Badai Pelecehan Seksual


Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan bahwa awal tahun 2013 ini adalah tahun Darurat Nasional Kejahatan Seksual terhadap anak. Pak Arist mengatakan seperti yang dimuat di Detik.com bahwa pada dua bulan awal dari tahun 2013 ini sudah masuk 120 laporan kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 83 kasus di antaranya adalah kejahatan seksual dan sisanya adalah kejahatan fisik.

Data yang disampaikan oleh Komnas Perlindungan Anak ini memang sangat memprihatinkan. Sebab anak yang seharusnya dilindungi dan dibina dengan baik malah jadi tempat pelampiasan nafsu seksual yang di dalam dunia hedonistik ini pasti akan selalu berkobar. Lihat saja, ada siswi SMA yang dilecehkan gurunya, ada bocah 5 tahun yang disodomi, ada yang diperkosa bertahun-tahun sampai meninggal, dan bejibun lagi kasus yang lainnya.

Semua fenomena ini tentunya bukanlah bersifat kasuistik-parsial melainkan sudah bersifat sistemik-fundamental. Kesimpulan ini diambil ditilik dari sudah begitu mengguritanya tindak pelecehan seksual terhadap anak di mana-mana, jika sudah begini pastilah persoalannya bersifat sistemik-fundamental.

Diterapkannya sistem sekular-hedonistik yang menafikan agama dari kehidupan umat manusia adalah ujung pangkal dari semua persoalan pelecehan seksual ini. Karena paham sekular-hedonistik ini berbagai konten yang merangsang birahi banyak beredar di masyarakat. Kaum wanita pun dibebaskan untuk berdandan seronok dan mengenakan pakaian apapun yang mereka suka termasuk yang mempertontonkan aurat mereka. Media pun banyak menayangkan berbagai hal-hal berbau seks setiap waktu. Kita bisa melihat artis-artis yang selalu berpenampilan seronok dan menggoda kerap kali ditayangkan oleh media. Semua itulah yang kemudian memicu merebaknya berbagai tindak pelecehan seksual di tengah-tengah masyarakat. Hal ini bisa kita lihat pula dengan betapa tingginya angka perkosaan dan pelecehan seksual di negera-negara Barat yang amat menghamba pada paham sekular-hedonistik ini. Sementara Yenni Wahid mengungkapkan perkataan dusta, dengan menyatakan bahwa tingkat perkosaan di negara-negara Arab yang menganut nilai-nilai islami itu lebih tinggi daripada di negara-negara Barat yang membolehkan wanitanya memakai bikini. Semua ini jelas hanya ungkapan bohong belaka. Situs nationmaster.com mengungkap data statistik angka perkosaan di 116 negara. Peringkat 5 besar negara yang tertinggi angkat perkosaannya adalah negara-negara di Eropa dan Amerika yang membolehkan kaum perempuannya memakai bikini, yakni Prancis, Jerman, Rusia, Swedia, baru di peringkat kelima adalah Argentina.

Untuk menghentikan semua ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan upaya perubahan yang sistemik-fundamental. Sekularisme-hedonistik mesti diganti dengan ideologi lain yang lebih mumpuni dan menenteramkan. Itulah Islam. Tidak ada lagi yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s