Memuji Istri (Sekadar Obrolan Para Suami)


Apakah ada sesuatu yang aneh di dalam diri saya karena saya membuat tulisan ini? Saya rasa tidak (saya yang bertanya, dan saya juga yang menjawab, hehe)! Dengan kata lain saya serius dengan judul yang saya pajang di atas, sebab ada permasalahan krusial di dalamnya.

Pada masa-masa awal pernikahan, mungkin kita (maksudnya para suami) begitu mudah dan amat terbiasa untuk memuji istri kita. Ketika itu cinta memang sedang mekar-mekarnya di taman hati. Namun tak lama berselang, kita akan semakin mengenal tentang seperti apa istri kita itu. Kita akan tahu hal-hal menggelikan dari dirinya, kita juga akan tahu hal-hal yang menyebalkan dan bahkan amat mengganggu kita yang ada di dalam dirinya. Seiring berjalannya waktu, hubungan yang hangat saat di awal pernikahan lama kelamaan akan mendingin, dan bahkan bisa saja menjadi beku. Hubungan yang membeku ini kemudian ditandai dengan saling acuh tak acuh, canda tawa menjadi hampa, dan kita menjadi malas untuk memuji istri kita.

Saya ingin mengatakan bahwa memuji istri amatlah penting, seiring dengan berderainya canda dan tawa, yang akan menghangatkan hubungan suami-istri. Terkadang suami malas memulai hal ini karena gengsi. Saya rasa, kita, para suami, harus ingat, bahwa pujian dan canda adalah seperti makanan bagi jiwa istri. Kalau kita ingin istri kita terlihat awet muda dan cantik di hadapan mata kita, maka selalulah membuatnya tersenyum dengan sanjung puji dan canda dari kita. Para suami memang harus berinisiatif dalam hal ini.

Walau pun mungkin kita sudah mengetahui hal-hal menjengkelkan dari istri kita, pastilah ada lebih banyak hal yang baik yang telah ia berikan kepada kita. Maka palingkanlah wajah kita dari hal-hal yang menjengkelkan itu, kemudian tengoklah sisi baik darinya, kemudian pujilah. Karena saya telah melakukan semua ini, maka saya berani menulis hal ini. Jadi saya memang sudah merasakannya sendiri, dan semua itu berdampak positif bagi kondisi fisik maupun mental istri, termasuk “pelayanannya” kepada kita, para suami. Insya Allah. silakan dicoba. Hehe… (bernuansa jadi konsultan keluarga sakinah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s