“Cabe” Apa Yang Pedas Banget?


sebenernya ini nggak ada hubungannya sama cabe.

sebenernya ini nggak ada hubungannya sama cabe.

Marilah kita tidak membahas judul di atas! Karena memang artikel ini tidak ada hubungannya dengan cabe rawit atau cabe merah. Dan tidak ada hubungannya dengan cabe yang pedas atau yang tidak pedas. Artikel ini ingin membahas sekelumit tentang “cabe-cabean”, sebuah istilah yang sedang tren di dunia anak gaul Jakarta.

“Siape tuh, Tong?” Tanya si Momon.

“Biasa, cabe-cabean gue!” Jawab si Otong.

Dialog di atas adalah dialog fiktif antara si Otong dan si Momon, dua orang anak gaul ibukota yang gaya hidupnya mengikuti gaya gaul modern. Dialog mereka saya angkat untuk mengetahui makna dari istilah cabe-cabean.

Tidak seperti istilah mobil-mobilan, yang bermakna mobil tiruan yang biasanya dijadikan mainan anak-anak, cabe-cabean bukan bermakna cabe tiruan yang biasanya dijadikan mainan oleh anak-anak perempuan. Rupanya, seperti dialog Otong dan Momon di atas, istilah cabe-cabean memiliki muatan makna tersendiri yang sama sekali berbeda dan unik.

Cabe-cabean adalah cewek-cewek ABG yang biasanya usia SMP atau SMA yang mengadopsi gaya hidup modern. Pergaulannya luas dan bebas, suka keluyuran malam-malam. Cabe-cabean kerap terlihat di arena hiburan malam, atau di tempat-tempat keramaian. Ada juga yang suka nongkrong di arena balap liar. Cewek cabe-cabean juga bisa dikenali dari gaya berpakaiannya yang biasanya sexy dan mengundang nafsu orang yang melihatnya. Mereka biasa berpakaian ketat dan “terbuka”. Tanktop dan hotpants menjadi seragam wajib mereka. Walau pun udara malam amatlah dingin, mereka akan tetap memaksakan diri untuk berpakaian minim. Jadi mereka memang tidak takut masuk angin, atau mungkin mereka sudah kebal dari angin karena minum tolak angin segalon.

Fenomena cabe-cabean memang amat memprihatinkan. Detik.com menurunkan berita, biasanya cewek cabe-cabean ini dijadikan ajang taruhan dalam perlombaan balap liar. Masing-masing pihak harus menyediakan cabe-cabean, dan pihak mana yang kalah harus menyerahkan cabe-cabeannya itu kepada pihak yang menang. Memprihatinkan sekali.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aries Merdeka Sirait, menjelaskan bahwa fenomena cewek cabe-cabean ini adalah akibat dari lemahnya pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya. Terlebih lagi gaya hidup yang permisif dan hedonis semakin memperparah keadaan. Orangtua jaman sekarang memang liberal, mereka banyak membebaskan anak-anaknya untuk keluar malam. Mereka juga tidak risih jika anak perempuannya digandeng lelaki, malah mereka khawatir kalau anak perempuannya itu belum punya pacar. Memprihatinkan sekali. Ini semua karena ide kapitalis-sekular-liberal-permisif-hedonis telah lama bercokol di dalam hati dan pikiran banyak orang. Ide-ide itulah yang telah sukses membuat tatanan kehidupan yang kacau balau dan amburadul. Seks bebas meralela, aborsi, penyakit menular seksual, dan berbagai hal yang menjijikan lainnya menjadi akibat dari itu  semua.

Sudah saatnya kita kembali kepada fitrah kita, yakni Islam. Dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Khilafah Islamiyah, kita akan menciptakan peradaban yang mulia dan agung, dengan generasi yang kuat dan cerdas, serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam.

Follow @sayfmuhammadisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s