Ngontrak di Rumah Sendiri


Pajak memiskinkan anda!

Pajak memiskinkan anda!

Fenomena ngontrak di rumah sendiri ini bukanlah isapan jempol belaka, tetapi memang sudah menjadi kenyataan. Sebenarnya ini adalah fenomena yang aneh dan sangat menggelikan. Lho kok gitu? Ya iya lah, kita beli rumah pakai duit jerih payah kita sendiri, tapi setelah kita berhasil membeli rumah itu, seolah-olah kita sedang ngontrak di rumah sendiri karena kita harus terus membayar kepada negara lewat apa yang disebut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Saya merasa bahwa Pajak Bumi dan Bangunan ini adalah salah satu jenis pajak yang paling menggelikan dari seluruh jenis pajak.

Seperti diberitakan oleh situs Warta Kota, sorot mata Anton (47), Warga Kebayoran Baru Jakarta Selatan, tajam menatap Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2014 miliknya. Sebab di surat itu tertera tagihan Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 22 juta Rupiah. “Ini sama saja saya ngontrak di rumah sendiri. Berarti tiap bulan saya harus menyisihkan uang 2 juta Rupiah untuk bayar PBB. Sama saja ngontrak kan?” Ujar Anton kepada Warta Kota di rumahnya pekan lalu.

Anton beserta istri dan keempat anaknya tinggal di atas lahan berupa tanah dan bangunan seluas sekira 500 m2. Pria yang bekerja di bidang event organizer ini merasa bingung tarif PBB melonjak drastis. Tahun lalu, ia hanya membayar 11 juta Rupiah untuk lahan dan rumah yang sama. Namun tahun ini dipaksa membayar 22 juta Rupiah. “Kalau begini caranya, terus terang saya merasa sakit hati,” ujarnya.

Ini dia satu lagi bentuk kesewenang-wenangan yang digelar pemerintah di negeri ini. Naikin pajak seenak perutnya sendiri. Pendapatan negera ini hampir seluruhnya dari pajak rakyat. Pemerintah galak banget kalau sudah menagih pajak dari rakyatnya. Tetapi kalau Freeport yang ogah membayarkan kewajibannya karena persoalan sepele, pemerintah kok ikhlas banget menerimanya. Nggak habis pikir!! Rakyat diperas habis-habisan dengan pajak, tetapi sumber daya alam negeri ini yang melimpah ruah malah diserahkan dengan rela kepada konglomerat asing. Nggak masuk akal!!! Ada satu pertanyaan penting yang harus diajukan kepada mereka, “sebenarnya para elit penguasa itu berpihak kepada siapa? Rakyat atau konglomerat?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s