dan sang ratu memberikan penghargaan ini kepada SBY karena jasanya yang telah mempererat hubungan kedua negara, Indonesia dan Inggris.

Saya juga ingat bahwa SBY pernah mengeluarkan pernyataan yang amat terkenal, “I love America and all of it’s fault, and I consider it as my second country.” Yang artinya, saya mencintai Amerika dengan semua kesalahannya, dan saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.

Dari kedua peristiwa ini sebenarnya kita bisa menilai dengan jelas kepada siapa presiden kita berpihak. Ratu Inggris tidak akan mungkin memberikan penghargaan yang sebegitu bergengsinya kepada orang-orang sembarangan. Dia hanya akan memberikan penghargaan itu kepada orang yang “berjasa” besar bagi negaranya. Di dalam situs http://www.presidenri.go.id termuat alasan mengapa ratu Inggris menganugerahkan penghargaan itu kepada SBY, “Presiden SBY diberikan penghargaan ini oleh Ratu Elizabeth II atas jasanya yang telah mempererat hubungan antar kedua negara.”

Benar sekali, presiden SBY memang telah berjasa besar dalam mempererat hubungan kedua negara, bahkan lebih dari itu, SBY telah memberikan sumbangsih besar dalam mensejahterakan rakyat Inggris, sebab ternyata SBY telah memberikan izin pengelolaan tambang gas blok Tangguh kepada Inggris. Setelah pertemuan antara SBY dengan para petinggi kerajaan Inggris itu, David Cameron, Perdana Menteri Inggris, bahwa British Petroleum telah diizinkan mengelola blok Tangguh. Yang implikasinya adalah sebagian besar hasil dari tambang itu akan lari ke Inggris, padahal PLN sendiri mengalami inefisiensi hingga puluhan triliun karena pasokan gas yang seret. Sekarang gas yang melimpah dari blok Tangguh malah diserahkan kepada Inggris. Ironis sekali.

Jelas sekali, sejelas siang hari, kepada siapa presiden kita berpihak. Ternyata dia lebih berpihak kepada rakyat dan ratu Inggris daripada setia kepada rakyatnya sendiri. Ternyata dia lebih serius mensejahterakan rakyat Inggris daripada rakyat negerinya sendiri. Kalau untuk rakyat Indonesia, kayaknya presiden kita ini gatel banget pingin mencabut subsidi, tapi kalo buat rakyat di negeri asing tambang yang sebegitu besarnya dengan ringan diserahkan begitu saja. Menyebalkan sekali.

Tidak ada jalan lain, pemimpin seperti ini mesti diganti, dan sistem yang dijalankannya mesti disingkirkan dari tengah-tengah rakyat. Demokrasi harus dibuang ke tong sampah peradaban, dan kapitalisme harus dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. GANTI semua itu dengan syariah Islam di dalam naungan Khilafah Islamiyah.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s