Awas, Ada Pejabat!!!


Jalan berlubang yg amat membahayakn pengendara.

Jalan berlubang yg amat membahayakn pengendara.

Lalulintas kota Medan memang menyebalkan dan memuakkan. Sudah hampir tiga tahun saya tinggal di kota ini dan saya masih tetap tidak bisa berhenti mengurut dada dan menggelengkan kepala dengan semua kondisi ini, padahal semuanya saya hadapi hampir setiap hari. Selama tinggal di Sukabumi, saya tidak pernah sekali pun mengalami kecelakaan lalulintas. Tapi selama tinggal di Medan, kalau dihitung-hitung, saya sudah tiga kali kecelakaan motor.

Kondisi jalan yang banyak lubangnya, kendaraan-kendaraan berat yang banyak berlalulalang di jalan, lampu merah yang cukup sering mati, pasar tumpah, polusi, orang-orang yang menyeberang jalan seenaknya, plus sikap pengendara yang juga seenaknya, membuat kondisi lalulintas di kota Medan sangat memuakkan (terutama di kawasan sekitar Kampung Lalang yang hampir setiap hari harus saya lewati karena memang tidak ada lagi jalan lain, kalau pun ada harus memutar jauh). Kalau di Medan, lampu merah tandanya jalan, lampu hijau tandanya ngebut! Luarbiasa sekali.

Mobil dinas mewah pejabat.

Mobil dinas mewah pejabat.

Hari Sabtu kemarin (tanggal 21), saya harus keluar untuk menyelesaikan sesuatu. Dengan berkendaraan motor saya tempuh perjalanan melewati semua kesemrawutan tadi. Saya naik motor sambil berzikir dan menebalkan kesabaran. Walau pun sudah begitu, kadang masih keluar juga sumpah serapah ketika menemukan orang-orang berkendara dengan sembarangan (terutama angkot di Medan yang doyan ugal-ugalan). Setelah urusan selesai, saya pun menempuh perjalanan kembali untuk pulang.

Saat lagi enak-enaknya mengemudi motor di kawasan Jalan Sei Batang Hari, terdengarlah suara ribut klakson dari belakang. Ternyata ada sebuah motor besar yang dikendarai oleh Polisi Militer yang suara klaksonnya besar sekali dan memekakkan telinga. Hari itu terjadi kemacetan di banyak titik di kota Medan, dan motor Polisi Militer itu membunyikan klakson agar semua kendaraan minggir seolah-olah jalan itu punya bapak moyangnya. Hati saya berbisik, pasti ada pejabat yang bakal lewat.

Saya pun menjadi korban suara klakson yang ribut itu, maka saya minggir, membiarkan rombongan itu mendahului, begitu pula yang dilakukan kendaraan-kendaraan lain. Dugaan saya benar saja, ternyata itu adalah rombongan pejabat. Di belakang motor Polisi Militer tadi berbaris mobil-mobil mewah, yang salah satunya adalah mobil Velfire warna hitam. Mata saya melirik pada plat mobil itu, ternyata nomor platnya unik, “RI 18”. Hal ini makin menguatkan dugaan saya bahwa iring-iringan itu adalah iring-iringan pejabat. Ketika saya tanya sama Mbah Gugel tentang RI 18 tadi, ternyata jawabannya adalah nomor plat Menteri Pertahanan RI.

Terus terang, hati saya tersinggung ketika iring-iringan itu mengklakson-klakson dan menyuruh saya minggir dari jalan. Sombong benar para pejabat, seolah-olah jalan itu milik bapak moyangnya sendiri. Padahal jalan itu dibuat dari uang rakyat, berarti jalan itu milik saya, tapi ketika pejabat lewat saya disuruh menyingkir. Padahal kondisi sedang macet, tapi semua kendaraan lain disuruh menyingkir. Pejabat harus didahulukan.

Mungkin pejabat itu sedang buru-buru karena ada urusan penting! Memangnya urusan dia doang yang penting? Tapi kan dia lagi ngurusin negara, jadi harus buru-buru. Udah tahu lagi macet, kenapa nggak mau menikmati macetnya? Banyak pejabat yang berlagak sibuk kesana-kemari, tapi kenapa hampir semua aktifitas mereka tidak berakibat positif pada kesejahteraan rakyat? Kenapa jalan-jalan masih banyak yang berlubang? Kenapa lalulintas masih banyak yang semrawut? Kadang-kadang saya merasa negara ini nggak ada pemerintahannya, karena rakyat dibiarkan saja mengurusi urusannya sendiri. Seperti inilah negara sekular-kapitalis-demokrastis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s