Pengkhianatan Kaum Nasionalis


Nasionalisme di Ujung Tanduk.

Nasionalisme di Ujung Tanduk.

Negara ini dipimpin oleh orang-orang nasionalis yang mengaku cinta setengah mati kepada negeri ini. Bahwa mereka mencintai negeri ini sering kali mereka nyatakan di dalam berbagai pidato dan rilis-rilis yang mereka buat. Ketika mereka berkampanye pun terlihat sekali bahwa mereka adalah orang-orang yang amat mencintai negeri ini. Mereka juga menyerukan kepada seluruh warga negera agar meningkatkan rasa nasionalisme (rasa cinta tanah air). Kita bisa melihat seolah-olah para pemimpin negeri ini adalah orang-orang yang derajat cinta tanahairnya paling tinggi jika dibandingkan seluruh warga negara lainnya. Padahal jika kita mau menelaah lebih dalam, mereka itulah para PENGKHIANAT bangsa dan negara yang sejati.

Pedas benar kalimat saya ini!!! Persoalannya bukan rasa pedas atau tidak pedas, tapi memang itulah kenyataannya. Orang yang mau berpikir sedikit saja pasti akan melihat kenyataan yang sama dengan yang saya lihat. Orang yang mencintai rakyat dan selalu memperhatikan nasib rakyat juga pasti akan melihat kenyataan yang sama dengan yang saya lihat. Lain hal dengan para penjilat yang sudah mendapatkan berbagai fasilitas dan kenikmatan dari para pemimpin negeri ini, pastinya hati mereka telah dibutakan oleh semua kenikmatan itu dan tidak akan bisa memandang dengan objektif. Sekarang mari kita coba menimbang apakah orang-orang yang duduk di pemerintahan itu adalah kaum nasionalis yang mencintai negara dan bangsa ini, atau mereka hanyalah segerombolan pengkhianat bangsa dan negera yang menggadaikan negeri ini kepada para penjajah?

Pada tahun 2003 yang lalu, Presiden SBY menyatakan sesuatu yang dikutip oleh International Herald Tribune, “I love the United States, with all its faults. I consider it my second country.” Yang artinya, “saya mencintai Amerika Serikat berikut semua kesalahannya. Saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.”

Saya mencintai Amerika Serikat, berikut semua kesalahannya.” Pernyataan SBY ini adalah sebuah kecintaan total kepada Amerika, kenapa begitu? Sebab pada hakikatnya dia sudah tahu bahwa Amerika itu punya banyak kesalahan, tapi dia tetap mencintai Amerika dengan semua kesalahannya itu. Apa saja kesalahan Amerika? Banyak sekali, salah satu di antaranya adalah menyadap hubungan telekomunikasi para pejabat tinggi negera ini. Selain itu, kesalahan yang amat berat lainnya adalah, menumpahkan darah umat Islam dan membunuh jutaan kaum muslim dari dulu sampai sekarang.

Orang yang masih punya hati nurani dan akal sehat seharusnya membenci Amerika karena semua kesalahan dan tindakan jahatnya ini, tetapi SBY malah mencintai Amerika dengan semua kesalahan beratnya. Kalau sudah begini berarti kita dipimpin oleh orang macam apa? Manusia macam apakah yang mencintai perampok dan pembunuh berdarah dingin seperti Amerika? Untungnya dulu saya nggak milih dia.

Kalimat SBY selanjutnya adalah, “saya menganggapnya (Amerika) sebagai negara kedua saya.” Pernyataan ini pun sangat berbahaya, sebab dari sini kita bisa melihat kepada siapa sebenarnya SBY menaruh kesetiaannya. Bagi seorang nasionalis seharusnya tidak ada istilah “negara kedua”. Kalau sudah Indonesia, ya sudah Indonesia saja. Kalau sudah ada negara lain yang dicintai, dikhawatirkan kesetiaan itu akan terbagi. Malah bisa jadi, nantinya kesetiaan itu bukan lagi kepada Indonesia (sebagai negara pertama), tetapi kepada Amerika (sebagai negara kedua). Dan berbagai kebijakan yang dibuat selama ini sudah menunjukkan ke arah sana, kesetiaan itu lebih berat kepada Amerika bukan kepada Indonesia.

Ini semua jelaslah sebuah pengkhianatan besar kaum nasionalis yang mengaku mencintai negeri ini. Pada artikel selanjutnya insya Allah akan kita bedah berbagai kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada negara penjajah, yang memperlihatkan bahwa mereka lebih setia kepada negara penjajah itu daripada kepada negeranya sendiri. Sebuah kemunafikan yang nyata sedang mereka pertontonkan dengan vulgar, dan sayangnya kita masih saja berdiam diri dengan semua ini.

follow @sayfmuhammadisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s