“Mending Mana: Pemimpin Kafir Tapi Bersih, atau Pemimpin Muslim Tapi Korup?”


Nggak Beres!!!

Nggak Beres!!!

Logika seperti judul di atas, sekarang-sekarang ini banyak beredar di tengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi jika kita kaitkan dengan sepak-terjang Gubernur DKI Jakarta yang seorang nonmuslim, logika di atas akan makin nyaring. Padahal, saya ingin mengatakan, logika di atas adalah logika absurd. Kondisi bobrok yang amat menekan seperti sekarang ini memaksa kita untuk menganut logika bobrok ini. Seolah-olah sudah tidak ada lagi pilihan lain.

Kita semua pasti mengetahui kabar tentang ungkapan kotor yang disampaikan Gubernur ketika diwawancara oleh KompasTV! Ungkapan itu biasa digunakan oleh orang-orang yang tidak bisa menjaga mulut dan ucapannya sendiri. Dan tidak semestinya seorang pemimpin berkata seperti ini di hadapan rakyatnya. Tetapi kembali, opini yang berusaha dibangun oleh Gubernur adalah, walaupun dia bicara kasar, tetapi niatannya bersih dan suci, serta untuk menunjukkan betapa dia berani menghadapi siapapun karena dia seorang yang benar. Gubernur berkata bahwa orang-orang yang korup itu santun-santun perkataannya dan sopan sikapnya. Jadi sekarang logikanya saya tambah, “Mending mana: pemimpin kafir dan suka ngomong kasar tapi bersih, atau pemimpin Muslim yang sopan santun tapi korup?

Ada banyak orang, termasuk Muslim, yang membela Gubernur nonmuslim ini. Bahkan ada juga yang membelanya dengan ekstrem, mati-matian. Padahal jelas-jelas logika ini memang absurd. Sebagai seorang Muslim tentunya kita harus menggunakan Islam sebagai dasar berpikir kita. Terlarang bagi seorang Muslim untuk menggunakan ideologi lain sebagai dasar berpikir. Dengan kata lain, hanya Quran dan sunnah sebagai dasar berpikir, tidak ada yang lain. Tidak boleh terlintas di benak seorang muslim logika seperti judul di atas. Sedetik pun tidak boleh.

Memangnya sebegini banyaknya orang di Indonesia sudah tidak ada lagi seorang Muslim yang sopan, jujur, santun, dan pengayom rakyat, yang bisa kita jadikan pemimpin? Masa’ sih diantara 200 juta penduduk Indonesia nggak ada lagi seorang Muslim yang baik sekaligus nggak korup yang bisa kita jadikan pemimpin? Nggak masuk akal sama sekali. Logika seperti judul di atas adalah logika jongkok dari orang-orang yang malas mikir, yang alergi terhadap perubahan hakiki. Seorang Muslim pantang mengambil logika absurd itu. [@sayfghazi]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s