Islam Disebarkan Dengan Pedang (Bagian 2)


Tentara Islam sedang berjihad fi sabilillah.

Tentara Islam sedang berjihad fi sabilillah.

Islam adalah sebuah mabda’ (dalam bahasa Indonesia artinya disepadankan dengan ‘ideologi’) yang unik. Tidak seperti agama lain yang hanya mengatur masalah moral dan spiritual, Islam juga mengatur tentang politik dan pemerintahan. Kalau agama lain hanya mengatur bagaimana caranya menyembah tuhan, Islam bukan hanya mengatur bagaimana caranya menyembah Allah subhanahu wata’ala, tetapi juga mengatur bagaimana hubungan dengan sesama umat manusia dan hubungan dengan diri manusia itu sendiri.

Ideologi kapitalisme dan sosialisme memang mengatur masalah perekonomian dan tatanegara, tetapi kedua ideologi ini tidak mengatur bagaimana caranya menyembah Tuhan dan tidak mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan aspek spiritual. Sementara Islam sangatlah unik, ia mengatur segala hal. Dari sini terlihatlah bahwa agama-agama dan ideologi-ideologi yang lain hanya mengatur beberapa aspek saja, sementara Islam mengatur seluruh aspek.

Allah subhahu wata’ala berfirman dalam Alquran, “Apakah hukum jahiliyah yang kalian kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin.” (Al-Maidah ayat 50). Jawaban dari pertanyaan ini sudah jelas, pastilah hukum Allah yang paling baik.

Karena Islam adalah sebuah sistem yang mengatur segala aspek kehidupan, tentunya Islam juga mengatur bagaimana tatakrama perang. Tidak seperti sistem-sistem lain yang mengabaikan hal ini, Islam memiliki aturan yang jelas dalam perang. Mari sama-sama kita bicarakan.

Santunnya Penaklukan Islam

Ada banyak sekali dalil yang menjelaskan tentang bagaimana Islam mengatur tatakrama perang. Semua ini menunjukkan bahwa Islam adalah sebuah sistem yang amat mulia dan amat manusiawi. Tidak seperti apa yang dilakukan oleh kaum kafir, setelah menguasai sebuah negeri muslim, pasti mereka melakukan pembantaian, persis seperti yang dilakukan oleh tentara salib bangsa Franks.

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam mengajarkan hal ini kepada umat Islam dalam  Sebuah hadisnya, “Dari Buraidah ra., ia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Berperanglah fi sabilillah dengan menyebut nama Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, berperanglah dan jangan mencuri harta rampasan perang, jangan berkhianat, jangan mencincang mayat, dan janganlah membunuh anak-anak.” (HR. Muslim no, 1731). Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam juga melarang umat Islam membunuh wanita seperti terlihat dalam hadis berikut, “Dari Abdullah bin Umar ra. Ia berkata, ‘aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan.” (HR. Bukhari no. 3015 dan Muslim no. 1744).

Dalam hadis yang lain, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Hanzhalah al Khatib berkata, ‘kami berperang bersama Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam, lalu kami melewati seorang wanita yang terbunuh yang tengah dikerumuni oleh manusia. Mengetahui hal itu, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘wanita ini tidak turut berperang di antara orang-orang yang berperang.’ Kemudian beliau bersabda kepada seseorang, ‘pergilah engkau menemui Khalid bin Walid, katakan kepadanya bahwa Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam memerintahkanmu agar jangan sekali-kali engkau membunuh anak-anak dan pekerja/orang upahan.’” (HR. Ibnu Majah no. 2842, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 701).

Dalam setiap penaklukan pun pasukan Islam dilarang untuk memaksa penduduk yang ditaklukkan itu untuk memeluk Islam. Islam hanya mengambil alih penguasaan politik dan pemerintahan dari sebuah negeri yang ditaklukkan, tetapi memberikan kebebasan kepada setiap penduduk negeri yang ditaklukkan itu untuk memeluk agama yang mereka inginkan. Karena itulah Islam dengan mudah tersebar ke berbagai penjuru dunia, dan bahkan para penduduk itulah yang masuk Islam dengan kerelaannya sendiri.

Fenomena ini diakui oleh Karen Armstrong di dalam karyanya yang berjudul Perang Suci (Holy War, The Crusades and Their Impact on Today’s World). Di dalam bukunya itu dia mengatakan, “… Masyarakat yang telah ditaklukkan tentara muslim memiliki pandangan yang cukup berbeda tentang jihad. Mereka tidak menganggap penaklukan oleh Islam sebagai bencana. Justru sebaliknya, penaklukan Islam adalah awal dari babak sejarah mereka yang baru dan menggairahkan” (Karen Armstrong, hal 86). Pada bagian yang lain dia juga mengatakan, “para Khalifah tidak mengizinkan prajurit muslim dan para jenderal untuk menjajah negeri-negeri yang mereka taklukkan” (ibid, hal 87).

Kembali, harus kita renungkan pertanyaan Allah subhanahu wata’ala di dalam Alquran, sistem apa yang paling baik, kalau bukan sistem dari yang mahabaik, yakni Islam. Penerapan kembali syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah akan memancarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Wallahu a’lam

Follow @sayfmuhammadisa on twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s