Sesuatu Tentang Iman


Ada sebuah pembahasan yang menarik dari Ustadz Felix Siauw tentang keimanan. Ternyata orang-orang kafir jahiliyyah dahulu percaya bahwa Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini adalah Allah subhanahu wata’ala. Mereka percaya hal itu dan mereka mengakuinya. Beberapa bukti tentang hal ini adalah bahwa orang kafir jahiliyyah dulu (sebelum datang masa Islam) sering berjanji dengan menggunakan nama Allah. Selain itu kita juga mengetahui bahwa nama ayahanda Rasulullah Muhammad saw. adalah ‘Abdullah, yang berarti ‘hamba Allah’ (Abdullah hidup sebelum masa Islam diturunkan). Dari sini jelas sekali, bahwa memang benar Allah swt. diakui oleh orang Arab jahiliyyah sebagai Tuhan pencipta alam semesta.

Lah tapi kok kalau ternyata mereka semua mengakui bahwa Tuhan sang pencipta alam itu adalah Allah swt., lantas kenapa mereka masih disebut kafir? Jahiliyyah lagi! Ternyata pengakuan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta tidaklah cukup, diperlukan lebih dari itu. Allah tidak menghendaki pengakuan yang hanya di mulut saja, tetapi dia juga menghendaki pengakuan atas kekuasaanNya dan ketaatan kepada semua hukumNya.

Orang-orang kafir jahiliyyah masa itu memang mengakui bahwa Allah adalah sang Pencipta, tetapi mereka tidak mau menyembah Allah dan menaati aturan-aturanNya. Mereka malah menyembah berhala-berhala bernama Latta, Uzza, Hubal, dan Manath. Mereka mengklaim bahwa berhala-berhala itu akan menjadi penghubung mereka kepada Allah. Mereka juga mengatur berbagai hal dalam hidup mereka dengan seenak perut mereka sendiri. Mereka mabuk-mabukan, berzina, makan riba, makan bangkai, sewenang-wenang, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Mereka tidak mau berhukum dengan aturan Allah swt.

Kafir jahiliyyah mau menerima Allah swt. sebagai Robb (Tuhan), tetapi mereka tidak mau menerima Allah swt. sebagai Ilah (sesembahan). Karena itulah mereka sangat berat untuk mengucapkan syahadah Islam yang berbunyi “La ilaha illaLLah” (tiada sesembahan selain Allah), “wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” (Muhammad adalah Rasulullah), sebab konsekuensi dari kalimat ini adalah mereka tidak boleh lagi mengakui Allah hanya sebagai Tuhan pencipta alam, tetapi juga harus menyembah Allah dan menaati aturan Allah semuanya. Membuang semua berhala, dan membuang semua sistem yang berkembang di tengah-tengah.

Jika kita teliti kondisi yang ada saat ini, terlihat sekali bahwa sikap kaum kafir jahiliyyah di Makkah itu muncul kembali. Apa yang dilakukan oleh kaum Muslimin zaman sekarang mirip dengan apa yang dilakukan oleh kaum kafir jahiliyyah zaman dulu. Kaum Muslimin mengakui bahwa Allah adalah sang pencipta. Mereka mengakui bahwa Allah penguasa segala-galanya. Sayangnya, mereka tidak mau menaati aturan Allah. Kalau pun mereka menaati aturan Allah, itu hanya yang enak-enak saja. Aturan Allah yang membutuhkan pengorbanan dan efforts yang lebih besar tidak mau ditaati. Umat Islam telah terjangkit penyakit sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan). Islam hanya disimpan di sudut-sudut masjid. Sudah saatnya umat kembali kepada Islam seutuhnya, dengan menerapkan seluruh aturanNya di berbagai bidang. Islam ada untuk mengatur diri kita sendiri, masyarakat, dan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s