Pengkhianatan Kaum Nasionalis 2


Merekalah yg telah menyerahkan kekayaan alam kita kepada asing.
Merekalah yg telah menyerahkan kekayaan alam kita kepada asing.

Kaum nasionalis yang selalu menggembar-gemborkan bahwa mereka adalah orang-orang yang mencintai bangsa dan negera ini sebenarnya hanyalah pengkhianat. Lagi-lagi saya menggunakan kalimat yang pedas bukan karena ingin sok radikal, tapi memang seperti itulah kenyataannya. Jika kita mau sedikit menelaah dan berpikir, tentunya akan kita temukan banyak bukti nyata yang memperlihatkan pengkhianatan mereka semua. Mari kita bicarakan hal ini.

Rektor Universitas Gajah Mada, Prof. Pratikno, dalam sebuah seminar nasional yang diadakan oleh Keluarga Alumni UGM (Kagama) dalam rangka Pra Munas Kagama XII 2014 di Kendari (9/11) menjelaskan sesuatu yang amat penting. Beliau menyatakan bahwa dilihat dari sisi kepemilikian aset nasional, sekitar 70 sampai 80 persen aset negara telah dikuasai bangsa asing. “Kondisi bangsa kita saat ini sudah amat mengkhawatirkan sehingga tanpa dikungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat alun seluruh aset bagnsa akan jatuh ke tangan orang asing” (MediaUmat edisi 116). Pernyataan Pak Pratikno tentunya bukan main-main. Pernyataan beliau ini menguatkan analisis dan pandangan dari banyak pihak sebelumnya tentang hal ini.

Pertanyaannya adalah, kenapa semua ini bisa terjadi? Bagaimana bisa begitu banyak aset bangsa yang berada dalam genggaman asing? Kalau kondisinya seperti ini, jelas saja rakyat Indonesia akan menderita di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah. Sangatlah aneh bahwa kekayaan alam itu ada di sini, di negeri kita, di tanah kita, tapi kita sendiri tidak pernah bisa menikmatinya. Ehhhh malah orang asing yang nggak jelas juntrungannya yang menikmati kekayaan alam negeri kita. Kenapa semua ini bisa terjadi?

Jawabannya sangat sederhana dan masuk akal, kaum nasionalis yang katanya mencintai bangsa dan negara ini yang duduk di pemerintahan itulah yang telah menggadaikan kekayaan alam negeri ini kepada orang asing. Ini semua ulah mereka, dan bukti akan semua ini sudah sedemikian banyaknya.

Jaman sekarang ini orang asing tidak perlu lagi mengerahkan tentaranya untuk menjajah suatu bangsa. Cukup tanamkan saja orang-orang dari bangsa itu sendiri yang kemudian dijadikan penguasa di tengah-tengah bangsa itu. Nanti orang-orang yang ditanam itulah yang akan memuluskan jalan bagi orang asing untuk menguasai berbagai kekayaan alam negeri lewat undang-undang. Oleh karena itu jika kita meneliti berbagai undang-undang yang disahkan oleh para elit negeri ini, banyak sekali yang bermuatan liberal, yang memberikan jalan seluas-luasnya bagi bangsa asing untuk menguasai kekayaan alam negeri ini. Bahkan, negara-negara asing itu lewat berbagai lembaga internasional, membiayai pembuatan undang-undang itu hingga disahkan dan diberlakukan.

Ada banyak sekali undang-undang berbau liberal yang telah disahkan oleh pemerintah. Di antaranya UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dan masih banyak lagi. Kesemua undang-undang itu memberi jalan seluas-luasnya bagi orang asing untuk menguasai berbagai sumber daya alam di negeri ini. Belum lagi berbagai tambang lainnya yang telah diberikan dengan harga amat murah oleh pemerintah negeri ini kepada perusahaan asing.

Siapa yang telah membuat semua aturan itu? Tentu saja para elit pemerintahan, para anggota DPR, yang di belakangnya adalah partai-partai politik, yang berkolaborasi dengan para konglomerat asing dan negera-negara asing. Dengan kata lain, kaum nasionalis yang katanya mencintai bangsa dan negera ini sebenarnya hanyalah antek-antek negara penjajah yang telah menggadaikan negeri ini kepada penjajah. Mereka yang menerapkan sistem kapitalisme-demokrasi buatan penjajah di negeri ini, dan mereka pula yang telah membuat kebanyakan rakyat di negeri ini sengsara. Sekarang apakah kita masih mau percaya kepada mereka, serta kepada sistem demokrasi ini? Jangan mau ditipu lagi, solusi atas semua ini adalah dengan kembali kepada keyakinan kita, Islam. Hanya dengan mengambil petunjuk dari Allah kita akan terbebas dari segala bentuk penjajahan. Menerapkan Syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Khilafah Islamiyah. Wallahu a’lam.

follow @sayfmuhammadisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s