Kasihan Rakyat


ImageSaya merasa miris bukan kepalang ketika berkunjung ke SPBU hendak mengisi bensin. Biasanya saya ngisi bensin goceng doang sudah bisa membuat indikator bensin bergerak lebih dari setengah. Sekarang, setelah harga BBM dinaikkan oleh pemerintah, jarum indikator bensin itu sudah tidak melewati tengah-tengah lagi. Harga premium yang tadinya 4500 perak sekarang sudah 6500 perak, pantas saja sudah tidak bisa membuat jarum indikator itu bergerak ke tengah.

Saya berpikir betapa akan semakin sulitnya kehidupan rakyat kalau sudah begini. Kok ya pemerintah itu tega melakukan semua ini kepada rakyat? Kasihan benar rakyat. Kalau harga BBM yang sudah dinaikkan, pastilah dia akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan, dan dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh rakyat. Seluruh harga pun pasti akan merangkak naik.

Saya orang awam dan bodoh, saya bertanya-tanya, apa sih sebenarnya alasan pemerintah melakukan ini semua? Dari berbagai iklan yang wara-wiri di televisi, saya berhasil mendapatkan informasi tentang alasan pemerintah menaikkan harga BBM. Katanya subsidi BBM selama ini salah sasaran. Yang banyak menikmati subsidi BBM itu adalah kalangan orang-orang kaya bermobil. Dengan dicabutnya subsidi BBM, nanti dananya itu akan dialihkan ke sektor-sektor yang lain yang lebih menyentuh perikehidupan rakyat, seperti pendidikan, perumahan, dan sektor-sektor lainnya. Selain itu pemerintah juga akan mendistribusikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yang besarannya 150 ribu perak selama 4 bulan. Kalau misalnya pemerintah terus-terusan mensubsidi BBM, nanti APBN bisa jebol dan jadinya defisit. Pemerintah bisa kekurangan dana untuk menjalankan pemerintahannya. Jadi deh harga BBM mau tidak mau harus dinaikkan. Begitu katanya, terdengar amat mulia. Tetapi saya tidak mau menelan semua ini bulat-bulat. Banyak kabar beredar bahwa pemerintahan ini adalah pemerintahan korup, jadi walau pun saya awam dan bodoh, saya tidak mau menelan apa kata pemerintah ini bulat-bulat. Saya ingin mempertanyakan segala hal secara kritis.

Apakah benar subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh orang kaya? Kayaknya di Indonesia sini lebih banyak orang miskinnya deh daripada orang kaya. Tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk menyadari kenyataan ini, lihat saja dengan mata kepala kita sendiri. Orang miskin bertebaran di mana-mana, bahkan mungkin di sekitar kita. Kalau pengen data, Bank Dunia pernah mensurvei, dengan batas minimal penghasilan 1 dollar AS sehari, di Indonesia sini ada lebih dari 100 juta jiwa warga miskin. Kalau sudah begini berarti yang lebih banyak menikmati subsidi BBM orang kaya atau orang miskin? Ya jelas orang miskin dong.

Kalau kita cari informasi lebih banyak lagi, kita akan semakin mengetahui bahwa omongan pemerintah itu dusta belaka. Yang lebih banyak menikmati subsidi BBM itu orang miskin, bukan orang kaya. Data dari Sensus Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2010 yang dikutip dari MediaUmat edisi 107 mengungkapkan hal ini. Ternyata subsidi BBM digunakan oleh 65% rakyat kelas bawah dan miskin. Sementara orang kaya yang menggunakan subsidi BBM Cuma 2% saja. Data dari BPS pada tahun 2011 pun menggambarkan hal yang sama. Ada 85,6 juta kendaraan bermotor di Indonesia. Sepeda motor 68,8 juta kendaraan, bus 2,2 juta; truk 4,9 juta; dan kendaraan penumpang sebanyak 9,5 juta. Jadi pengguna BBM terbanyak adalah sepeda motor, yakni 80,37%. Sementara mobil penumpang hanya 11%. Itu pun masih bercampur antara mobil pribadi dan angkutan umum. Artinya, tetaplah pengguna BBM terbanyak itu rakyat kecil, bukan orang kaya.

Kalau memang benar APBN bakal jebol jika subsidi BBM tidak dicabut, kok tahun kemaren masih ada sisa anggaran yang cukup banyak sebesar 32,7 triliun. Kenapa tidak dipakai saja uang itu? Kok malah repot-repot menaikkan harga BBM yang bakal menambah panjang penderitaan rakyat? Kalau memang pemerintah kesulitan uang untuk membiayai pembangunan negeri ini karena APBN cekak, kenapa tidak diambil alih saja berbagai tambang yang selama ini dikeruk oleh perusahaan asing? Kenapa dibiarkan saja perusahaan asing penjajah itu tetap leluasa merampok kekayaan alam kita? Sebenarnya ada banyak pertanyaan untuk pemerintah. (follow @sayfmuhammadisa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s