Bencana Apalagi?


Shell pembunuh

Shell pembunuh

Jadi ceritanya perusahaan raksasa minyak Belanda, Royal Dutch Shell Plc., siap meningkatkan investasinya di Indonesia hingga mencapai angka 25 miliar Dollar AS yang setara dengan Rp. 270 triliun. Tahap awal yang sudah disepakati, Shell akan investasi sebesar 5 miliar Dollar AS untuk blok migas di Masella, Maluku. Kisah ini saya dapat dari http://finance.detik.com/read/2013/12/08/095632/2435521/1034/shell-tambah-investasi-rp-270-triliun-di-indonesia?f9911013.

Rencana yang amat “mulia” itu disampaikan oleh CEO Royal Dutch Shell Plc., Peter Voser dan CEO Designate Royal Dutch Shell Plc., Ben van Beurden, kepada presiden SBY di Gedung R. Soebijanto, Gedung Akademi Angkatan Laut Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 8 Desembar 2013.

Saya berpikir, bencana apalagi yang akan ditimpakan oleh para pemimpin negeri ini kepada rakyat? Apakah belum cukup penderitaan rakyat selama ini? Sekarang harus ditambah lagi dengan menyerahkan blok kaya migas di Maluku kepada perusahaan berlambang cangkang kerang yang berasal dari negera yang telah menjajah kita selama bertahun-tahun itu.

Menteri ESDM yang juga hadir pada pertemuan itu mengatakan bahwa Shell memiliki teknologi yang sekarang kita butuhkan, yaitu mengubah mesin kapal laut yang tadinya diesel dikonversi menjadi gas. Katanya teknologi ini bisa diadopsi. “Bayangkan kita punya ribuan kapal besar, kecil, dan sedang, itu diubah teknologinya dari diesel menjadi gas. Itu akan dahsyat sekali efeknya,” kata Jero.

Kalau memang benar seperti itu, berarti teknologi untuk mengubah mesin kapal tadi mahal benar harganya. Sampai-sampai harus mengorbankan sebuah tambang minyak yang seharusnya bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Apakah sama sekali tidak ada cara lain untuk mendapatkan teknologi itu selain dengan menyerahkan tambang minyak? Kalau tambang minyak di Masella itu dikelola oleh negara, kemudian hasilnya dikembalikan kepada rakyat, tentunya akan memperbaiki kesejahteraan rakyat di Maluku yang selama ini hidup susah. Tapi tambang minyak itu malah diserahkan kepada Shell, dengan alasan kita bisa mengadopsi teknologi yang mereka gunakan, padahal pasti ada cara lain yang bisa digunakan untuk mengadopsi teknologi Shell itu, tanpa harus mengorbankan kepentingan rakyat.

Dari sini jelas sekali terlihat bahwa pemerintah hampir tidak pernah bekerja untuk kepentingan rakyat. Mereka hanya bekerja untuk diri, keluarga, kroni, dan kelompoknya sendiri, sekaligus untuk kepentingan konglomerat dan negara asing. Tindakan di atas telah menjadi bukti yang amat kuat bagi kita untuk tidak memercayai pemerintahan ini.

Lebih dari itu, pemerintahan yang tidak memihak rakyat seperti ini terbentuk karena sistem demokrasi-kapitalis masih diterapkan di tengah-tengah kita. Sudah saatnya kita merombak total semua ini kemudian menggantinya dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Khilafah Islamiyah. Kalau tidak, rakyat akan terus mengalami kepahitan ini untuk berpuluh-puluh tahun lagi. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s