Tirani ‘Tuhan’


Paus Alexander VI alias Rodrigo Borgia. Salah satu Paus paling bejat dalam sejarah Vatikan.
Paus Alexander VI alias Rodrigo Borgia. Salah satu Paus paling bejat dalam sejarah Vatikan.

Paus Alexander VI dan Kebejatannya

Bagian 3

by Sayf Muhammad Isa

Artikel bagian ini akan mengisahkan tentang kebejatan Paus Alexander VI, yang nama aslinya Rodrigo Borgia. Dia adalah Paus yang kontroversial dalam sejarah Vatikan dan reputasi buruknya masih terus terasa hingga hari ini.

Pada abad ke-15 Masehi, banyak keluarga kaya yang berkuasa di sekitar kawasan Italia sekarang. Ada keluarga Visconti dan Sforza dari Milan; keluarga Medici dari Florence; keluarga d’Este dari Ferrara; keluarga Boccanegra dari Genoa; juga keluarga Barberini, Orsini, dan Della Rovere. Keluarga-keluarga itulah yang berkuasa atas wilayah-wilayah dan tanah-tanah, juga berbagai pajak dan harta. Dan kekuasaan terbesar dari semua itu terletak di tangan Tahta Kepausan. Beberapa keluarga seperti Medici, Orsini, dan della Rovere, menyuplai Paus-Paus dari saudara-saudara mereka sendiri, tetapi yang terkenal dari semuanya adalah yang berasal dari keluarga Borgia. Ada dua Paus yang berasal dari keluarga Borgia, yaitu Alonso Borgia, yang bergelar Paus Kallistus III, yang diangkat pada tahun 1455; dan Rodrigo Borgia, yang bergelar Paus Alexander VI, yang akan kita bicarakan.

Sejak awal Kallistus III sudah cakap dalam nepotisme. Dia menempatkan sanak saudaranya dalam berbagai jabatan ‘basah’ di dalam birokrasi Kepausan. Dia juga menempatkan dua orang keponakannya, yang salah satunya adalah Rodrigo, menjadi Kardinal pada tahun 1456. Padahal seharusnya jabatan ini diberikan kepada orang yang berusia lebih dewasa atau sudah tua, sementara kedua keponakannya itu bahkan masih berusia 20an.

Paus Kallistis III kemudian menyerukan Perang Salib (Crusade) pasca Fetih Sultan Mehmet merebut Konstantinopel pada tahun 1453. Dia menjual segala harta bendanya dan menjual apapun yang bisa dijual untuk menggalang kekuatan guna membentuk pasukan salib untuk merebut kembali Konstantinopel. Sayangnya, para raja dan penguasa di daratan Eropa sudah ogah dengan perang salib dan mereka enggan mengirimkan pasukannya. Kondisi ini amat menekan, sehingga Paus Kallistis III amat tidak populer.

‘Pesta Kebun’ Rodrigo Borgia

Rodrigo Borgia harus menunggu 34 tahun untuk menjadi Paus. Pada usianya yang ke-61 barulah dia berhasil menduduki tahta suci Santo Petrus. Semenjak masa mudanya, Rodrigo gemar sekali menggelar pesta-pesta orgi yang biasa disebut ‘Pesta Kebun’. Parahnya, setelah menjadi Paus, kegemaran itu tidaklah hilang. Dia telah menjadi ayah dari 8 orang anak dari 3 atau 4 orang kekasih gelap. Dia kaya raya, dan semuanya itu diraihnya dengan mengeksploitasi jabatannya sebagai Paus. Bagi dia, jabatan Kepausan adalah bisnis yang akan menghasilkan uang yang banyak. Sejarawan Francesco Giucciardini menggambarkan Rodrigo sebagai berikut: Ada sesuatu di dalam dirinya dan dalam ukuran yang penuh, semua kejahatan baik daging dan jiwa… Tidak ada di dalam dirinya agama, tidak perlu baginya untuk memegang kata-katanya. Ia menjanjikan apa pun secara bebas, tetapi tidak mengikat dirinya dengan apapun yang tidak berguna baginya. Ia tidak peduli pada keadilan, karena pada jamannya, Roma adalah sarang pencuri dan pembunuh. Selain itu, segala dosanya tidak mendapat hukuman di dunia ini dan ia berada di dunia ini dalam keadaan makmur hingga akhir hayatnya. Dengan satu kata, ia itu lebih iblis dan mememiliki keberuntungan yang lebih banyak daripada Paus-Paus lain dari abad-abad sebelumnya.

Penobatannya menjadi Paus terjadi pada tanggal 26 Agustus 1492. Prosesinya berjalan sepanjang 3 kilometer dan melibatkan 10 ribu penunggang kuda. Seluruh duta besar negara tetangga dan seluruh pegawai rumah tangga Kepausan pun dikerahkan. Di kiri-kanan jalan dipasang spanduk-spanduk puja-puji bagi Rodrigo, di antaranya berbunyi: ‘Alexander yang tidak kasat mata’, ‘Alexander yang paling hebat’, dan ‘penobatan Alexander dewa yang besar’. Lebay banget.

Cesare Borgia, salah satu anak haram dari Paus Alexander VI, mengadakan sebuah jamuan makan malam pada akhir bulan Oktober 1501 Masehi. Pada pesta itu, 50 orang pelacur menari telanjang bersama 50 orang pelayan. Pesta itu kemudian diteruskan dengan orgi (maaf, pesta seks). Di sana juga digelar penganugerahan penghargaan kepada siapa saja yang bisa berzina dengan paling banyak pelacur, atau bisa memperlihatkan ‘aksi terbaik’. Dewan jurinya adalah Cesare Borgia, Rodrigo Borgia, dan Lucrezia Borgia (salah satu anak haram Paus).

Para diplomat asing pung mengetahui bahwa setiap malam ada sedikitnya 25 wanita yang masuk ke apartemen-apartemen Kepausan untuk melayani nafsu bejat sang Paus dan para kardinal. Emang udah pada setres.

Matinya Sang Paus

Pada tanggal 18 Agustus 1503, matilah Paus yang bejat itu, Paus Alexander VI. Berita kematiannya dirahasiakan selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk memberi waktu kepada anak-anak haramnya untuk menyelamatkan segala harta benda mereka, karena mereka tahu persis sepeninggal Paus, tak akan ada lagi orang yang melindungi mereka. Jenazah Paus Alexander VI kemudian berubah menjadi buruk dengan cepat, mungkin karena cuaca bulan Agustus yang panas, atau mungkin juga karena sebab lain (kuasa Ilahi misalnya). Orang-orang tidak berani untuk melihat atau mendekati jenazahnya. Tentang hal ini John Burchard menulis, seperti dikutip dari Brenda Ralph Lewis, “mata jenazah itu telah berubah menjadi berwarna seperti buah mulberry atau kain yang peling gelap dan ditutupi oleh noda-noda berwarna biru-hitam. Hidungnya bengkak, mulutnya menggelembung karena lidahnya membesar dua kali lipat dan bibirnya tampak memenuhi semua bagian itu.”

Mayatnya benar-benar membengkak dan menjadi sulit dimasukkan ke dalam peti mati. Ketika itu hampir tidak ada lagi orang yang sudi menyentuh atau mendekat. Berbagai rumor beredar, bahwa Rodrigo Borgia telah bersekutu dengan iblis sendiri untuk menjadikannya Paus pada tahun 1492, dan setan-setan telah menampakkan diri tepat di saat kematiannya. Para pendeta tidak mau mengurus jenazah Borgia, dan mereka harus diancam dulu agar mau turun tangan mengurus jenazahnya. Mengerikan.

Bersambung

follow @sayfmuhammadisa

Advertisements

One thought on “Tirani ‘Tuhan’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s