Der Untergang


Seorang kawan saya yang amat baik memperkenalkan film Jerman ini kepada saya, judulnya Der Untergang. Dalam bahasa Inggris berarti ‘Downfall’, atau ‘Kejatuhan’ dalam bahasa Indonesia. Bagi para peminat film berlatarbelakang sejarah, saya amat merekomendasikan film ini (atau mungkin saya yang ketinggalan jaman ya? Karena film ini memang sudah rilis cukup lama).

Film ini berkisah tentang sepenggal fase hidup Adolf Hitlar sang Fuehrer di masa-masa menjelang keruntuhan Third Reich Jerman yang dengan susah payah dibangunnya. Sepuluh hari terakhir sebelum kekalahan Nazi. Dengan amat dramatis digambarkan bagaimana kehidupan di Fuehrer Bunker yang ada di bawah tanah kota Berlin. Ada adegan Adolf Hitler menikah dengan Eva Braun di saat-saat terakhir. Ada adegan pesta-pesta yang sendu di bunker itu. Ada juga adegan orang-orang Nazi yang bunuh diri di dalam bunker ketika mereka menyadari bahwa keruntuhan Jerman sudah tidak bisa ditahan lagi. Yang paling seru adalah adegan ketika Hitler sedang marah-marah kepada para jenderalnya. Itu orang yang memerankan Hitler betul-betul mirip dengan Hitler, tukang casting-nya pinter banget. Yang cukup nyeremin adalah ketika adegan Hitler marah besar ketika mengetahui seorang jenderal kepercayaannya, Heinrich Himmler, pada akhirnya mengkhianatinya. Setelah itu Hitler frustasi. Yang amat menyedihkan adalah apa yang dilakukan oleh Menteri Propaganda Nazi, Joseph Goebbles, yang turut membunuh kelima anaknya dengan meminumkan racun di bunker itu. Istrinya pun bunuh diri bersamanya.

Third Reich Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler sudah hampir menguasai seluruh Eropa. Dia telah menginisiasi Perang Dunia II dan semua orang takut kepadanya. Namun kekuasaan Jerman tidaklah bertahan lama, Third Reich Jerman runtuh dan hangus terbakar bersama mayat Hitler.

Di dalam Alquran Allah telah berfirman bahwa Dia akan selalu mempergilirkan kemenangan dan kekuasaan pada diri umat manusia (lihat Ali Imran, 140-141). Untuk segala sesuatu ada masa kebangkitan dan masa keruntuhannya. Persia telah bangkit, mencapai puncak kejayaan, kemudian runtuh. Romawi juga begitu. Khilafah Islamiyah pun begitu. Dan saat ini kita sedang menyaksikan keruntuhan dari peradaban kapitalis-demokrasi. Di mana-mana umat manusia sudah tidak percaya lagi pada kapitalisme dan demokrasi. Kebangkitan sedang mengarah kepada umat Islam dengan sebuah keyakinan bahwa hanya dengan kembali kepada Islam yang murni sajalah umat Islam akan meraih kejayaan dan kemuliaannya untuk yang kedua kalinya, dalam naungan Khilafah Islamiyah. Kesadaran ini semakin membesar dari hari ke hari.

follow @sayfmuhammadisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s