Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 2)


Pasukan perang Arab kuno.

Pasukan perang Arab kuno.

Sebelum pecahnya Perang Uhud, terjadi aksi intelijen yang sangat luar biasa, yang menunjukkan betapa cerdas dan tajamnya antisipasi Rasulullah Muhammad saw. Peristiwa ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang jenius militer sejati dan suri teladan umat manusia.

Rasulullah saw. telah mengetahui bahwa pasukan kafir Quraisy telah berangkat meninggalkan kota Makkah. Seorang paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthallib, menjadi mata dan telinga bagi Rasulullah saw. Abbas memantau setiap manuver kafir Quraisy dan menyampaikannya secara detil kepada Rasulullah saw. di Madinah. Abbas menuliskan hasil pantauannya itu ke dalam sebuah surat rahasia dan memerintahkan seorang anak buahnya untuk mengantarkan surat itu ke Madinah. Kurir surat ini bergerak dengan cepat, menempuh jarak 500 km antara Makkah dan Madinah hanya dalam tiga hari, sehingga ia mendahului gerakan pasukan kafir dan berhasil menyampaikan surat itu kepada Rasulullah saw.

Sebuah riwayat dari Ibnu Abdil Barr menyatakan, “Abbas menuliskan informasi terkait kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad saw. Kaum Muslimin di Makkah pun menjadi berani dengan keberadaannya. Dia selalu ingin berkontribusi kepada Rasulullah saw. Rasulullah pun menulis surat kepadanya dan mengatakan bahwa posisinya di Makkah adalah lebih baik,” (Sirah Nabawiyah, Prof. Ali Ash-Sholabi).

Laporan Abbas dalam surat tersebut sangat detil. Ia menyatakan, “Pasukan Quraisy telah bergeark menuju kepada Anda. Apa saja yang Anda rencanakan ketika mereka telah sampai kepada Anda, maka lakukanlah. Pasukan mereka berjumlah 3000 tentara. Di antaranya terdapat 200 orang berkuda, dan 700 orang memakai baju besi. Mereka juga membawa 3000 unta dan semua persenjataan yang mereka miliki,” (Al-Maghazi, oleh Imam Al-Waqidi).

Rasulullah saw. tidak mencukupkan diri hanya pada laporan dari pamannya. Beliau mengutus seorang agen rahasia, Hubab bin Mundzir bin Jamuh, untuk keluar Madinah dan menyusup ke dalam pasukan musuh. Maka berangkatlah Hubab hingga ia menemukan pasukan kafir Quraisy yang berjumlah amat besar itu, kemudian menyusup ke dalamnya. Saat itulah ia mengamati pasukan musuh dengan saksama dan merekamnya dalam ingatannya. Ketika merasa cukup, maka ia pun kembali pulang ke Madinah.

Hubab segera melaporkan pengamatannya kepada Rasulullah saw.

“Apa yang engkau lihat?” Tanya Rasulullah saw.

“Saya melihat jumlah mereka sekitar 3000 orang. Mungkin lebih sedikit atau kurang sedikit. Sementara kuda mereka ada 200 ekor. Saya juga melihat baju besi sekitar 700 buah,” kata Hubab. Laporannya cocok dengan informasi dari Abbas.

“Apakah engkau melihat para wanita?” Tanya Rasulullah lagi.

“Saya melihat para wanita. Mereka membawa rebana dan tabuh-tabuhan lainnya,” kata Hubab.

“Para wanita itu ingin menyemangati mereka dan mengingatkan mereka pada korban-korban Perang Badar. Itulah berita yang sampai kepadaku. Janganlah keberadaan mereka dianggap sebagai suatu nasib buruk. Hasbunallah wa ni’mal wakil. Ya Allah, dengan pertolongan-Mu aku bisa menang, dan dengan pertolongan-Mu pula aku bisa menguasai.” Doa Rasulullah saw.

Bukan cuma Hubab, Rasulullah saw. juga mengirim agen rahasia lainnya yang bernama Anas bin Mu’nis untuk mencari tahu berita tentang pasukan Quraisy yang sedang bergerak itu. ketika Anas kembali, ia melaporkan bahwa pasukan Quraisy telah mendekati Madinah. Mereka berhenti untuk menggembalakan unta dan kuda mereka.

Setelah mengetahui dan memastikan posisi dan kondisi pasukan musuh, Rasulullah saw. memanggil para sahabatnya untuk merumuskan strategi apa yang tepat. Dalam sidang itu, Rasulullah sendiri berpendapat bahwa pasukan Muslim lebih baik bertahan saja di Madinah dan menunggu pasukan musuh datang. Seperti dikutip dari Tarikh Thabari, Rasulullah saw. bersabda, “Kita berada dalam benteng yang terlindungi (kota Madinah). Jika kalian setuju, maka kalian tetap tinggal dan biarkan mereka mengambil posisi di mana saja yang mereka kehendaki. Jika mereka mengambil posisi, maka mereka mengambil sejelek-jeleknya posisi. Jika mereka masuk ke Madinah, kita semua akan perangi mereka.”

Karena didorong keimanan dan semangat jihad yang berkobar dalam dada, banyak sahabat yang mendorong untuk keluar dari kota Madinah dan menyongsong musuh. Mereka tidak sepakat dengan strategi Rasulullah saw. Dalam Bidayah wan Nihayah, Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa mayoritas sahabat yang mengusulkan hal ini adalah para sahabat yang tidak sempat menyaksikan Perang Badar. Semangat mereka menjadi meledak-ledak hendak meraih syahid dan mendorong mereka untuk keluar saja menyongsong musuh.

Karena begitu kuatnya dorongan para sahabat untuk keluar saja dari kota Madinah dan menyongsong musuh, Rasulullah pun masuk ke dalam rumahnya dan memakai baju perangnya. Para sahabat pun merasa bersalah karena mereka telah menyelisihi pendapat Rasulullah. Seperti disampaikan oleh Ibnu Hisyam, para sahabat berkata, “Nabi telah mengemukakan keinginannya, sedangkan kalian mengemukakan keinginan yang berlainan. Oleh karena itu pergilah wahai Hamzah, dan sampaikan kepada Nabi, ‘Kita semua mengikuti perintahmu.’” Hamzah pun menemui Nabi dan berkata kepadanya, “Ya Rasulullah, orang-orang telah menyesal dan mereka mengatakan bahwa mereka semua mengikuti perintahmu.”

Rasulullah pun menjawab, “Tidak pantas bagi seorang Nabi jika telah memakai baju perangnya, dia kemudian menanggalkannya lagi sampai berperang.” What a gentleman!

Maka maklumat perang pun disebarkan ke seluruh penjuru wilayah kekuasaan Islam terutama di kota Madinah. Semua orang waspada dan menenteng senjata ke manapun mereka pergi. Rasulullah saw. sendiri dikawal ketat, sampai-sampai Sa’ad bin Ubadah, Usaid bin Hudhair, dan Sa’ad bin Muadz serta beberapa orang sahabat lainnya, tidur di depan pintu masjid Nabawi dengan bersenjata lengkap dengan tujuan menjaga Rasulullah saw. Berangkatnya pasukan Islam menuju Uhud menjadi peristiwa besar lainnya, yang insya Allah akan diuraikan pada artikel selanjutnya.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s