Ghazi vs Dracula Untold


Poster Dracula Untold

Poster Dracula Untold

Pada minggu-minggu ini film Dracula Untold yang dibesut oleh sutradara Gary Shore sedang hangat-hangatnya dinikmati. Film ini memang mengangkat sosok Dracula yang lain daripada yang lain, di luar sosok Dracula yang dipopulerkan Bram Stoker. Film ini menjadikan sejarah asli Dracula sebagai latar belakang kisahnya, walau tetap saja masih kental aroma vampire-nya, dan alurnya banyak sekali yang menyimpang dari sejarah Dracula itu sendiri.

Ketika Mas Ustadz Felix Siauw memberikan trailernya kepada saya, saya langsung paham bahwa film ini menggunakan sejarah asli Dracula sebagai setting-nya, walaupun saya belum pernah menonton filmnya sama sekali. Seorang kawan saya bercerita, bahwa ending dari film itu adalah terbunuhnya Sultan Mehmed al Fatih karena digigit Dracula. Saya kaget sekali dengan ending ini (lah kok bisa Sultan Mehmed digigit Dracula?). Dari sini saja sudah sangat terlihat bahwa film ini memang memiliki muatan-muatan penyesatan dan pencitraburukan terhadap Islam.

Dari mana datangnya seorang Sultan Mehmed al Fatih mati digigit Dracula? Beliau adalah seorang komandan yang diijanjikan oleh Rasulullah Muhammad, dan beliau adalah sebaik-baik komandan. Beliau amat dekat dengan Allah swt karena setiap malam bertahajjud dan tidak pernah meninggalkan solat rawatib. Beliau juga tangkas memanah dan bermain pedang. Beliau pun seorang ahli strategi dan ahli dalam konstruksi alat-alat perang. Imajinasi orang-orang Hollywood memang sangat liar, sehingga bisa membuat Sultan Mehmed mati digigit Dracula. Sebuah kematian yang tidak keren!

Saya memahami bahwa film Dracula Untold adalah sebuah karya fiksi-sejarah, kisah fiksi yang menjadikan sejarah sebagai inspirasinya. Dan orang-orang yang membuat film ini menjadikan Sekularisme dan Kristen sebagai sudut pandangnya. Karena itulah Sultan Mehmed (diperankan Dominic Cooper), dan prajurit Muslim digambarkan sangat buruk. Dan terlebih lagi, film ini amat melenceng jauh dari sejarah Vlad Dracula (diperankan Luke Evans) itu sendiri. Dalam setiap karya fiksi-sejarah pastilah akan selalu ada twist untuk menambahkan sisi dramatis dan sisi emosionalnya, hanya saja jangan sampai menyimpang jauh dari sejarah aslinya.

Dalam sejarah, Sultan Mehmed al Fatih dan Vlad Dracula memang terlibat dalam sejumlah pertempuran besar dan persaingan yang sengit, dan di akhir cerita, Sultan Mehmed berhasil mengalahkan Vlad Dracula. Dalam sebuah pertempuran di Wallachia, Vlad Dracula dipenggal dan kepalanya dipersembahkan kepada Sultan Mehmed, sebagai simbol bahwa teror Vlad Dracula telah berakhir. Terlepas dari kontroversi yang terjadi setelah kematiannya (beberapa menyebutkan bahwa jasad Vlad Dracula menghilang dan lainnya menyebutkan jasadnya menjadi bangkai anjing atau serigala). Dalam hal ini saya salut dengan film Kingdom of Heaven, yang juga dibesut dari sudut pandang Kristen tetapi cukup cocok dengan sejarah. Di akhir film ini digambarkan bahwa Jerusalem pada akhirnya diserahkan kepada Salahuddin al Ayubi oleh Balian de Ibelin (diperankan Orlando Bloom), dan Pasukan Salib berhasil dikalahkan.

Novel Ghazi 2

Novel Ghazi 2

Serial Ghazi yang saya garap bersama guru sekaligus sahabat saya, Mas Ustadz Felix Siauw, menghadirkan kisah yang berbeda dengan Dracula Untold. Walaupun ada kemiripan dalam mengambil latar belakang sejarahnya, yakni perseteruan antara Sultan Mehmed al Fatih dengan Vlad Dracula, kami menjadikan Islam sebagai sudut pandangnya. Kami menjadikan sejarah asli penaklukan Konstantinopel dan perang antara Sultan Mehmed dan Vlad Dracula sebagai dasar untuk mengembangkan kisahnya.

Perjalanan hidup Sultan Mehmed adalah sebuah perjalanan hidup seorang Muslim yang agung, yang menghentak dunia timur dan barat. Kenyataan ini bahkan diakui oleh cendekiawan barat sendiri. John Freely mengatakan bahwa jika Sultan Mehmed hidup 20 tahun lebih lama, pastilah beliau sudah meratakan seluruh Eropa dengan Islam. Bisa jadi, Roma pun sudah beliau taklukkan bersama tentaranya. Sebab kala itu, Paus sendiri sudah melarikan diri ke Avignon tatkala mendengar kabar bahwa Sultan Mehmed sedang membangun pasukan yang jauh lebih besar daripada saat penaklukan Konstantinopel.

Bersama seluruh fakta sejarah yang agung inilah kami menggarap novel Ghazi. Akan kami persembahkan kisah ini untuk generasi Islam yang kokoh dan tangguh. Kami dedikasikan kisah ini untuk membangun karakter islami yang bersemayam di setiap dada generasi Islam. Sebuah karakter islami yang diwariskan oleh Rasulullah Muhammad shallahu ‘alayhi wasallam dan dipeluk erat oleh Sultan Mehmed al Fatih. Karakter para kesatria, karakter Ghazi!

3 responses to “Ghazi vs Dracula Untold

  1. Pingback: Ghazi vs Dracula Untold | UmaSeo1453

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s