Kata Menteri Agama Mengucapkan Selamat Natal Itu Halal?


Menteri Agama Suryadharma Ali

Menteri Agama Suryadharma Ali

Ada sebuah kabar yang membuat saya terkejut pagi ini. Baik kiranya saya langsung saja copas kabar ini ke dalam tulisan saya. Berikut beritanya yang saya ambil dari metrotvnews.com:

Menag: Ucapkan Selamat Natal itu Halal

Sosbud | Senin, 24 Desember 2012 15:23 WIB

 Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani halal. “Perlu diketahui, pemerintah mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama, jadi tidak ada masalah dengan memberi ucapan selamat Natal. Ya, itu halal.”

Hal tersebut disampaikan Suryadharma dalam konferensi pers usai peluncuran laman berita Islam dan Konferensi Internasional tentang Fatwa di Jakarta, Senin (24/12).

Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Agama menanggapi adanya pendapat sebagian ulama bahwa mengucapkan selamat Natal haram hukumnya.

“Ulama memiliki interpretasi masing-masing dengan sumber hukum berlandaskan, di antaranya Alquran, Sunah dan ijma (kesepakatan ulama). Karena itu, perlu juga dilihat pernyataan itu sebagai fatwa lembaga atau pribadi,” kata dia.

Selain itu, Suryadharma juga menegaskan pandangan pemerintah harus dijadikan rujukan dalam menyikapi pro-kontra tersebut.

“Pemerintah tidak pernah mempersoalkan mengenai hal ini, bahkan presiden, wakil presiden dan menteri agama merayakan Natal, dan semua hari raya agama-agama di Indonesia, sebagai wujud toleransi yang kita bangun,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Menag Suryadharma Ali juga mengimbau peran media dalam menyebarluaskan pesan damai, toleransi dan persatuan.(Ant/TII)

Saya terkejut dengan apa yang dikatakan Suryadharma Ali. Saya tidak habis pikir kenapa ada ulama mengatakan seperti ini. Dalil syar’i yang qath’i tsubut (pasti sumbernya) dan qath’i dilalah (pasti penunjukkannya) telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa mengucapkan selamat natal itu HARAM hukumnya. Dan saya rasa sebagai seorang ulama, Suryadharma Ali tahu itu. Untuk menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal itu halal dia tidak menunjukkan dalil sama sekali, selain mengedepankan kata-kata pemerintah. Padahal kata-kata pemerintah bukanlah dalil, dan bahkan tidak berharga sama sekali. Ini dia kata Surdharma Ali, “Perlu diketahui, pemerintah mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama, jadi tidak ada masalah dengan memberi ucapan selamat Natal. Ya, itu halal.” Terlihat sekali bahwa dasarnya menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal itu halal hanya dari instruksi pemerintah.

Argumentasi Suryadharma Ali selanjutnya adalah karena setiap ulama itu bisa berbeda-beda dalam menetapkan pandangan hukum Islam terhadap sesuatu hal. Begini dia bilang, “Ulama memiliki interpretasi masing-masing dengan sumber hukum berlandaskan, di antaranya Alquran, Sunah dan ijma (kesepakatan ulama). Karena itu, perlu juga dilihat pernyataan itu sebagai fatwa lembaga atau pribadi.”

Memang benar bahwa ulama bisa saja berbeda dalam menyikapi beberapa hal karena dalil-dalil yang ada bersifat zhanni (dugaan kuat). Hanya saja, jika dalil-dalil yang ada itu bersifat qath’i tsubut dan qath’i dilalah, semestinya tidak ada lagi perbedaan pendapat. Terkait dengan ikut merayakan hari besar agama lain dan mengucapkan selamat Natal, banyak dalil yang tersedia qath’i tsubut dan qath’i dilalah. Di dalam Al-Quran banyak sekali ayat yang memerintahkan kita agar jangan mengikuti millah orang-orang kafir baik musyrik maupun ahlul kitab (yahudi dan nasrani). Banyak pula hadis sahih yang menyatakan larangan kita meniru-niru orang kafir. Jadi ikut-ikutan hari raya orang kafir, apapun alasannya, dan mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir, sudah jelas keharamannya seterang benderang siang hari. Sekarang kenapa Suryadharma Ali bisa mengatakan omong kosong seperti ini? Hanya Allah yang Mahatahu. Wallahu a’lam.

Advertisements

4 responses to “Kata Menteri Agama Mengucapkan Selamat Natal Itu Halal?

  1. Anda juga salah…..
    Suryadarma Ali itu bukan ulama…….
    Ulama adalah orang yang berilmu dan takut pada Allah….., kalau si Surya yang ini kan nggak takut kepada Allah….ilmu agamanya cetek lagi…

    • Saya menyebut suryadharma ali sebagai ulama karena memang dia punya latarbelakang pendidikan agama yang cukup tinggi (dia lulusan IAIN, sepanjang kuliah di IAIN pastinya sudah banyak ilmu agama yang dia dapat). Dan kenyataan ini sudah bisa membuat kita menyebut dia sebagai ulama. Hanya saja yang menjadi keanehan adalah kenapa ilmu agamanya tidak menahan dia untuk bicara seperti itu. Di sanalah anomalinya. Ulama seperti inilah yang disebut Rasul sebagai ulama su’ (ulama buruk) yang menyembunyikan ilmu agama yang sebenarnya sudah dia tahu. Walaupun pada kenyataannya ulama kategori ini punya sikap yang buruk (su’), Rasul tetap menyebut mereka sebagai ‘ulama’ (hanya saja ulama yang su’).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s