Di Balik Serial Ghazi


Ghazi seri pertama.

Ghazi seri pertama.

Ada hal sangat besar di balik serial Ghazi. Istilah Ghazi sendiri artinya adalah kesatria Islam yang ada di tengah-tengah bangsa Turki. Ghazi amat identik dengan mujahid tangguh yang memerangi musuh-musuh Allah di siang hari, mereka faqih fiddin, mereka hafal Quran, dan mengisi malam-malamnya dengan beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Sosok seperti ini adalah sosok muslim ideal yang saat ini sudah jarang terlihat di tengah-tengah generasi kita.

Ada beberapa hal penting yang ingin diungkap di balik serial Ghazi. Pertama, bisyarah Rasulullah berupa takluknya Konstantinopel adalah sebuah kabar gembira yang mengguncangkan. Ketika beliau pertamakali mengatakannya, kaum muslim beroleh kegembiraan, dan kaum kafir, termasuk Yahudi, gempar. Kegemparan ini mencapai puncaknya ketika bisyarah ini benar-benar berhasil diwujudkan oleh Sultan Muhammad al Fatih. Momen penting amat luar biasa sekali jika diangkat menjadi sebuah novel yang di dalamnya terungkap bagaimana gigih dan hebatnya perjuangan sang Sultan yang dijanjikan oleh Rasulullah itu. Terlebih lagi, sepanjang pengetahuan kami, belum ada novelis yang mengangkat peristiwa besar penaklukan ini dalam bentuk sebuah novel. Dengan demikian serial Ghazi insya Allah akan menjadi sebuah karya yang orisinal dan pertama tentang tema ini. Semoga dengan adanya novel ini akan bisa tergambar tentang betapa kita wajib meyakini dan memperjuangkan sebuah bisyarah Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam.

Kedua, nilai yang tak kalah penting yang ingin diungkap dalam novel ini adalah, tentang bagaimana proses terbentuknya seorang penakluk dan pemimpin besar seperti Sultan Muhammad al Fatih. Kita tentunya mengetahui bahwa seorang pempimpin tidaklah lahir begitu saja, tetapi ia dibentuk dan dididik sehingga bisa memiliki mental dan sikap sebagai seorang pemimpin besar. Novel Ghazi ini ingin sekali mengungkapkan sisi ini, sehingga bisa menjadi gambaran bagi kita tentang bagaimana kelak kita membentuk generasi kita agar menjadi generasi sekaliber Sultan Muhammad al Fatih.

Ketiga, novel ini ingin sekali mengungkapkan tentang keagungan syariat Islam. Bahwa jika syariat Islam diterapkan, pasti ia akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua umat. Bahwa ketika syariat Islam diterapkan secara menyeluruh, ia akan membawa rahmat bagi seluruh alam. Novel ini juga ingin memperlihatkan betapa santunnya jihad dan penaklukan dalam Islam. Bukan seperti imperialisme yang selama ini ditebarkan Barat atas dunia Islam.

Keempat, novel ini ingin menghadirkan sesuatu yang baru di tengah-tengah jagad sastra dan fiksi di Indonesia. Saat ini dunia fiksi kita masih dibanjiri oleh karya-karya sekular yang menebarkan gaya hidup hedonis dan permisif. Dan kesemuanya itu telah menjadi racun yang amat efektif dalam meruntuhkan identitas Islam generasi kita. Inilah saatnya novel Islam ideologis digemari dan mendapat tempat di tengah-tengah umat. Sebab ia bukan hanya menghadirkan sekadar cerita, tetapi juga nilai-nilai Islam.

Terakhir, selamat menikmati serial Ghazi selanjutnya. Semoga bisa diambil hikmah sebanyak-banyaknya dari sana. Dukung terus fiksi Islam ideologis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s