Mengkritik Pemerintah Melulu


aksi-israel-bandung21Kenapa sih kok kerjaannya ngritik pemerintah melulu? Emangnya nggak ada kerjaan lain ya? Kok yang dilihat yang buruk-buruknya aja sih? Lihat dong sisi baiknya, kita harus positif, jangan cuma lihat sisi buruknya aja. Pemerintah sekarang pun pasti sudah banyak jasanya kepada kita. Mereka udah capek-capek ngurusin negara kita, sementara kita tinggal ongkang-ongkang kaki doang. Jangan bisanya cuman menjelek-jelekkan aja, cuma omong doang. Sejelek apapun pemerintah kita udah banyak bekerja nyata, jangan cuma jadi orang yang bisanya komentar aja.

Berbagai kalimat di atas adalah lontaran-lontaran dari orang-orang yang pro kepada sistem dan pemerintahan kita sekarang ini, yang ditujukan kepada berbagai kalangan yang kerap kali mengkritik pemerintah. Sekilas pandang sepertinya lontaran-lontaran itu amat positif dan konstruktif. Padahal sebenarnya argumentasi di balik kalimat-kalimat itu amatlah lemah. Saya ingin sekali membicarakan tema ini. Mari!

Sebelumnya mari kita samakan persepsi tentang seperti apa pemerintahan kita sekarang dan segala hal yang melingkupinya. Diakui atau tidak, seluruh struktur pemerintahan kita sekarang ini berdiri di atas dasar ideologi Kapitalisme-sekular. Ciri utama dari ideologi ini adalah hukum-hukum agama tidak diikutsertakan dalam mengatur jalannya roda pemerintahan. Hanya saja banyak kalangan di negeri ini masih malu-malu mengakui bahwa negara kita adalah negara kapitalisme-sekular. Dalih yang biasa dipakai biasanya, “negara kita bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekular.” Seperti itulah yang dikatakan Mahfud MD, mantan ketua MK, ketika menyampaikan kuliah umum mengenai Posisi Hukum Islam Dalam Perspektif Hukum Tata Negara pada program pasca sarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (18/3).  Jadi kira-kira negara kita ini negara apa? Negara yang bukan-bukan? (just guyon!).

Untuk menguatkan statement-nya, Mahmud MD melihat bagaimana proses sejarah terbentuknya Pancasila yang melibatkan berbagai kalangan agama dan nasionalis. Dan negara kita pun menyatakan bahwa dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi kalau kita mau jujur, kenyataannya semua itu hanyalah klaim kosong belaka. Walau pun menyatakan bahwa dasar negara ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi nyata-nyatanya berbagai proses hukum dan pemerintahan banyak mengabaikan Hukum Tuhan (Islam), dan lebih mengutamakan suara mayoritas dalam mekanisme demokrasi. Karena itulah terlihat sekali bahwa saat ini yang halal bisa menjadi haram dan begitu juga sebaliknya. Semua ini jelas-jelas sebuah gejala dari negara Kapitalisme-sekular.

Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah kita bukanlah pemerintah yang menerapkan Islam, melainkan pemerintahan yang menerpakan sistem kufur yang tidak diridhoi Allah Swt. Pemerintah kita telah melakukan sebuah kezaliman yang nyata, yakni tidak mau menerapkan syariah Islam yang berasal dari Allah Swt. Di dalam Al Quran Allah berfirman: “Barang siapa yang tidak berhukum kepada apa yang diturunkan Allah, maka merekalah orang-orang yang zalim,” (Al Maidah: 46). Dengan adanya pemimpin yang zalim macam begini Rasulu Saw. bersabda: “Penghulu para syuhada adalah Hamzah dan orang yang berdiri di hadapan penguasa zalim lalu ia menyuruh dan melarangnya (maksudnya menasihati penguasa itu), lalu penguasa itu membunuhnya” (Hadits Shahih dalam Mustadrak ‘ala shahihain, imam Al Hakim no. 4884). Dalam hadisnya yang lain Rasul juga bersabda: “Jihad yang paling afdhal adalah berkata benar di hadapan pemimpin yang zalim” (H.R. Abu Dawud no. 4344, Ibnu Majah no. 4011, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani).

Jelaslah bahwa aktifitas mengkritik pemerintah itu bukan berdasarkan akal-akalan atau karena memang hobi belaka (hehe…), tapi karena memang ada dalil dari Allah dan RasulNya yang memerintahkan hal itu. Mengkritik pemerintah adalah sebuah aktifitas yang amat baik dan mulia, bahkan Rasul sendiri menyebutnya sebagai jihad yang utama (afdhal). Mengkritik pemerintah bukan sekadar ingin mencari-cari kesalahan atau nggak ada kerjaan. Tapi karena itu adalah perintah Allah dan RasulNya. Lagian pemerintahan kita apa sih prestasinya? Kalau memang pemerintah kita berprestasi kenapa orang miskin masih banyak? Kenapa yang putus sekolah masih banyak? Kenapa anak jalanan masih banyak? Semuanya disebabkan pemerintah masih betah menerapkan ideologi kapitalisme-sekular itu dan solusinya hanyalah mengganti seluruh sistem yang ada dengan syariah Islam. Jadi teruslah mengkritik pemerintah, banyak gizinya.!!! (follow @sayfmuhammadisa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s