Pelajar Kita dan Pelajar Barat


Jika kita melihat bagaimana kondisi pelajar kita saat ini, maka tentu kita akan geleng-geleng kepala dan mengurut dada. Benar sekali, kondisi pelajar kita memang sangatlah parah. Entah di mana yang salah, seolah-olah yang bandel dan begajulan lebih banyak daripada yang soleh dan berprestasi. Atau mungkin ada pemberitaan yang berat sebelah, sehingga para pelajar yang soleh dan berprestasi ini tidak banyak diekspos media, dan yang naik ke permukaan hanya yang nakal-nakal saja! Ada banyak kemungkinannya.

Namun pada kasus para remaja ini pun berlaku satu rumus yang sama, “kalau kerusakannya sudah meluas dan massal, maka yang salah adalah sistemnya.” Kalau para pejalar yang nakal dan jahat itu hanya berjumlah satu atau dua orang, maka bisa saja ada yang salah pada diri para remaja itu sendiri. Tapi kalau pelajar yang nakal dan jahat itu sudah tersebar luas dan berjumlah banyak sekali, maka tidak bisa tidak, yang salah adalah sistem yang saat ini sedang diterapkan. Terutama sistem pendidikan.

Fenomena itulah yang terjadi saat ini! Di mana-mana tawuran, bahkan tawuran pelajar ini sudah terlihat seperti ‘perang kolosal’ antara dua pasukan perang yang berhadap-hadapan dengan senjata terhunus. Perang kolosal antarpelajar ini kemudian banyak menjatuhkan korban jiwa. Dari data Komnas Perlindungan Anak bisa kita lihat bahwa pada enam bulan pertama tahun 2012 saja sudah terjadi ratusan kali tawuran pelajar. Hingga bulan Juni, sudah terjadi 139 kali tawuran pelajar di Jakarta saja. Sebanyak 12 kasus tawuran menyebabkan kematian. Pada tahun lalu ada sebanyak 339 kasus tawuran yang menyebabkan 82 siswa tewas (Jurnal Al Wa’ie edisi November 2012). Pada tahun 2007 terdapat sekitar 500 jenis video porno produksi dalam negeri, pada tahun 2011 jumlah itu naik menjadi sekitar 800 jenis. Belum lagi berbagai kasus aborsi, seks bebas, dan pelacuran yang begitu banyak terjadi di dunia pelajar. Semua ini menunjukkan bahwa ada yang salah dengan sistem (terutama pendidikan) yang saat ini sedang kita terapkan.

Para pelajar di barat pun sebenarnya tidak jauh berbeda. Karena sistem yang kita pakai dengan sistem yang mereka pakai relatif sama, yaitu kapitalisme-sekular, maka fenomena yang terjadi di dunia pelajarnya pun hampir sama. Di dalam dunia pelajar di negara-negara barat seperti Amerika, Inggris, Prancis, Jepang, dll, banyak sekali terjadi kasus bullying yang telah sukses membuat banyak remaja di barat tertekan. Bahkan di Jepang, karena banyaknya kasus bullying ini merebaklah fenomena hikikomori, yaitu sejumlah anak remaja Jepang yang mengurung diri di kamarnya, dan menolak keluar lagi. Mereka tidak mau sekolah lagi, tidak mau bermain, tidak mau melakukan apapun, mereka hanya mau mengurung diri di dalam kamar. Apa yang mereka lakukan di dalam kamar adalah berbagai hal yang mereka sukai, seperti main video game, baca manga, internetan, dll. Terkadang mereka keluar secara sembunyi-sembunyi lewat jendela untuk membeli berbagai barang kebutuhan mereka, lalu kembali lagi mengurung diri di kamar.

Apa yang terjadi di Amerika juga sama parahnya dengan di negeri ini. Kita ingat dengan kasus Eric Harris dan Dylan Klebold. Mereka berdua dengan senjata otomatis memberondong teman-teman dan gurunya yang sedang asik makan di kantin. Padahal mereka terkenal sebagai anak yang pendiam dan baik. Ternyata mereka melakukan semua itu karena pernah merasakan bullying dan karena pengaruh video game tembak-tembakan yang bisa mereka mainkan selama berjam-jam. Peristiwa itulah yang kemudian diangkat oleh Michael Moore dalam film dokumenternya yang terkenal, Bowling for Columbine. Jelaslah, bahwa pelajar kita dan pelajar barat hampir tak ada bedanya, karena sistem yang diterapkan antara kita dan mereka sama saja, kapitalisme-sekular. Sudah saatnya sistem rusak itu dibuang ke tong sampah peradaban, dan diganti secara menyeluruh dengan syariah Islam di dalam naungan Khilafah Islamiyah. Bravo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s