Tentang Perempuan


Maryam, anak pertama saya, mulutnya celemongan karena habis makan. Insya Allah bulan Desember mendatang adiknya si Maryam akan dilaunching.

Maryam, anak pertama saya, mulutnya celemongan karena habis makan. Insya Allah bulan Desember mendatang adiknya si Maryam akan dilaunching.

Pada suatu ketika, saya pernah ngobrol-ngobrol dengan istri saya. Saya bilang, “Fase hidup yang paling berbahaya bagi seorang perempuan adalah ketika dia harus menghadapi lamaran seorang laki-laki.” Mungkin fase ini juga berbahaya bagi seorang laki-laki, tapi karena ini adalah tulisan saya, saya ingin membicarakan perempuan saja, hehe… Istri saya bertanya-tanya, kenapa saya bilang seperti itu? Sekarang mari kita coba obrolkan.

Ketika seorang perempuan telah mencapai usia yang matang, maka biasanya akan datang lelaki yang akan melamarnya, meminta dia menikah dengan lelaki itu, dan menjadi istrinya, kemudian menjalani seluruh sisa hidup dengan lelaki itu. Coba kita bayangkan, datanglah seorang lelaki, asing sama sekali, belum pernah dikenal sebelumnya, tetapi tiba-tiba lelaki itu meminta jiwa, raga, dan agama sang perempuan secara utuh untuknya. Apakah saya terlalu lebay? Saya rasa tidak.

Jika ada seorang lelaki datang hendak melamar seorang perempuan, itu tandanya lelaki tadi sedang meminta seluruh hidup sang perempuan. Jika sang perempuan tadi bersedia menikah dengan si lelaki, tandanya dia harus menyerahkan jiwa dan raganya serta seluruh sisa hidupnya kepada lelaki tadi, tak ketinggalan pula seluruh loyalitasnya. Tidakkah ini amat berbahaya? Tentu saja ini amat berbahaya setidaknya di mata saya. Terlebih lagi, lelaki itu tidak pernah dikenal sama sekali oleh sang perempuan, benar-benar asing. Sementara dunia ini penuh dengan kepura-puraan dan sandiwara. Bagaimana kalau misalnya lelaki itu ternyata brengsek? Tentunya hanya derita yang akan dirasakan sang perempuan sepanjang sisa hidupnya. Malang benar nasib perempuan (mulai lebay nih).

Tapi tunggu dulu, jangan dulu merasa galau. Islam datang kepada kita sebagai satu-satunya petunjuk yang baik. Untuk menghadapi hal ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita sesuatu yang amat berharga. Kalau seorang perempuan kadatangan seorang lelaki yang hendak melamarnya, setidaknya kenalilah satu hal, seberapa taat lelaki itu kepada agamanya.

Jodoh memang di tangan Allah, dan hanya Dia yang mengetahuinya, namun Allah tidak pernah memberitahu kita tentang siapakah jodoh kita itu, tetaplah kita harus memilih sendiri. Di sinilah Rasulullah mengajarkan, jika kita memilih orang yang taat kepada agamanya, maka akan beroleh kebahagiaan, Insya Allah.

Saya tidak pernah tahu seperti apa wajah istri saya ketika saya hendak menikahinya dahulu. Berkali-kali dia menawarkan kepada saya untuk mengirimkan fotonya, tapi saya selalu menolak. Saya sudah siap untuk menerima seperti apapun bentuk fisik dan seperti apa wajah istri saya kelak, karena hal paling penting yang harus saya tahu sudah saya dapatkan. Kenyataan bahwa istri saya adalah seorang perempuan yang salehah, aktivis dakwah kampus, penyabar, dan penyayang, sudah cukup untuk membuat saya berjuang keras untuk menikah dengannya. Dan saya ingin menikahinya karena ketaatannya kepada agama dan karena sifat-sifatnya itu, bukan karena wajah atau bentuk fisiknya. Karena itulah saya menolak ketika dia menawarkan fotonya kepada saya, walau pun saya berhak untuk melihat fotonya (walaupun menikahi perempuan karena melihat kecantikannya itu tetap dibolehkan). Kalau saya lihat fotonya, saya kuatir nanti memilih dia hanya karena wajah dan bentuk fisiknya itu, padahal saya hanya ingin memilih dia karena ketaatannya kepada Allah. Ketika itu yang saya pikir adalah, bagi saya tidaklah penting seperti apa bentuk fisik dan wajahnya, sebab saya yakin bahwa Rasulullah sudah menjamin saya akan hidup bahagia dengannya karena dia adalah perempuan yang taat kepada Islam. Saya sudah siap, walau pun mungkin ternyata kupingnya cuman sebelah, atau lubang hidungnya cuman satu, misalnya (hehe). Dan ketika saya benar-benar bertemu muka dengan dia menjelang pernikahan, Allah menyempurnakan kebahagiaan itu dengan kecantikan wajah dan kesempurnaan fisiknya. Dialah istri saya, dan saya bahagia hidup dengan dia (mudah-mudahan dia juga bahagia hidup dengan saya, ehm).

Follow @sayfmuhammadisa

One response to “Tentang Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s