Bloody Elizabeth


Lukisan dari abad ke-15 menggambarkan Elizabeth Bathory saat berusia 25 tahun. Lukisan ini hilang tahun 1990.

Lukisan dari abad ke-15 menggambarkan Elizabeth Bathory saat berusia 25 tahun. Lukisan ini hilang tahun 1990.

Di dalam surah Al-Bayyinah ayat 6 Allah swt. Berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.” Tegas banget Allah nyatakan bahwa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan musyrik (orang kafir selain Yahudi dan Nasrani) adanya di neraka Jahannam dan mereka itulah seburuk-buruknya makhluk. Ada satu kisah yang memperlihatkan kenyataan dari ayat di atas.

Pada abad ke-16 Masehi, hiduplah seorang bangsawan bernama Elizabeth Bathory. Dia adalah seorang putri cantik yang kaya raya dari sebuah keluarga yang paling berkuasa di Polandia, keluarga Bathory. Stephan Bathory, paman Elizabeth, adalah salah seorang raja Polandia yang terkuat. Sayangnya, walau Elizabeth seorang wanita, dia adalah pembunuh berdarah dingin paling keji sepanjang sejarah. Bahkan namanya tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai Wanita Pembunuh Paling Produktif. Hadeuhhh…!

Seperti dikisahkan oleh Brenda Ralph Lewis dalam bukunya A Dark History: Kings & Queens of Europe, Elizabeth Bathory telah membunuh puluhan bahkan ratusan gadis perawan untuk mendapatkan kecantikan dan awet muda. Ternyata ada lho yang kayak gini, kirain cuman ada di dongeng Sleeping Beauty.

Elizabeth Bathory dilahirkan pada tahun 1560 dari keluarga Bathory, dan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Saat usianya masih sangat muda, Elizabeth dinikahkan dengan seorang bangsawan yang derajatnya lebih rendah, namanya Ferenc Nadasdy. Karena Ferenc dengan sengaja menginginkan keagungan dari pernikahan itu, dengan sengaja dia membiarkan Elizabeth tetap membawa nama ‘Bathory’ di belakang namanya, dan bukannya nama ‘Nadasdy’. Pasangan ini memiliki sifat yang sama-sama kejam, dan bahkan kelak Elizabeth memiliki kekejaman yang melebihi suaminya.

Seperti kebanyakan tuan putri, kerjaan Elizabeth hanya berleha-leha dan bersantai. Dia sering kali duduk di depan cermin dan mengagumi kecantikannya sendiri. Terlebih lagi karena dia sering ditinggal suaminya untuk pergi berperang melawan Turki Utsmani, kesenangannya berdandan dan berkaca jadi makin menjadi-jadi. Dia begitu mengagumi kecantikannya, dan merasa kaget ketika dia menemukan kerutan di wajahnya. Yaiyalah ada kerutan, kalau usia bertambah pasti bakal muncul kerutan.

Pada suatu hari, ketika Elizabeth sedang duduk di depan kaca, seorang pelayan sedang menyisirkan rambutnya, terjadilah sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Pelayan tadi, seorang gadis perawan, tidak sengaja menarik rambut Elizabeth. Elizabeth pun murka dan menampar gadis itu sekuat tenaga. Darah pun muncrat dari hidung dan mulut gadis itu, mengenai tangan Elizabeth. Entah dapat wangsit dari mana, Elizabeth merasakan kulit yang terlumuri darah perawan itu mengalami peremajaan. Kerutan-kerutan pun hilang (ngalahin krim anti aging, hehe). Dia langsung memerintahkan gadis itu ditangkap dan lehernya disayat, darahnya ditampung dalam sebuah bak mandi, Elizabeth pun mandi dengan darah perawan itu. Hiii ngeri.

Di dalam kastilnya, Elizabeth menyiksa dan membunuh gadis-gadis perawan dari perkampungan di sekitar kastil. Dia amat menikmati penyiksaan dan jeritan dari gadis-gadis itu. Darah perawan kembali ditampung untuk tempat Elizabeth berendam. Emang berabe banget kalau punya hobi nggak normal kayak gini. Saking banyaknya gadis yang dibunuhnya, dia berhasil menghabisi satu generasi gadis muda di sekitar kastil.

Kekayaan dan kekuasaan keluarganya membuat banyak orang tidak berani komplain atas semua kejahatan Elizabeth. Berbagai gosip yang beredar di sekitar kastil mengendap dan tetap menjadi gosip. Seorang pendeta bernama Istvan Magyari kemudian memberanikan diri untuk mengadukan semua kejahatan ini. Pengaduan sang pendeta sampai juga di telinga Raja Hungaria, Mathias Corvinus. Sang raja kemudian memerintahkan seorang pembantunya, Gyorgi Thurzo, untuk melakukan investigasi.

Saat Thurzo memasuki kastil Elizabeth, dia geleng-geleng kepala. Kejahatan yang dilakukan Elizabeth memang benar-benar mengerikan. Dia menemukan seorang gadis yang sedang sekarat dengan sekujur tubuh penuh luka menganga. Di kamar-kamar dalam kastil juga ditemukan mayat-mayat gadis yang sudah tidak lengkap. Ada yang hilang tangan atau kakinya, ada juga yang hilang kepalanya. Di ruang bawah tanah kastil ditemukan mayat lebih banyak lagi. Nggak kebayang gimana amis dan busuknya di sana.

Orang-orang dekat Elizabeth yang membantunya menjalankan hobi kejinya itu, Klara, Dorottya Szentes, Erszri Majorova, dll. Ditangkap, diadili, dan dieksekusi. Karena pengaruh dan kekuasaan Keluarga Bathory, Elizabeth hampir tidak tersentuh. Dia tidak diadili dan hanya dikurung di kastilnya sendiri hingga dia mati pada tahun 1614 pada usia 54 tahun dengan wajah tersungkur di lantai. Setelah kematiannya, banyak tersebar mitos dan kisah-kisah seram tentang dirinya. Allah mahabenar, orang-orang kafir adalah seburuk-buruknya makhluk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s