Nyoblos Dapat Pahala??


Kampanye Demokrat

Kampanye Demokrat

Memang menarik sekali pernyataan yang dilontarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kampanyenya di Lapangan Benteng Kuto Besak Palembang pada Selasa 1 April ini. Seperti dilaporkan oleh kompas.com, SBY optimis bahwa Demokrat akan meraih kemenangan di Palembang. “Tanggal 9 April ada apa? Mau golput apa nyoblos? Nyoblos pahalanya tinggi, lebih tinggi lagi kalau mencoblos nomor 7,” ujar SBY.

Pernyataan bahwa nyoblos itu pahalanya tinggi dan terlebih lagi pahalanya akan lebih tinggi kalau mencoblos Demokrat, sangatlah menarik. Ajang pemilu ini seolah-olah telah banyak membuat orang bersikap seperti orang mabuk. Orang mabuk itu tidak bisa dikendalikan lagi tindakan dan perkataannya. Semuanya sudah ditunggangi oleh hawa nafsu saja, sementara akalnya sudah lenyap. Kita bisa melihat bahwa pada ajang pemilu ini, ada banyak caleg yang bicara sudah tidak terkontrol lagi. Mereka bicara ini-itu, dan berbagai hal yang tidak masuk akal. Mereka menjanjikan macam-macam yang sulit sekali bisa diwujudkan.

Ini jugalah yang dilakukan oleh SBY di atas. Perkara pahala atau dosa itu bukan perkara manusia. Artinya dosa atau pahala itu harus dikembalikan kepada Allah swt. saja. Kita akan bisa mengetahui perbuatan mana yang akan mendatangkan pahala dari Allah dan perbuatan mana yang akan mendatangkan dosa dengan memahami syariatNya. Kalau perbuatan kita sesuai dengan syariatNya dan dilakukan dengan ikhlas, maka kita akan mendapatkan pahala. Tetapi jika sebaliknya, perbuatan kita bertentangan dengan syariat Allah, maka dosa yang akan kita dapatkan. Terkait dengan mencoblos, tentunya harus diketahui dulu bagaimana syariat Islam menilai perbuatan ini. Apakah halal atau haram? Kalau halal dapat pahala, kalau haram ya dapat dosa. Jadi pernyataan “apalagi kalau mencoblos nomor 7 itu pahalanya lebih tinggi” tidak ada dasarnya sama sekali. Jelas sekali bahwa pernyataan itu adalah pernyataan serampangan dan bisa menyesatkan umat.

Islam juga mengenal mekanisme pemilu, hanya saja pemilu yang ditujukan untuk menegakkan menerapkan syariat Islam dan memperkokoh penerapannya. Sementara Islam melarang segala perbuatan dan sarana yang bisa memperkokoh tegaknya sistem kufur seperti demokrasi-sekular. Jadi semuanya sudah jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s