Tua Tua Kesemek, Makin Tua Makin Geblek!!


Pada suatu sore menjelang berbuka puasa, saya pergi untuk membeli beberapa makanan. Ini jadi persiapan untuk berbuka puasa. Datanglah saya ke sebuah warteg yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Karena nasi sudah masak sendiri di rumah, maka yang saya perlukan sekarang adalah lauk-pauk sebagai teman makan nasi. Masa’ makan nasi putih doang, kan kurang afdol, iya kan!!!

Ketika saya masuk ke dalam warteg yang sederhana itu, sudah terhidang makanan yang enak-enak di dalam lemari kaca panjang. Kawan-kawan pasti tahu bagaimana desain interior standar sebuah warteg, sekaligus desain display hidangannya. Saya pun langsung terhanyut dengan melihat-lihat hidangan yang tersedia di sana. Apa ya yang hendak saya beli? Pilihan pun akhrinya jatuh pada tempe dan telor dadar. Menu ini sama dengan menu kemarin, dan kemarinnya lagi, maklum penghematan. Hehe…

Tapi tiba-tiba ada yang membuat saya kaget. Ternyata di warteg itu saya tidak sendirian. Ada seorang lelaki tua yang sedang enaknya menyantap makanan, dan tentu saja membuat saya ngiler. Si Kakek ini makan dengan lahapnya, seolah-olah tidak mau tahu bahwa hari itu termasuk dalam bulan Ramadhan. Dalam waktu beberapa detik saja timbul berbagai pertanyaan di dalam diri saya. Mungkin kakek ini bukan muslim? Tapi masa’ sih kakek-kakek dekil model gini bukan muslim? Kemungkinan besar dia seorang muslim. Apakah dia sedang sakit? Lha kalau sakit kok bisa makan di warteg? Kemungkinan besar dia sehat-sehat saja. Apakah dia sedang dalam keadaan safar? Kalau lagi safar kok cuman pake sandal jepit doang, tanpa membawa jinjingan atau buntelan apa-apa? Kemungkinan dia sedang tidak safar. Berarti kemungkinan besar dia memang menyengajakan diri untuk tidak puasa. Padahal kondisi tubuhnya terlihat masih kuat dan masih sehat, bukannya sudah renta dan pikun.

Saya jadi berpikir, “ini orang tua-tua kesemek, makin tua makin geblek.” Apa dia nggak nyadar bahwa dia udah tua dan bentar lagi mau mati, bukannya nyari amal sebanyak-banyaknya, ini malah dengan sengaja melanggar perintah Allah. Ini aki-aki memang pemberani dan tangguh. Semoga kita selalu bisa berada di atas jalan kebenaran hingga akhir hayat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s