Mustafa Kemal Attaturk: Manusia Berhala


La'natullah 'alayh.
La’natullah ‘alayh.

Joseph Stalin, yang kita kenal sebagai diktator bengis yang tidak mengenal belas kasihan itu, memiliki imej yang lembut dan penyayang anak-anak ketika dia masih berjaya memimpin Uni Sovyet. Namun ketika Sovyet runtuh, pemerintahan yang datang setelahnya mengungkap kebobrokan mental Stalin dan semua kekejamannya. Apa yang terjadi di Turki tidaklah begitu! Pemerintah Republik Sekular Turki menjadikan Mustafa Kemal Pasha sebagai orang yang diagung-agungkan baik di saat dia masih hidup maupun ketika dia sudah mati. Setiap orang di sana dibebaskan untuk mendiskusikan tentang apapun yang berkaitan dengan agama Islam, Rasulullah saw., dan bahkan Allah swt., namun membungkam suara-suara yang mencoba mendiskusikan fakta sesungguhnya tentang siapa itu Mustafa Kemal Attaturk.

Mustafa Kemal Pasha sudah terlanjur dikenal oleh dunia sebagai pembaharu dan pembawa ‘perubahan’ besar di Turki. Saking hebatnya, dia kemudian menggelari dirinya sendiri sebagai Attaturk (Bapak Turki). Padahal sebenarnya dia adalah antek negara-negara kafir Barat yang sejati. Kesetiaannya kepada Barat tidak tertandingi. Dia mengganti huruf Arab dengan huruf Latin, mengganti pakaian yang islami dengan pakaian ala Barat. Dia menghapus peringatan hari-hari besar Islam dan menggantikan hari libur yang sebelumnya setiap hari Jum’at menjadi setiap hari Minggu. Dia melarang lagu-lagu berirama Turki dan Arab, dan memerintahkan untuk memainkan musik orkestra beraliran Barat saja. Dia juga melarang orang Turki melaksanakan haji.

Inggris adalah salah satu negara kafir Barat yang amat dikagumi oleh Kemal. Saking kagumnya, dia rela menjilat dan melakukan apapun demi mendapatkan keridhoan Inggris. Hal ini terungkap dari beredarnya sebuah dokumen yang dimuat di koran Al-Ahram yang menyadurnya dari koran Sunday Times tertanggal 16 Dzulqaidah 1387 H bertepatan dengan 15 Februari 1968. Artikel itu berjudul “Kemal Attaturk Mencalonkan Duta Besar Inggris Untuk Menggantikan Posisinya Sebagai Presiden Republik Turki.”

Pada bulan November 1938, Kemal meringkuk di atas ranjang menunggu  kematiannya setelah memimpin Turki selama 15 tahun. Sepanjang masa itulah dia telah mengubah total wajah Turki. Dia khawatir orang-orang yang datang setelahnya tidak sanggup menggantikannya dan tidak sanggup melanjutkan upayanya itu. Kemudian dia memanggil Dubes Inggris yang bernama Bersi Louren ke Istana Dolmabahce. Bersi Louren menuliskan kisah pertemuan rahasianya dengan Kemal dengan cukup detil.

Ketika sampai, aku menjumpai Yang Mulia sedang duduk di atas pembaringan, bersandar kepada beberapa bantal dan dikelilingi oleh seorang dokter dan dua orang perawat. Ketika aku masuk, segera Kemal memerintahkan dokter serta kedua perawat itu untuk keluar dan dia akan membunyikan bel jika memerlukan mereka. Pada saat itu mulailah Kemal Attaturk bicara dengan suara pelan, tetapi dengan perhatian yang sangat serius.  Ia mengatakan kepadaku bahwa dia sengaja mengutus orang untuk memanggilku, karena dia ingin meminta sesuatu yang memerlukan jawaban segera dan pasti dariku.

Persahabatan dan nasihatku merupakan satu-satunya yang selalu menyertainya, serta dia lebih menghargainya daripada nasihat dari pihak lain. Karena nasihatku dianggapnya konsisten, tidak pernah menyimpang. Itulah sebabnya kenapa dia selalu meminta pandangan dariku dalam berbagai momentum dan situasi penting. Dengan kebebasan yang mutlak, seolah aku adalah salah seorang menteri di jajaran pemerintahan Turki.

Selaku presiden, dia memang memiliki wewenang untuk memilih pengganti setelah kepergiannya. Karena itu, ia meminta dengan tulus agar aku bersedia menggantikan posisinya nanti (sepeninggalnya). Dia sangat menunggu jawaban atas permintaannya itu.

Setelah beberapa saat dalam keheningan berpikir, aku menjawab, ‘Sebenarnya saya tidak berdaya untuk mencari perkataan tepat yang bisa menyampaikan perasaan saya yang cukup dimengerti. Sebab pada kenyataannya, perasaan saya saat ini sungguh amat bergolak, berbeda dengan perasaan saya di saat-saat yang lain dalam hidup saya.’

Usulan ini sekaligus merupakan bukti akan pujian dan kebanggaannya, bukan saja terhadap diriku sebagai pribadi, tapi juga terhadap politik luar negeri Turki. Namun aku benar-benar ragu karena kemampuanku terbatas pada administrasi. Ditambah lagi, tanggungjawab pemimpin negara Turki berbeda dengan tanggungjawab sebagai duta besar sebuah negara. Karena itu, tidak ada jawaban lain selain meminta maaf atas ketidaksanggupanku menggantikan posisinya.

Jawabanku itu ternyata memberikan pukulan yang cukup dahsyat kepadanya, sampai dia berpaling dengan punggungnya ke arah bantal-bantal dan membunyikan bel untuk memanggil para perawat yang siap memberikan obat untuknya…” (Ar-Rajulush Shonam: Kamal Attaturk. Dhabit Tarki Sabiq, hal xiv).

Dari dokumen tersebut terlihatlah betapa Kemal begitu gandrung pada Inggris, sampai-sampai rela memberikan kekuasaannya dengan cuma-cuma kepada Inggris.

Mustafa Kemal Pasha, di tangannyalah Khilafah Islamiyah berhasil diruntuhkan. Dan karena perbuatannya itu, sejak saat itu, jutaan kaum muslim meregang nyawa karena dijajah oleh kaum kafir, dan ketiadaan pelindung umat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s