Awal Perang Sabil


Ilustrasi Banda Aceh dari abad yang lalu.

Ilustrasi Banda Aceh dari abad yang lalu.

Bagian 2 – “Hantam Terus”

Sayf Muhammad Isa

Pada artikel yang lalu, Komisaris Gubernemen Hindia-Belanda, Niuwenhujzen, telah mendapatkan surat tugas yang berisi pasal-pasal yang menjelaskan rangkaian instruksi yang harus dia laksanakan. Secara umum dia diperintahkan untuk memaklumkan perang kepada Aceh jika Aceh tidak bersedia takluk di bawah kedaulatan Kerajaan Belanda, setelah mengeluarkan pernyataan perang itu, dia diperintahkan kembali ke Penang, tidak lebih. Mari kita lanjutkan kisah permulaan perang yang paling dahsyat dalam sejarah penjajahan Belanda di timur ini.

Niuwenhujzen berangkat dari Batavia ke Aceh tanggal 8 Maret 1873, terlambat sehari dari perintah yang tercantum di dalam surat tugas, tanggal 7 Maret. Keterlambatan ini disebabkan menunggu kabar perkembangan berangkatnya armada Amerika yang akan datang dari Hongkong ke Aceh. Akhirnya disimpulkanlah bahwa walau pun armada Amerika berangkat, tetap saja armada Belanda yang akan sampai lebih dulu di Aceh. Sehingga walau pun Aceh meminta bantuan kepada Amerika, tetap saja Amerika tidak bisa berbuat apa-apa karena armada Belanda tiba lebih dulu di Aceh.

Dalam pelayarannya ke Aceh, Niuwenhujzen singgah di Riau. Dia menjemput Residen Belanda di Riau, Schiff. Perjalanan pun terus berlanjut, armada Belanda itu mampir dulu di Singapura. Ketika itu Singapura dikuasai oleh Inggris, disebut “Strait Settlements”. Tujuan Belanda mampir di Strait Settlements adalah untuk menyelesaikan urusan dengan Inggris sebelum serangan dilancarkan ke Aceh. Belanda menjamin untuk melindungi semua kepentingan saudagar-saudagar Inggris yang memiliki piutang di Aceh, dengan imbal balas bahwa Inggris mesti memblokade semua arus komoditas yang bisa memperkuat Aceh, senjata dan bubuk mesiu misalnya. Setelah selesai semua urusan di Singapura, barulah Niuwenhujzen melanjutkan perjalanan terus ke Aceh.

Laporan Para Mata-Mata

Sepanjang perjalanannya ke Aceh, berdatanganlah para mata-mata Belanda menghadap Niuwenhujzen. Mereka memberikan berbagai informasi yang telah berhasil mereka himpun terkait dengan kondisi terakhir Aceh yang akan segera dihadapi Belanda.

Para mata-mata itu antara lain Kreijenhoff dan Datuk Setia Abu Hasan. Si Datuk yang pengkhianat ini melaporkan bahwa Aceh bisa ditaklukan tanpa perlawanan oleh Belanda, karena telah banyak uleebalang Aceh yang lebih memihak kepada Belanda, dan mereka semua telah siap untuk menyambut Belanda.

Laporan lain yang menyusul mengatakan bahwa sebenarnya ada dua kelompok yang bertentangan di Aceh. Yang pertama adalah kelompok Teuku Ne’ dari Meuraksa, yang mendukung Belanda. Yang kedua adalah kelompok Panglima Polem, yang telah memersiapkan diri untuk berperang melawan Belanda. Laporan lain menyatakan bahwa pernyataan perang saja tidak akan cukup kalau tidak ditembakkan meriam tanda berperang, sebab nanti bisa saja pihak Aceh akan memiliki kesempatan untuk memersiapkan perang. Urusan mendentumkan meriam ini sulit bagi Niuwenhujzen, karena instruksi yang diberikan kepadanya hanyalah menyatakan perang, setelah itu kembali lagi ke Batavia, tidak lebih. Kalau mau menembakkan meriam dia harus mendapatkan instruksi lebih dari atasan. Niuwenhujzen kemudian mengomunikasikan hal ini dengan Gubernur Jenderal Loudon di Batavia lewat telegram. Urusannya lancar, karena Loudon menjawab seperti ini, “ik geef u volmacht zelf buiten instructie en dek’t geheel met mijne verantwoordelijkheid, is vreedzaam oplosing onmogelijk dan zij flink doortastend handelen onze leus”. Sumpah saya sendiri tidak mengerti apa artinya, tapi kira-kira kutipan terjemahannya seperti ini, “kuberi tuan kuasa bahkan di luar instruksi, dan kuperlindungi tuan di bawah tanggung jawabku. Kalau penyelesaian ramah tidak memungkinkan, maka semboyan kita adalah HANTAM TERUS.” Hoeekkk cuih.

Bersambung

Follow @sayfmuhammadisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s