Anjing Dari Neraka


Sekadar Ilustrasi

Sekadar Ilustrasi

Ada sebuah kisah yang cukup menarik sekaligus mengerikan tentang nasib orang yang menolak dakwah Rasulullah shallahu ‘alayhi wasallam dan syariat Islam. Tentunya kisah ini menjadi sebuah peringatan bagi mereka yang tidak mau menerima syariat Allah diterapkan di muka bumi ini.

Berbagai gangguan dan penyiksaan yang dirasakan Rasulullah dan semua pengikutnya semakin hari semakin menjadi saja. Setelah Allah subhanahu wata’ala memerintahkan Rasulullah agar berdakwah secara terang-terangan (lewat surah Al-Hijr ayat 94), berbagai gangguan dan penyiksaan itu mengalir deras seperti air terjun. Kaum kafir Qurays mulai merasakan dakwah yang dibawa oleh Rasulullah bisa mengancam eksistensi agama nenek-monyong, ups maksudnya nenek-moyang, mereka. Karena itulah mereka semakin bertindak represif.

Serangkaian gangguan dan penyiksaan kemudian ditimpakan kepada para sahabat. Bilal bin Rabah mendapatkan siksaan dari tuannya, Umayyah bin Khalaf. Suami-istri Yasir dibunuh, dan anak mereka, Ammar bin Yasir disiksa. Sahabat-sahabat yang lainnya pun mendapatkan giliran gangguan dan penyiksaan. Namun semuanya dihadapi dengan kesabaran yang tinggi. Mereka semua mengorbankan apapun yang mereka miliki, dan bahkan nyawa satu-satunya.

Rasulullah yang mulia pun tidak luput dari berbagai gangguan dan penyiksaan. Dimulai dari yang sederhana, seperti meludahi dan mengolok-olok, sampai penyiksaan fisik yang hampir saja merenggut nyawa Rasulullah (beliau pernah dicekik hingga hampir meninggal).

Orang yang sering sekali mengganggu Rasulullah adalah, paman nabi sendiri, Abu Lahab. Abu Jahal memiliki seorang anak yang bernama Utaibah bin Abu Lahab, dia pun memiliki “prestasi” yang “bagus” dalam hal mengganggu Rasulullah.

Suatu kali Utaibah mendatangi Rasulullah dan mendustakannya. Dia juga menghina dan mengolok-olok Rasulullah seperti yang digambarkan Allah swt. dalam surah ayat 1 dan 8. Dia sempat meludahi Rasulullah, walau pun aksi peludahan itu luput dan tidak mengenai tubuh Rasulullah yang mulia. Ketika itulah Rasulullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah kuasakan padanya salah satu dari anjing-anjingMu.”

Setelah peristiwa itu, Utaibah ikut dalam sebuah ekspedisi dagang kafilah Qurays menuju Syam. Dia tidak tahu ada makhluk-makhluk mengerikan yang sedang mengikutinya. Sesampainya di sebuah daerah yang bernama Az-Zarqa’, kafilah Qurays itu pun beristirahat dan mendirikan tenda. Utaibah pun merebahkan tubuhnya yang kelelahan, sementara hari menjelang malam. Saat itulah makhluk-makhluk mengerikan tadi menampakkan wujudnya. Mereka adalah segerombolan serigala-serigala lapar.

Utaibah dan kafilah Qurays itu dikepung oleh gerombolan serigala. Taring-taring serigala sudah mencuat di tengah keheningan malam dan keremangan padang pasir. Air liur mereka menetes, yang menandakan bahwa mereka telah menemukan mangsa. Utaibah ingat doa yang keluar dari mulut Rasulullah.

“Calaka saudaraku, ia demi Allah, akan memakanku seperti doa Muhammad kepadaku. Ia akan membunuhku saat Muhammad di Makkah dan aku di Syam,” rengeknya.

Seluruh rombongan kemudian menghunuskan senjata mereka dan melindungi Utaibah. Mereka berperang dengan serigala-serigala ganas itu untuk melindungi Utaibah. Untuk sesaat sepertinya upaya mereka membuahkan hasil, sebab mereka melihat gerombolan serigala itu melarikan diri. Mereka pun bergembira karena hal itu. Tapi di sinilah kengerian yang sebenarnya.

Saat tengah malam tiba, dan sebagian besar anggota kafilah dagang itu sedang tertidur, termasuk Utaibah, gerombolan serigala itu datang lagi. Mereka mengendap-endap dalam kesunyian, seakan-akan anjing-anjing dari neraka yang hendak mengantarkan nyawa. Sampailah mereka di tenda Utaibah, dengan cepat serigala-serigala itu memangsa buruannya, mencabik-cabik kepala dan tubuh Utaibah. Lelaki sombong itu mati seketika. Itulah nasib orang-orang yang menolak syariat Islam.

Taken from Ar Rahiq al Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman al Mubarakfuri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s