Hijab Modis Bikin Miris!


Jilbab punuk unta yang meresahkan.
Jilbab punuk unta yang meresahkan.

Senang sekali jika melihat ada semangat baru di tengah-tengah wanita muslimah untuk menutup auratnya dengan mengenakan kerudung atau yang sekarang ini banyak disebut hijab. Bermunculan pula komunitas-komunitas yang menghimpun wanita-wanita muslim yang memiliki semangat yang sama untuk memulai kebaikan ini (menutup aurat). Hanya saja ternyata cukup banyak pula hal yang mesti dkritisi dan diluruskan jika terkait dengan fenomena ini.

Kesadaran dan semangat untuk menutup aurat ternyata tidak dibarengi dengan kesadaran dan semangat untuk mempelajari bagaimana aturan Islam yang sebenarnya tentang menutup aurat ini. Akibat selanjutnya adalah, banyak wanita muslim yang asal-asalan saja menutup aurat dan bahkan terjebak dengan dunia fashion hijab yang telah melenceng jauh dari aturan Allah tentang menutup aurat, dan bahkan mengarah kepada kemaksiatan. Karena itulah kesadaran dan semangat saja sebenarnya tidaklah cukup, tetapi harus juga dibarengi dengan keinginan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana aturan Islam tentang menutup aurat.

Suatu kali saya mengobrol dengan seorang senior saya yang pernah bekerja beberapa tahun di sebuah butik busana muslim yang sudah menasional, bahkan mungkin sudah akan go internasional. Senior saya ini seorang aktivis Islam yang idealis, dan kerap kali berseberangan dengan manajemen butik itu tentang konsep busana muslim yang sesungguhnya. Ia bercerita bahwa butiknya itu memiliki semacam “salon kerudung”, tempat para muslimah mendandani kerudung yang dipakainya agar terlihat trendi, unik, dan lain dari yang lain. Jadi sekarang ini bukan rambut saja yang harus masuk salon, tetapi kerudung juga mesti masuk salon agar terlihat lebih manis. Salon kerudung ini memiliki segudang kreasi bagaimana membuat kerudung terlihat lebih gaya. Ada yang dijadikan sanggup punuk unta, ada yang dikepang, ada yang dibelit ke belakang atau ke leher, ada yang dirangkai jadi bunga, dan banyak lagi kreasi lainnya. Bahkan saking rumitnya kreasi kerudung itu, senior saya itu bilang, “di satu kepala itu bisa ada lebih dari 30 jarum pentul tuh, Sa.”

Saya geleng-geleng. Saya berpikir, pasti rumit sekali kreasi kerudungnya sampai-sampai membutuhkan lebih dari 30 jarum pentul untuk merangkai dan menguntai kain kerudung itu serta bisa lekat di kepala. Jika memang harus begini, berarti memakai kerudung itu akan rumit dan ribet sekali, padahal Allah tidak pernah memerintahkan pakai kerudung sampai sejauh ini. Tapi tunggu dulu, ternyata masih lebih miris lagi dari itu. Senior saya pun melanjutkan ceritanya.

Pada suatu kesempatan senior saya ini hadir di salah satu event yang diselenggarakan oleh butik tempat ia bekerja. Acaranya adalah sebuah fashion show busana muslim yang modis dan trendi, yang membawa imej dari butik itu sendiri. Di sana senior saya melihat banyak muslimah yang memakai kerudung dengan berbagai kreasi yang unik dan rumit. Iseng-iseng, senior saya itu bertanya kepada salah satu stylist kerudung yang ada di sana.

“Kalau pakai kerudungnya kaya’ gitu pasti ribet banget pas datang waktu solat ya? Dilepas dulu, kemudian harus ditata lagi agar jadi seperti semula?”

“Kalau udah pakai kerudung kaya’ gitu sih mana ada yang solat mas.” Sahut si stylist kerudung itu.

Di sinilah saya shock mendengarnya. Ternyata ada banyak wanita muslimah yang memakai kerudung bukan karena menjalankan perintah Allah, melainkan karena fashion kerudung itu sendiri. Sampai-sampai gara-gara fashion kerudung kemudian mengabaikan solat. Miris sekali. Padahal Allah hanya meminta wanita untuk memakai kerudung saja. Allah tidak pernah meminta wanita untuk memakai kerudung yang dibelit ke leher atau kerudung yang disanggul seperti punuk unta. Allah juga tidak pernah meminta wanita memakai kerudung dengan berbagai kreasi yang rumit dan ribet. Dengan demikian, jika kita masih menyibukkan diri dengan fashion (fashion apapun itu), bisa jadi keikhlasan belum menyapa hati kita. Sebab ternyata kita lebih mendahulukan fashion dengan melanggar aturan Allah. Miris sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s