Keberhasilan Pemerintah


Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua

Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua

Salah satu indikasi keberhasilan sebuah pemerintahan bisa dilihat dari seberapa puas rakyatnya kepada pemerintahan itu. Beberapa waktu yang lalu lembaga Pot-Tracking Institute melaporkan sebuah hasil survey yang menyoroti kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Survey itu menunjukkan sedemikian tingginya tingkat ketidakpuasan rakyat terhadap pemimpinnya.

Kenyataan ini diungkapkan oleh Arya Budi, Manajer Riset Pol-Tracking Institute, dalam  “Evaluasi 4 Tahun SBY-Boediono: Stagnansi Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah dan DPR” di Hotel Morrisey, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2013 (lihat hizbut-tahrir.or.id).

Sebanyak 51% responden tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Angka ini sebenarnya sangat wajar dan kenyataannya bisa kita lihat seterang-benderang siang hari. Orang miskin jumlahnya jutaan orang, kekayaan alam negeri ini dirampok asing, harga BBM dan listrik naik melulu, harga sembako naiknya tak terbendung, krisis moral dan korupsi, dan seabreg kasus lainnya pasti akan membuat rakyat tidak puas. Bisa jadi sebenarnya angkanya lebih tinggi dari 51%.

Rasulullah SAW merumuskan seperti apa pemerintahan yang buruk itu, sederhana saja, “Seburuk-buruk penguasa kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian mencaci mereka dan mereka pun mencaci kalian.” (HR. Muslim No. 1855). Kenapa rakyat membenci seorang penguasa dan kenapa rakyat mencaci seorang penguasa, tentu karena penguasa itu merampas hak-hak rakyat. Tentu karena penguasa itu lebih mengutamakan kepentingan asing dengan mengabaikan kepentingan rakyat. Tentu karena penguasa itu lebih sayang kepada para konglomerat asing daripada sayang kepada rakyat. Seperti itulah penguasa kita sekarang ini, dan pastilah kita sudah sering melihat rakyat kita mengutuk dan mencaci-maki penguasa ini dengan penuh kebencian. Hasil survey itu jelas sekali memerlihatkan bahwa penguasa kita adalah penguasa yang amat buruk.

Berkebalikan dari itu semua, seperti apakah penguasa yang baik itu? Tentu saja penguasa yang dicintai oleh rakyat karena penguasa itu meringankan beban rakyat, memberikan hak-hak rakyat, dan melindungi rakyat dari berbagai marabahaya. Penguasa seperti inilah yang akan dicintai oleh rakyat dan akan disanjung oleh rakyatnya.

Lebih parah lagi, sudahlah penguasa yang ada di tengah-tengah kita adalah penguasa yang buruk, sistem yang diterapkannya pun sistem yang buruk, yakni Kapitalisme-sekular. Keburukannya jadi berganda berlipat-lipat, dan yang menjadi korban pun tak lain tak bukan adalah rakyat sendiri. Dengan demikian solusi tuntas atas segala problematika dan kesengsaraan rakyat bukan hanya mengganti penguasa yang ada, tetapi juga seluruh sistem yang mereka terapkan. Tidak cukup hanya mengganti rezim yang berkuasa, tetapi juga harus mengganti sistem secara keseluruhannya. Wallahu a’lam.

Follow @sayfmuhammadisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s