Confession


Rose_Stock_by_BreAnn-2Datanglah ke sini, Sayangku. Duduk bersamaku di dalam alam yang sunyi. Langit betapa sendu, dilapisi awan kelabu, dan hidup begitu biru. Ada senyum halus angin membelai sudut kerudung hitam-mu. Lantas berlalu, dan berbisik kepadaku agar selalu mencintaimu. Lihatlah ke muka, Sayangku! Itulah jalanku. Jalanku satu-satunya. Tanahnya terjal menanjak, ditingkahi ilalang lebat. Cadas pecah serupa kerikil, getir dan tidak peduli. Tempat daun-daun liar tumbuh berduri dan membuatnya menjadi jalan yang begitu ngeri. Kadang kala jangat terkoyak, tinggalkan nyeri tidak terperi. Lelah akan menjalar, sengsara seakan tak habis. Keringat bercucuran ditentang semangat, asap kelabu bernama putus asa demikian dekat. Namun apapun itu, datang seribu setan dari neraka menghalangiku, ke sanalah aku tetap akan menuju. Aku telah menyerahkan hidupku untuk menempuhi jalan itu. Hanyalah ke sana aku akan menuju. Di sana sangat sepi, sayangku. Tak banyak manusia mau melaluinya. Lantas aku dengar, ada sebisik tanya menyeruak dari sela-sela bibirmu: untuk apa??

Aku ingin berdiri tegak di puncaknya, sayangku! Berdiri tegak lebih tinggi daripada siapapun. Aku ingin melihat dunia ini sendiri, hanya dengan mataku. Memandang sampai batas langit dan pepohonan hanya dengan retinanya saja. Aku ingin melihat citra yang dahulu pernah dilihat oleh orang-orang yang berani. Aku tak sudi menghamba pada seorang pun. Aku hanya ingin merasakan hidup… Merasakan betapa manis dan mulianya hidup dari kekuatanku sendiri. Hanya itu!! Aku akan maju mendaki, apapun yang terjadi. Untuk itu aku akan jadi orang yang paling tidak peduli.

Dunia sungguh sepi, sayangku, bagi orang-orang seperti aku.! Aku berdiri di sudut bumi, bersandar pada sisinya yang keras. Manusia berkeliaran di hadapanku, bicara, meracau, berbisik, teriak, menjerit, namun aku tidak mengerti. Asing bahasanya di telingaku, dan mereka tidak mau peduli pada air mataku. Satu yang aku tahu, sudut mata mereka serupa belati berkilau meracuni hatiku. Menertawaiku, padahal aku tak kenal mereka semua. Lemah aku berlutut, sayangku, menerima kegetiran yang mereka bawa untukku, atas apa yang sudah aku pilih. Aku menerima semuanya, walau dunia ini tidak mau menerima orang-orang seperti aku.

Lemah aku berlutut, sayangku, hinaan sungguh pilu. Kurenggut dadaku menahan air mata, aku takut ia tumpah kepada dunia. Dan nun jauh di sana aku melihatmu. Sungguh baik dan mulia. Betapa suci tak tercela. Baru pertama aku rasakan senyum terkembang di wajahku, sebab kehadiranmu. Kau sudi percaya padaku saat semua ragu. Kau mau tersenyum padaku ketika manusia meludahiku. Kau mau berikan permatamu yang berharga. Dan tumpah air mataku…Tumpahlah sudah kepada dunia. Engkau sungguh jauh, sayangku…sungguh jauh. Aku tidak mampu meraihmu. Balutan kemuliaanmu penuh cahaya, sementara mataku silau dengan hitam jelaga. Langkahmu kuat menancap tanah, namun tanganku lunglai menahan kepedihan. Kaki-ku lemah, sayangku, hingga aku tak sanggup meraihmu. Kau sungguh jauh.!! Sungguh jauh!

Aku maju menerjang, dalam segala kelemahanku. Aku lawan setan bernama hidup dengan tanganku yang tirus. Aku tantang semua manusia di tegak-ku yang getir. Sebab aku ingin bersama-sama denganmu, sayangku! Sebab aku ingin dekat dan menjalani dunia bersamamu! Namun aku lemah. Aku tetap lemah.!!

Tapi, mundur adalah sebuah kekalahan! Aku akan terus melawan kalau pun hidup sungguh kejam. Aku akan terus maju dengan lemahnya lututku walau hanya melangkahi beberapa jengkal saja. Aku tidak akan berhenti percaya dan berharap, hingga terbanglah dia menembus angkasa membeberkan semuanya di hadirat Tuhan yang Kuasa. Aku lemah, sayangku! Dan akan tetap lemah. Namun aku percaya, akan datang masanya kudapat kekuatan dari Tuhan sendiri. Dengan kekuatan itu aku akan datang padamu, mempersunting jemarimu yang lembut, dan menggambar inai dengan tanganku sendiri. Selama kau teguh tegak di sana, tidak memalingkan tubuhmu meninggalkan aku. Dan waktu itu dekat. Aku percaya!! Percaya selamanya! Hanya kepada Tuhan saja aku akan menyerah. [Sekitar tahun 2008]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s