Ujian Untuk ‘Sir’ Susilo


sby1Ada salah satu ayat di dalam Al-Quran yang menanyakan kepada kita semua, apakah kita dibiarkan saja “menggelari” diri kita sebagai “orang beriman” (mukmin) sementara kita tidak diuji lagi? Ada sebuah konsekuensi besar dari gelar mukmin itu, konsekuensi yang akan membuktikan apakah keimanan kita adalah keimanan sejati atau keimanan palsu. Ujian keimanan itu akan didatangkan Allah dalam berbagai bentuknya. Secara global, bentuk-bentuk ujian itu terbagi dua: ujian kenikmatan dan ujian kesulitan.

Seperti sudah sama-sama kita ketahui, beberapa waktu yang lalu, Presiden kita mendapatkan gelar kehormatan dari Ratu Inggris, ‘Knight Grand Cross in the Order of the Bath’. Gelar itu begitu dia banggakan dan dia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk sama-sama berbangga diri akan gelar yang dia sandang itu. Sekarang presiden kita boleh memiliki gelar “Sir” di depan namanya. Seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia tidak perlu berbangga diri. Bahkan seharusnya malu, karena pemimpin kita ternyata amat berjasa bagi negara lain alih-alih berjasa kepada rakyatnya sendiri. Dari penyematan gelar itu, sudah jelas kepada siapa sebenarnya presiden kita berpihak, tentu saja kepada negara asing dan kapitalis asing.

Gelar sir ini ternyata bukan tanpa konsekuensi, dan pihak yang menanggung konsekuensi itu adalah rakyat. Setelah penyematan gelar itu melayanglah sebuah tambang minyak milik rakyat kepada sebuah perusahaan minyak Inggris, British Petroleum. Presiden kita menyerahkan pengelolaan blok kaya tambang itu kepada Inggris.

Sekarang ternyata Organisasi Papua Merdeka yang menginginkan Papua memisahkan diri dari Indonesia membuka kantor perwakilannya di Oxford, Inggris. Mereka menamakan diri mereka Free West Papua Campaign. Nah, apa-apaan lagi ini?

Seperti dikutip dari republika.co.id., Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, menyatakan bahwa presiden merasa kecewa dan prihatin. Dia mengatakan bahwa presiden telah memberi instruksi kepada Kementrian Luar Negeri untuk menindaklanjuti hal tersebut. Menurut Teuku, pemerintah Inggris pun sudah dengan cepat memberikan respons atas peristiwa itu, dan peresmian kantor gerakan separatis tersebut bukanlah representasi sikap pemerintah Inggris. Dia menekankan bahwa tidak ada perubahan posisi pemerintah Inggris terhadap kedaulatan Indonesia.

“Itu tidak merefleksikan pemerintah Inggris. Tidak ada perubahan posisi pemerintah Inggris. Namun, untuk lebih mempertegas, pemerintah Indonesia tetap akan menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Teuku.

Saya yang orang awam dan bodoh merasa ada sesuatu yang aneh dengan kata-kata staf khusus presiden ini. Bagaimana mungkin pemerintah Inggris tidak ada hubungannya dengan semua ini padahal pembukaan kantor kelompok separatis itu sendiri dihadiri oleh walikota Oxford, Mohamed Niaz Abbasi, dan anggota parlemen Inggris, Andrew Smith. Mantan walikota Oxford, Elise Benjamin, pun turut hadir. Seharusnya Inggris segera menindak tegas pembukaan kantor gerakan separatis negara sahabatnya (Indonesia), yang jelas-jelas akan memecah belah negara sahabatnya tersebut. Kalau membiarkan saja Organisasi Papua Merdeka tetap bergerak bebas, tandanya Inggris meridhoi Indonesia terpecah belah.

Kalau memang pemerintah Indonesia (yang direpresentasikan oleh figur presiden) memiliki posisi tawar (izzah) di hadapan Inggris, mestinya pemerintah Indonesia memberi peringatan keras kepada Inggris untuk menutup kantor gerakan separatis itu. Jika Inggris tidak menggubris peringatan ini, putuskan saja hubungan diplomatis dengan Inggris, kemudian usir seluruh perusahaan Inggris dari negeri ini. Kemungkinan terburuk, jika saja sikap ini mendorong Inggris untuk mengerahkan angkatan perangnya untuk menyerbu Indonesia, umat Islam Indonesia siap untuk bergerak dalam jihad akbar melawan Inggris dalam naungan ridho Allah penguasa semesta.

Sayangnya, sikap seperti itu rasanya tidak akan pernah diambil oleh presiden kita. Sebab, dia adalah antek Inggris. Gelarnya saja diberikan Ratu Inggris, dan dia bangga setengah mati akan gelarnya itu. Sudah seharusnya rakyat negeri ini melepaskan dirinya dari pemimpin seperti ini, dan terus bergerak untuk menerapkan syariat Islam dan mengangkat seorang Khalifah yang akan dengan amat serius menjaga darah, tanah, dan kemuliaan kaum muslim. (follow @sayfmuhammadisa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s