Derita Seorang Fans!


urlJadi begini ceritanya! Tersebutlah seorang cowok, sebut saja namanya Faisal (kalau ada kemiripan nama dan peristiwa, hal ini tidaklah disengaja). Faisal adalah seorang fans berat sebuah girlband cewek-cewek cantik yang lagi ngetop-ngetopnya, yang namanya JKT49.

JKT49 ini emang ranum banget. Para personilnya bening-bening, yang pastinya akan membuat para lelaki (yang tipis iman) menggelepar melihatnya. Tampang mereka imut, pinter nyanyi, banyak duit, tenar, dan kalau lagi beraksi di atas panggung kerap kali mengenakan pakaian-pakaian yang kekurangan bahan dan ‘mengundang’. Tidak seperti Cherrybelle yang fans-nya kebanyakan anak-anak SD dan kaum hawa, JKT49 punya fans yang hampir seluruhnya lelaki. Dan Faisal adalah salah satu di antaranya.

Untuk sesaat terlintas di pikiran saya, bahwa jika sebuah boyband atau girlband punya fans kebanyakan cewek itu wajar, karena biasanya cewek bergerak dengan emosinya (perasaan). Apa yang mereka rasa membawa kebahagiaan dan mereka sukai cenderung akan mereka ikuti. Sementara cowok, tidak seperti cewek, rata-rata bergerak berdasarkan logika (pikiran). Cowok cenderung akan berpikir untung-rugi. Dengan demikian wajar saja kalau fans girlband atau boyband itu kebanyakan cewek daripada cowok. Fenomena JKT49 yang hampir seluruh fansnya cowok itu terus terang cukup mencengangkan saya. Hal itu terlihat pada diri Faisal.

Cowok yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas swasta ini gandrung sekali dengan JKT49. Saking gandrungnya, dia sampai-sampai ‘menghamba’ kepada girlband itu. Apapun informasi yang terkait JKT49 dia pasti tahu. Segala pernak-pernik yang berbau JKT49 dia koleksi. Kalau ada acara JKT49 di tivi dia tidak akan ketinggalan. Dia rela kelaparan di sekolah untuk ngumpulin duit terus beli seluruh album JKT49. Dia juga akan berjuang ngutang sana-sini untuk beli selembar tiket konser JKT49 padahal babehnya cuma tukang becak dan enyaknya cuma buruh cuci. Isi kepalanya Cuma JKT49 dan berbagai bayangan betapa indahnya kalau dia bisa memacari salah satu saja personil JKT49 sambil memoroti duitnya. JKT49 memiliki kharisma yang sedemikian indah di mata Faisal.

Sekarang mari kita bandingkan kisah Faisal di atas dengan kisah Faisal yang lain, yang ternyata cukup mirip. Faisal yang kedua ini lahir pada abad ke-7 masehi, di sebuah kota bernama Makkah. Pada suatu hari ketika Faisal sedang berjalan di pasar, dia melihat ada sekumpulan orang sedang berkerumun mengelilingi seseorang. Karena penasaran, Faisal menghampiri kerumunan orang itu. Ternyata kerumunan itu sedang menyaksikan seorang lelaki yang mengaku Nabi, yang sedang membacakan syair-syair yang indah sekali, yang selama ini belum pernah dia dengar. Faisal kenal lelaki itu, namanya Muhammad. Siapa orangnya di seantero kota Makkah itu yang tidak mengenal Muhammad. Dia adalah seorang lelaki yang baik hati, tidak sombong, jujur, dan pemaaf. Bahkan telah terjadi sebuah konsensus di antara para penduduk Makkah, bahwa Muhammad adalah al Amin (yang terpercaya). Faisal begitu terpesona dengan apa yang dibacakan Muhammad. Dia langsung mengakui dalam hati bahwa apa yang dibacakan Muhammad bukanlah kata-katanya, melainkan kata-kata Tuhan sendiri.

Setelah kerumunan itu bubar, Faisal diam-diam menemui Muhammad. Di hadapan Muhammad kemudian Faisal mengakui bahwa tidak ada sesembahan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dia bergabung ke dalam sebuah agama yang kemudian disebut Islam. Kharisma Muhammad semakin bertambah agung di mata Faisal. Apapun yang disampaikan oleh Muhammad pasti akan diikuti oleh Faisal. Berbagai ilmu yang diajarkan padanya pasti akan dia amalkan. Apapun yang dilakukan Muhammad pasti dia tiru. Dia akan bekerja keras mengumpulkan uang demi bersedekah untuk perjuangan bersama Muhammad. Dan bukan Cuma itu, bahkan nyawa sekalipun akan dia korbankan untuk membela Muhammad. Yang ada di dalam benak Faisal hanya Muhammad saw. dan Islam.

Seperti yang sudah saya sebut di atas, fenomena yang terjadi pada Faisal 1 dan Faisal 2 (sebut saja begitu) mirip sekali, yakni pengidolaan. Ketika seseorang telah mengidolakan orang lain, atau sekelompok orang, konsekuensinya adalah orang itu akan sungguh-sungguh mencintai orang yang diidolakannya, kemudian menjalani pola-pola pengidolaan yang mirip. Akan meniru-niru apapun yang dilakukan idolanya, akan memberikan apapun yang diminta oleh idolanya, akan berkorban apapun demi idolanya, dan akan selalu mengutamakan idolanya ketimbang dirinya sendiri. Ketika kita mengidolakan seseorang, tandanya kita siap berada di bawah bayang-bayang superioritas orang yang kita idolakan itu. Hidup kita akan terkungkung oleh superioritas orang yang kita idolakan itu.

Budaya pop Korea sebenarnya sudah dipersiapkan sejak 10 tahun yang lalu, dan kini budaya itu merambah ke negeri kita tak ubahnya air bah. Budaya itu kemudian mewujud dengan menjamurnya boyband dan girlband korea, yang kemudian menginspirasi anak-anak negeri kita untuk juga membuat girlban dan boyband dengan pola-pola serupa. Dampak selanjutnya adalah terjeratnya generasi muda kita menjadi fans berbagai boyband dan girlband itu. Hal-hal apakah yang digunakan oleh boyband dan girlaband itu untuk memapankan superioritasnya di hadapan para fansnya? Yang pasti ketampanan dan kecantikan mereka, kemampuan mereka menyanyi dan menari, keindahan lekuk tubuh mereka, ketenaran mereka, serta hal-hal yang tidak jauh dari itu. Hal-hal itulah yang selalu membuat para fans menjerit setiap kali boyband dan girlband itu naik ke panggung.

Yang menjadi tanda tanya kemudian adalah: apakah kita rela mengorbankan banyak hal hanya untuk hal-hal seperti itu? Setelah kita membayar mahal untuk nonton konser boyband dan girlband itu kemudian apa yang kita dapat? Setelah kita membeli album artis-artis Korea itu lalu apa yang kita dapat? Jika kita mengetahui info terbaru dan kisah seluruh episode dari drama Korea itu lalu apa yang kita dapat? Coba kita renungkan, apa yang kita dapat? Apakah pengorbanan kita yang sebegitu besarnya demi artis-artis Korea itu sepadan dengan apa yang kita dapatkan dari mereka? Dapat pahala? Kan tidak ada hal lain yang ditawarkan artis-artis Korea itu selain hura-hura, dan kesenangan sesaat. Dengan mengikuti mereka justru kita termakan jerat kapitalis yang kemudian berhasil memoroti uang kita. Kita sudah menghambur-hamburkan waktu dan tenaga.

Ketika kita mengidolakan Rasulullah Muhammad saw. pada saat yang sama kita telah menjadikan beliau sebagai teladan kita. Superioritas beliau bukan saja karena ketampanan beliau, dan bukan saja karena beliau jujur dan terpercaya, tapi juga karena wahyu yang diturunkan oleh Allah swt. kepada beliau. Memang beliaulah satu-satunya makhluk yang pantas untuk diidolakan dan diteladani. Kita merendahkan diri di hadapan beliau, kita tiru seluruh perbuatan beliau, kita korbankan harta bahkan nyawa untuk melindungi beliau dan berjuang bersama beliau, dan semua pengorbanan besar yang telah kita kerahkan itu akan dibayar dengan ganjaran yang sepadan, surga jannatunna’im. Bukannya sekadar fatamorgana seperti yang ditawarkan oleh boyband dan girlband Korea.

Dan saat ini saya masih harus tetap mengurut dada, sebab setiap kali saya melihat ada berita konser-konser boyband atau girlband digelar, di situlah saya saksikan ada demonstrasi kebodohan yang amat telanjang. Kok mau-maunya orang sebanyak itu dibodohi oleh boyband dan girlband Korea (tepok jidat!).

Advertisements

2 thoughts on “Derita Seorang Fans!”

  1. kerennn tulisannya…adek saya jg remaja cowok sma yg suka sm jkt45 itu. bukannya mengidolakan nabi atau figur yang bermanfaat 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s