Sistem dan Sempurnanya Akhlak


arroyahKita pasti sudah sama-sama mengetahui bahwa Rasulullah Muhammad SAAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Beliau bersabda dalam salah satu hadisnya, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh,” (HR. Bukhari). Dari hadis ini jelas sekali apa tujuan sebenarnya Rasulullah diutus ke muka bumi. Sayangnya, yang kemudian timbul di tengah-tengah umat adalah tindakan yang bias dalam menerapkan hadis tersebut. Sehingga yang kemudian muncul adalah suara-suara sumbang terhadap dakwah kepada penegakan syariat Islam. Ngapain mendakwahkan syariah dan Khilafah? Nabi itu diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, bukannya untuk menegakkan Khilafah. Dakwah kok politiiiiiikkk melulu, emangnya Nabi mendakwahkan politik? Nabi itu diutus untuk menyempurnakan akhlak, bukannya demo-demo melulu untuk mengkritik pemerintah! Seperti itulah kira-kira lontaran yang banyak beredar di luar sana, selain itu masih banyak lagi.

Lalu bagaimana? Dari lontaran-lontaran tadi kok sepertinya dakwah untuk menegakkan syariah dan Khilafah itu tidak nyambung dengan tujuan bahwa Nabi kita diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia? Mari sama-sama kita bicarakan tema ini.

Tidak ada yang salah sama sekali dengan hadis di atas. Benar, bahwa Nabi kita diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Begitu juga tidak ada yang salah dengan aktifitas dakwah untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Yang keliru adalah cara kebanyakan orang di luar sana dalam memahami keduanya.

Jika kita meneliti siroh Rasulullah SAAW dan perjalanan dakwah beliau, kita akan melihat bahwa beliau memang diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Hanya saja kita harus lebih jeli lagi melihat bagaimana ‘cara’ beliau menyukseskan misi beliau itu. Untuk menyempurnakan akhlak manusia, Rasulullah mendakwahkan seruan-seruan akhlakiyah. Beliau berkata agar kita jangan suka sombong, jangan bohong, jangan berzina, jangan mencuri, harus murah senyum, harus patuh kepada kedua orang tua, dll. Kepada para pedagang beliau berkata agar jangan suka mencurangi timbangan, jangan suka menimbun barang, harus jujur tentang barang dagangannya, dan lain sebagainya.

Namun Rasulullah SAAW tidak berhenti sampai disitu saja. Beliau tidak berhenti hanya pada seruan-seruan akhlak saja. Tetapi beliau juga menegakkan sebuah sistem yang kokoh untuk menjaga agar akhlak umat manusia tetap lurus dan mulia, sistem tersebut adalah syariat Islam.

Secara legal-formal, beliau menerapkan sistem Islam tersebut di tengah-tengah kepemimpinan beliau di Negara Islam yang pertama di kota Madinah kala itu. Beliau tidak hanya melarang kita dari mencuri, kepada para pencuri beliau juga menerapkan hukum potong tangan seperti yang diajarkan oleh Allah di dalam al-Quran. Beliau bukan hanya mendakwahkan kepada kita agar jangan berzina, tetapi beliau juga menerapkan sanksi cambuk dan rajam kepada para pezina. Yang demikian itu agar perbuatan maksiat (seperti zina dan mencuri tadi) tidak menyebar di tengah-tengah masyarakat Islam. Umat Islam yang lain akan menjadi takut untuk melakukan perzinaan dan pencurian, sehingga akhlak mereka terjaga. Kepada para pedagang beliau juga tidak hanya mendakwahkan agar selalu berlaku jujur dan adil terhadap barang dagangannya. Namun beliau juga menerapkan sanksi yang berat jika ada pedagang yang berani menipu konsumennya dan mencurangi barang dagangannya.

Jelaslah bahwa dakwah untuk penerapan syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah justru adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia itu sendiri. Sebab kemuliaan akhlak manusia sebenarnya adalah efek dari penerapan sebuah sistem di tengah-tengah umat manusia tersebut. Dengan diterapkannya sistem Islam secara menyeluruh di dalam naungan Khilafah, insya Allah akan tercipta manusia-manusia yang mulia akhlaknya sebagaimana akhlak para sahabat dan salafush shalih.

Di dalam sistem demokrasi kita bisa lihat sendiri, orang sebaik dan semulia apapun pasti akan terjatuh di dalam kubangan dosa dan nestapa, karena demokrasi pasti akan menyeret orang untuk menjadi busuk dan jahat. Bukti sudah bertebaran di mana-mana. Contoh pun sudah banyak. Tinggallah kita, apakah kita mau membuka mata dan hati kita untuk beralih kepada perjuangan yang mulia untuk menerapkan syariah Islam dan Khilafah Islamiyah? Life is Choice. (follow @sayfmuhammadisa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s