Apesnya Operasi Plastik


Sebelum dan sesudah.

Sebelum dan sesudah.

Kita sebagai umat Islam sudah selayaknya bersyukur karena Allah yang Mahabijaksana mengatakan seperti ini di dalam Alquran: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” Dalam Alquran surat Alhujurat ayat 13.

Dengan adanya pernyataan seperti ini dari Allah, maka orang yang paling dihormati dan dikagumi di tengah-tengah umat Islam adalah orang yang paling bertakwa; yang paling getol ibadahnya; yang paling taat kepada Allah; yang paling paham agama; dan yang paling mulia akhlaknya. Orang-orang seperti itulah yang akan dihormati dan dikagumi walau pun, maaf, mukanya demek amburadul nggak karuan (ups).

Standar kemuliaan dalam Islam bukannya tampang dan harta, tapi ketakwaan. Kita tahu betul bahwa seseorang ketika dilahirkan tidak akan bisa memilih sama sekali mau bermuka ganteng atau tidak ganteng. Tapi ketakwaan bisa diraih oleh siapa saja asalkan mau bekerja keras, baik dia bermuka ganteng atau pun tidak.

Kerusakanlah yang kemudian akan terjadi jika standar ini kemudian diubah. Pada jaman sekarang ini seolah-olah bunyi ayat di atas sudah berubah jadi begini: “Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling ganteng dan paling cantik.” Dan hal ini menjadi bencana besar bagi umat manusia, seperti yang terlihat pada arus gelombang merebaknya operasi plastik. Mari sama-sama kita bicarakan hal ini.

Tren Operasi Plastik

Korea Selatan (Korsel) adalah salah satu kiblat operasi plastik yang ada di dunia. Masyarakat di negara ini benar-benar menempatkan orang-orang ganteng dan cantik begitu terhormat dan dihargai. Ada sebuah anekdot yang berkembang di sana, “lebih baik miskin daripada jelek.” Saya tercengang ketika mengetahui ada anekdot itu. Dengan kata lain punya muka jelek lebih menakutkan daripada hidup miskin.

Warga Korsel tercatat paling banyak melakukan operasi plastik dibanding dengan warga di negara lain, hal ini terjadi seiring dengan boomingnya budaya pop Korea yang terlihat dari banyak munculnya boyband dan girlband serta drama-drama Korea. Data dari Dinas Kesehatan Korsel menyebutkan bahwa hampir 99% artis di Korsel telah melakukan operasi plastik, dan 65% wanita di sana melakukan hal yang sama. Dengan demikian lebih dari setengah warga Korsel (khususnya perempuan) telah melakukan operasi plastik.

Biasanya warga Korsel mengoperasi kelopak mata (agar tidak terlalu sipit), kemudian hidung (agar mancung), seterusnya bibir dan rahang. Yang sekarang ini sedang digemari adalah bentuk wajah “V” line seperti boneka barbie atau film-film kartun Jepang. Dengan meningkatnya tren operasi plastik di Korsel, merebaklah klinik-klinik kecantikan yang memberikan pelayanan operasi plastik. Dengan harga terjangkau dan dengan kecanggihan serta keamanan yang terus diupdate, operasi plastik di Korsel jadi semakin populer. Bahkan sampai membuat orang-orang dari luar negeri berdatangan hanya sekadar ingin melakukan operasi plastik. Tercatat setiap tahun sekitar 2000 orang datang dari luar negeri hanya untuk operasi plastik di Korsel.

Karena pandangan seperti ini, orang yang bertampang pas-pasan jadi termarjinalkan. Orang yang cantik dan ganteng memiliki peluang lebih besar di dunia kerja daripada orang yang bertampang pas-pasan. Sebuah survei yang dilakukan JobKorea memerlihatkan bahwa sebagian besar pelamar kerja di Korea lebih mengkhawatirkan penampilan mereka daripada kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Mungkin kalau mukanya ganteng kerjanya jadi lebih gesit gitu, hehe.

Pengalaman buruk juga menimpa seorang guru bahasa Inggris bernama Ashley Perez. Wanita berusia 20 tahun keturunan Korea-Filipina-Kuda-Amerika ini sering kali dihina karena orang-orang Korea menganggapnya terlalu jangkung; terlalu gemuk; dan terlalu gelap. Karena tidak tahan dia pulang lagi ke Amerika.

Apesnya Operasi Plastik

Seaman-amannya operasi plastik, tindakan ini tetaplah mengandung sejumlah risiko. Sudah banyak kasus yang terjadi yang menggambarkan kegagalan operasi plastik dan akibat mengerikan yang harus ditanggung pelakunya.

Salah satu jenis operasi plastik yang saat ini sedang digemari adalah operasi rahang ganda. Prosedur ini awalnya dilakukan untuk orang-orang yang mengalami kesulitan mengunyah tapi perkembangan selanjutnya malah digunakan untuk mempercantik diri. Dengan metode inilah akan didapat bentuk wajah “V” line dan garis wajah yang cantik. Orang-orang yang berwajah ‘kotak’ dan berdagu besar bisa dipermak dengan metode ini.

Hanya saja metode ini sebenarnya amat berbahaya. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Choi Jin Young, seorang profesor kedokteran gigi di Seoul National University. “Operasi ini mengubah tampilan anda jauh lebih dramatis dibandingkan katakanlah botoks atau pekerjaan di hidung karena mengubah seluruh struktur tulang di wajah anda,” katanya. “Tapi, ini sangat kompleks, operasi berbahaya.”

Operasi  ini membutuhkan waktu  pemulihan hingga berbulan-bulan. Berisiko terjadinya mati rasa permanen pada seluruh wajah yang mengakibatkan kita tidak akan merasa jika kita sedang ngiler, sekaligus mengakibatan kelumpuhan. Sekitar 52% orang yang menjalani operasi ini mengalami masalah sensorik seperti mati rasa pada wajah.

Operasi jenis lain pun tidak kalah berbahayanya. Ada yang hidungnya bengkak setelah operasi. Ada yang bibirnya bengkak. Ada yang payudaranya bengkak dan jadi menyatu. Dan seabrek-abrek kasus menyedihkan lainnya. Padahal kecantikan atau kegantengan itu fana’. Dari sini kita bisa melihat, betapa bijak dan adilnya Allah dalam menentukan standar kemuliaan umat manusia, yaitu dari ketakwaannya. Subhanallah…

dari berbagai sumber

follow @sayfmuhammadisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s