Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 3)


Grave_of_Hamza

Makam Sayyidush Syuhada Hamzah di situs Perang Uhud.

Pasukan Islam telah siap. Segala perbekalan dan senjata telah terletak di tempat yang semestinya. Kuda dan unta, serta seluruh hewan tunggangan pun sudah siap sedia. Pasukan Islam telah siap diberangkatkan kapan saja. Rasulullah saw. memilih waktu yang tepat untuk memberangkatkan pasukannya, yakni pada malam hari selepas tengah malam.

Rasulullah saw., seperti dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah Prof. Ali Ash-Sholabi, memanggil sahabat yang sanggup menunjukkan jalan yang tidak biasa dilewati orang. Datanglah seorang sahabat yang biasa dipanggil Abu Khaitsamah, ia menyatakan sanggup memandu jalan pasukan Muslim melintasi jalan yang tidak biasa dilewati orang. Abu Khaitsamah memandu pasukan Islam melewati tanah bebatuan dan ladang-ladang yang memang tidak biasa dilewati orang. Pasukan Muslim pun melintasi sebuah ladang milik Murabba bin Qaizhi, orang munafik yang disebut Rasulullah “buta mata dan hatinya.”

Pasukan terus bergerak dalam keheningan malam, dengan sabar mereka menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika pasukan Muslim tiba di Syauth (sebuah kebun yang terletak antara Madinah dan Uhud), Abdullah bin Ubay bin Salul menggerutu sambil menarik mundur 300 orang bersamanya. Dalam Bidayah wan Nihayah, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Abdullah bin Ubay bin Salul berkata, “Ia (Rasulullah) menuruti kemauan para pemuda dan orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan. Dia menuruti mereka dan menolak pendapatku. Untuk apa kita berperang mengorbankan nyawa kita?” Tentu kita semua tahu bahwa Abdullah bin Ubay adalah gembong munafik Madinah yang merasa sakit hati kepada Rasulullah saw. Dia bersama orang-orangnya meyakini bahwa perang itu tidak akan pernah terjadi.

Seorang sahabat bernama Abdullah bin Haram berusaha keras untuk menahan orang-orang yang hendak mundur itu. “Hai orang-orang, aku peringatkan kalian untuk tidak mengkhianati kaum dan Nabi kalian ketika mereka telah bertemu dengan musuh.”

Mereka menjawab, “Jika tahu bahwa kalian akan berperang, maka kami tidak akan meninggalkan kalian. Akan tetapi, kami melihat bahwa perang ini tidak akan terjadi.”

Pembangkangan tetap saja terjadi hingga Abdullah bin Haram pun menyerah. “Mudah-mudahan Allah melaknat kalian, musuh-musuh Allah! Allah menjadikan Nabi-Nya tidak butuh kepada kalian,” katanya.

Ketika tiba di medan perang, Rasulullah Muhammad saw. segera membagi pasukannya menjadi tiga bagian dan memberikan bendera hitamnya (royah al-‘uqab) kepada masing-masing komandan dari ketiga pasukan itu. Pasukan pertama dari kalangan Muhajirin dipimpin oleh Mush’ab bin Umair dan bendera hitam itu diberikan kepadanya. Pasukan kedua dari kalangan Anshar kabilah Aus, dipimpin oleh Usaid bin Hudhair, bendera pun diberikan kepadanya. Pasukan ketiga kalangan Anshar kabilah Khazraj, dipimpin oleh Hubab bin Mundzir, bendera hitam diserahkan kepadanya.

Rasulullah saw. juga mengumpulkan 50 orang prajurit yang terkenal jago memanah, sementara beliau menolak yang tidak jago memanah menjadi anggota kelompok ini. Kepemimpinan diserahkan kepada Abdullah bin Jubair. Beliau memerintahkan agar pasukan panah ini bersiaga di atas bukit, dan jangan turun apa pun yang terjadi. Beliau benar-benar mewanti-wanti hal ini.

Saat pasukan Muslim tiba di Bukit Uhud, Rasulullah menempatkan pasukan membelakangi bukit tersebut dan menghadap Madinah. Para pemanah ini ditempatkan di Bukit ‘Ainain yang berhadapan dengan Bukit Uhud. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah saw. bersabda kepada pasukan pemanah ini: “Jika kalian melihat kami telah disambar burung (kalah), maka kalian yang meninggalkan tempat ini sampai datang utusan kepada kalian. Jika kalian melihat kami telah mengalahkan dan menguasai mereka, maka kalian juga jangan meninggalkan tempat ini sampai aku mengirim utusan kepada kalian.” Hadis ini menggambarkan betapa Rasulullah mewanti-wanti pasukan panah agar jangan sekali-kali meninggalkan pos mereka.

Lebih lanjut, Rasulullah saw. bersabda kepada pasukan panah: “Hadang kuda-kuda itu dengan panah kalian sehingga mereka tidak datang dari belakang kami dan tetaplah di posisi kalian, baik kami menang atau pun kalah,” (HR. Thabari dan Baihaqi).

Dalam sebuah hadis riwayat ath-Thabari, Rasulullah bersabda: “Tidak boleh ada seorang pun yang melakukan serangan sebelum aku menyuruhnya.” Dari sini terlihat sekali bahwa beliau mewanti-wanti agar setiap personel menaati semua perintahnya dan mempertahankan posisinya habis-habisan.

Menjelang perang, Rasulullah saw. berkhutbah seperti diriwayatkan oleh Al-Waqidi: “Wahai manusia, aku berwasiat kepada kalian sebagaimana yang telah Allah wasiatkan kepadaku dalam kitab-Nya, untuk terus beramal dalam ketaatan kepada-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Pada hari ini kalian akan mendapatkan pahala dan simpanan kebaikan bagi siapa saja yang menyiapkan dirinya untuk bersabar, yakin, bersungguh-sungguh, dan gesit. Berjihad melawan musuh merupakan suatu yang berat dan tidak disukai. Sedikit sekali orang yang mampu bersabar kecuali telah mendapatkan kekuatan tekad dari Allah. Allah bersama orang-orang yang menaati-Nya, sedangkan setan bersama orang-orang yang durhaka kepada-Nya. Mulailah pekerjaan kalian dengan bersabar dalam berjihad. Setelah itu, tunggulah apa yang telah Allah janjikan kepada kalian. Hendaklah kalian mengikuti apa yang aku perintahkan karena aku lebih menginginkan keselamatan bagi kalian. Sesungguhnya perbedaan dan perselisihan serta saling mengagalkan merupakan kelemahan yang tidak disukai Allah dan tidak akan mendatangkan kemenangan dan keberuntungan.”

Dalam khutbah Rasulullah saw. ini jelas sekali terlihat bahwa jihad fi sabilillah adalah ujian kesabaran terbesar. Ketika musuh berdiri tegak di depan mata, sanggupkah kita bersabar untuk terus berjuang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s