Dipasung Demokrasi


Ajang Kemaksiatan

Ajang Kemaksiatan

Memang ada sesuatu yang aneh dengan akan diselenggarakannya ajang akbar Miss World 2013 pada 28 September 2013 mendatang. Kabarnya Indonesia yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraannya dan acara ini akan digelar di Bogor. Tepatnya di Sentul, di stadion besar tempat dahulu Justin Bibir eh Bieber pernah manggung. Satu hal yang membuat saya bertanya-tanya adalah, kenapa Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), membolehkan hal ini? Padahal semua orang pasti tahu kegiatan seperti apakah Miss World itu.

Ketika saya buka facebook ternyata banyak juga orang yang buka lapak tentang urusan ini. Saya membaca salah satu comment dari seseorang yang mungkin adalah salah satu pendukung atau anggota dari partai Islam yang mengusung Aher. Di dalam comment itu dia mengatakan bahwa penyelenggara Miss World telah datang kepada Aher dan menyatakan bahwa ajang Miss World di Bogor ini akan lebih sopan dengan tidak mengadakan sesi bikini. Hal ini dilakukan oleh penyelenggara, katanya untuk menghormati Aher yang berasal dari partai Islam. Ketiadaan bikini inilah yang kemudian dijadikan argumentasi kuat yang disodorkan Aher kepada publik. “Ini lebih sopan dan bertatakrama, sehingga jauh dari kesan-kesan negatif,” katanya, seperti dikutip dari MediaUmat Edisi 103. Padahal walau pun tidak ada bikini tetap saja ajang Miss World akan mengumbar aurat para wanita yang menjadi pesertanya, dan hal itu diharamkan Islam, Aher pun pasti tahu itu.

Saya cukup bisa memahami kerangka berpikir Aher dan kawan-kawan dari partai Islam yang tergabung di dalam demokrasi itu, kalau tidak bisa didapatkan seluruhnya, maka sedikit-sedikit juga tidak apa-apa. Daripada kontes itu memakai bikini, kan lebih baik kalau tidak memakai bikini. Jelas sekali sikap pragmatis dan kompromistis di sini, yang sangat jauh bertentangan dengan Islam. Kontes Miss World baik memakai bikini atau tidak memakai bikini tetaplah sebuah kemaksiatan yang harus dihilangkan. Rasul saaw bersabda dalam sebuah hadis beliau yang amat populer, kalau kita melihat kemungkaran maka ubahlah dengan ‘tangan’, kalau tidak mampu maka ubahlah dengan ‘lisan’, dan kalau tidak mampu maka ingkarilah dengan ‘hati’, yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman. Tidakkah seorang Gubernur Jawa Barat memiliki ‘tangan’ (kekuatan dan kewenangan) yang memadai untuk menghentikan penyelenggaraan Miss World itu sepenuhnya? Bukannya bersikap kompromistis dengan merestui Miss World hanya karena tidak memakai bikini.

Belakangan Aher menyatakan bahwa izin pelaksanaan kontes itu tidak berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Semua urusan administrasi ditangani oleh tingkat pusat,” katanya seperti dikutip dari MediaUmat edisi 103. Dari pernyataan Aher ini timbul lagi tanda tanya besar, apakah sebagai seorang muslim tidak ada dorongan di dalam diri Pak Aher untuk mengatakan sesuatu guna menolak kontes kemaksiatan ini kepada tingkat pusat? Kalau memang benar Pak Aher sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi atas semua ini, berarti demokrasi sudah memasung Pak Aher, alangkah lebih baik untuk menyegerakan diri keluar dari demokrasi agar kita bisa menyerukan kebenaran dengan bebas. Sebab di dalam demokrasi kita hanya bisa bersikap kompromistis terhadap sesuatu yang sudah jelas status hukumnya di dalam Islam. Lebih dari itu, kalau kita ada di dalam demokrasi, mulut kita akan berat menyuarakan kebenaran Islam, sebab kita sudah menikmati uang dari demokrasi. Yang sudah jelas adalah, gantikan demokrasi dengan syariat Islam. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk mengatakan kebenaran sebagai kebenaran. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s