Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 1)


Salah satu sudut Gunung Uhud, saksi bisu Perang Uhud.

Salah satu sudut Gunung Uhud, saksi bisu Perang Uhud.

Judul tulisan ini sepertinya cukup menarik dan menggelitik. Tentunya kaum Muslim sudah mengetahui tentang Perang Uhud, perang besar dalam sejarah Islam di mana pasukan Islam yang dipimpin Rasulullah saw. dikalahkan oleh pasukan kafir Quraisy karena kemaksiatan sekelompok kecil pasukan Muslim, pasukan panah. Tetapi apa hubungannya perang besar ini dengan seorang lelaki yang diseruduk kambing? Siapa pula lelaki yang diseruduk kambing itu? Semuanya insya Allah akan dikisahkan secara seru dalam rangkaian tulisan ini.

Kemenangan pasukan kaum Muslimin di Perang Badar telah mencorengkan arang yang hitam di muka kafir Quraisy. Mereka pulang ke Makkah dengan membawa rasa malu yang sangat mendalam. Keluarga, saudara, dan orang-orang dekat mereka tewas di medan Perang Badar, dan dendam kesumat bersemayam dalam jiwa mereka.

Seperti diceritakan oleh Ibnu Ishaq yang dikutip oleh Prof. Ali Muhammad Sholabi, ketika para kafir Quraiys itu tiba di Makkah, mereka seolah tidak bisa berdiam diri. Mereka hendak sesegera mungkin menghimpun pasukan dan memberangkatkannya kembali ke medan perang untuk membunuh Rasulullah Muhammad saw., dan memusnahkan umat Islam.

“Ketika orang-orang Quraisy tertimpa kekalahan dalam Perang Badar, pasukan mereka melarikan diri ke Makkah. Abu Sufyan pulang dengan membawa unta-untanya kemudian menghentikannya di Darun Nadwah (semacam tempat berkumpul para pemuka Quraisy). Dia tidak menggiring untanya dan tidak pula menceraiberaikannya. Tokoh-tokoh Quraisy menjadi tertarik untuk menyiapkan darinya sebuah pasukan guna memerangi Rasulullah saw. Abdullah bin Rabi’ah, Ikrimah bin Abi Jahal, Al-Harist bin Hisyam, Huwaithib bin Abdul ‘Uzza, dan Shafwan bin Umayyah, berjalan bersama-sama orang yang telah kehilangan ayah, anak, dan saudara mereka dalam Perang Badar. Mereka berkata kepada Abu Sufyan bin Harb dan orang-orang yang memiliki barang perdagangan di kafilah Quraisy tersebut, ‘Muhammad telah menganiaya kalian dan membunuh orang-orang terbaik dari kalian. Oleh karena itu bantulah kami dengan harta ini untuk memeranginya. Semoga saja kita bisa membalas dendam atas orang-orang yang menjadi korban dari kita.’ Abu Sufyan menjawab, ‘Akulah orang pertama yang menyambut permintaan tersebut.’”

Sebuah lukisan yang mengilustrasikan Perang Uhud.

Sebuah lukisan yang mengilustrasikan Perang Uhud.

Dengan dendam membara pula, Jubair bin Muth’im memerintahkan seorang budaknya, Wahsyi, untuk mengambil tombaknya dan berangkat bersama pasukan perang dari Makkah itu. “Pergilah bersama orang-orang! Jika engkau berhasil membunuh Hamzah, pamannya Muhammad, sebagai balasan atas pamanku Thu’aimah bin Adi, maka engkau merdeka,” katanya (Sirah Nabawiyah, Prof. Ali Muhammad Sholabi).

Salah satu alasan kuat lainnya tentang mengapa kafir Quraiys bersegera menghimpun pasukan kembali adalah faktor ekonomi. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Shafwan bin Umayyah, anaknya Umayyah bin Khalaf. Sekadar informasi, Umayyah bin Khalaf adalah mantan majikan Bilal bin Rabbah, yang menindih dada Bilal ketika dia mengetahui Bilal masuk Islam. Pada Perang Badar, Bilal berhasil membunuh Umayyah dan hal inilah yang membuat Shafwan dendam setengah mati. Shafwan berkata, seperti disampaikan oleh Imam Alwaqidi dalam Almaghazi: “Muhammad dan para sahabatnya telah melenyapkan perdagangan kami. Kami tidak mengetahui bagaimana menghadapi mereka. Mereka pun tidak membiarkan daerah pesisir karena mereka telah berdamai dengan penduduknya dan sebagian besar dari penduduk itu telah masuk Islam. Kami tidak mengetahui ke mana harus mengambil jalan. Jika kami berdiam diri, berarti kami hanya akan memakan modal yang pasti tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, modal itu kami putarkan dalam perdagangan ke Syam pada musim panas dan ke Habasyah pada musim dingin.”

Sebagaimana yang kita ketahui, kaum Quraisy berdagang pada musim dingin ke Yaman dengan mengangkut barang dagangan hasil produksi dari Syam, dan sebaliknya, pada musim panas mereka berdagang ke Syam dengan membawa barang hasil produksi dari Yaman. Keberadaan Negara Islam yang didirikan oleh Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya di Madinah telah memblokir jalur perdagangan mereka. Sementara itu mereka hampir tidak punya jalan lain lagi, termasuk jika melewati pesisir pantai, karena para penduduk Arab pesisir telah banyak yang masuk Islam. Perekonomian kaum Quraisy benar-benar terisolasi.

Kaum Quraisy menghabiskan lima puluh ribu dinar emas untuk mempersiapkan pasukan Perang Uhud. Mereka mengerahkan pasukan dari sekitar Makkah dan dari berbagai kabilah. Berbagai propaganda hitam yang menyesatkan mereka hembuskan tentang umat Islam dan Nabi Muhammad saw. Pada Sabtu, 7 Syawal tahun 3 Hijriyah, terkumpullah 3000 personil siap tempur. Di bawah komando Abu Sufyan bin Harb, pasukan itu diberangkatkan menuju Madinah.

Pasukan tempur dari Makkah ini memakai dress code warna hitam. Bukan cuma para pria yang turut ambil bagian, tetapi juga para wanita. Para wanita kafir Quraisy inilah yang bertugas memacu semangat prajurit dengan syair-syair dan musik-musik yang mereka mainkan. Jika ada prajurit yang ketakutan dan hendak desersi dari medan perang, mereka bertugas untuk menampar dan mengeroyok prajurit itu, lalu mendorongnya kembali bertempur. Para wanita Quraisy yang terlibat di Perang Uhud antara lain: Hindun binti Utbah bin Rabi’ah (yang mengunyah jantung Hamzah dan memuntahkannya kembali), Bazah binti Mas’ud Ats Tsaqafiyah, Ummu Hakim binti al-Harist, Fathimah binti al Walid bin Mughirah, dll.

Menjelang pecahnya Perang Uhud, terjadi aksi intelijen yang menunjukkan kecerdasan strategi Rasulullah saw. dalam mengatur strategi perang. Insya Allah pada bagian selanjutnya.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s